BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki
aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC
(5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun
mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga
telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid,
terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan
6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan
sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas,
pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan
konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C,
40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß
Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia
dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap
sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan
1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun
keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin
dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling
diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair
berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70%
dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan
kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun
keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak
etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat
dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda
yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas
lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas)
serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion
memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green
tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil
antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan
yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan
polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi
ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2
(0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu
organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil
penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas
antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona
hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk
mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari
dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil
penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer
Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas
yang baik.