SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMANGI (Ocimum americanum Linn) DAN DAUN BINAHONG (Anredera cardifolia (Ten.) Steenis).
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70% kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin, tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.