BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Lotion Jerawat digunakan untuk mengobati dan mencegah timbulnya jerawat terutama
pada kulit berminyak dengan kandungan anti acne seperti acid salisil yang bersifat
explolisasi untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati yang menyumbat kulit sehingga
mencegah timbulnya jerawat, Sulfur memiliki sifat antimikroba untuk mencegah
peradangan pada jerawat, serta mengandung pelembab agar kulit wajah tidak menjadi
kering. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode uji stabilitas
dipercepat diamati pada hari ke-1, 14, dan 21 meliputi uji organoleptik, uji pH, uji
viskositas, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
stabilitas sediaan setelah terbuka. Hasil pada pengamatan hari ke-1, dan 14 pada uji
organoleptik berwarna putih, berbau harum, dan bertekstur lembut, hari ke-21 pada uji
organoleptik menunjukan perubahan warna menjadi putih susu, berbau apek, dan tekstur
sedikit mencair. Uji pH pada hari ke-1, 14, dan 21 memiliki nilai pH 5. Uji viskositas pada
hari ke-1 speed 30, 6.600 cps, ke speed 12, 13.250 cps, speed 6, 19.000 cps, speed 3, 27.33
cps, speed 1.5, 36.000 сps, hari ke-21 speed 30, 7.300 cps, speed 12, 13.83 cps, speed 6,
19.83 cps, speed 3, 30.33 cps, speed 1.5, 38.66 cps. Uji homogenitas hari ke-1, 14, dan 21
homogen. Uji daya sebar hari ke-1 suhu 250C 2,6 cm, suhu 40oC 2,6 cm, pada hari ke-21
suhu 250C 2,8 cm, suhu 400C 3 cm. Dari hasil penelitian Dermashine Acne Lotion/Lotion
Jerawat dapat disimpulkan bahwa lotion memiliki kondisi stabil dan memenuhi persyaratan
mutu fisik lotion
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada saat ini untuk proses pelapisan atau coating sediaan obat sudah banyak beralih
menggunakan pelarut salut waterbase ketimbang organicbase. Sehingga banyak
industri farmasi yang juga megikuti perubahan ini. Selain dikarenakan cost yang
dikeluarkan untuk proses produksi menjadi murah juga untuk tingkat keamanan
yang lebih maksimal karena yang digunakan umumnya dichlormethane yang
memiliki batas konsumsi 6 mg/hari. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan obat
diperlukan data stabilitas. Untuk proses registrasi minimal dibutuhkan data
stabilitas obat piracetam 800 mg tablet salut dengan menggunakan pelarut salut
organicbase dan waterbase. Penelitian ini termasuk penelitian longitudinal atau
retrospektif, dimana saat proses pengajuan penelitian, analisa sudah sebagian
dilakukan. Analisa yang dilakukan menggunakan waktu stabilitas dipercepat 0, 1,
2, 3 dan 6 bulan. Pemeriksaan kadar mengacu kepada Farmakope China edisi 2014,
menggunakan metode analisa HPLC. Sedangkan pemeriksaan disolusi
menggunakan metode spektrofotometri yang dilakukan pengembangan internal.
Analisis data yang digunakan meliputi data kadar, disolusi dan waktu hancur yang
diolah menggunakan SPSS 26. Hasil analisis dari kadar dan waktu hancur
menunjukkan data yang berbeda pada sampel waterbase ulangan pertama karena di
dapat hasil p-value di bawah 0,05%. Sedangkan pada hasil dissolusi didapatkan data
yang homogen karena memiliki nilai p-value di atas 0,05%. Artinya hasil stabilitas
piracetam dengan pelarut air dan pelarut organik menunjukkan perbedaan. Hasil
kadar, disolusi dan waktu hancur masih memenuhi syarat spesifikasi yang
ditetapkan farmakope.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan
sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan
flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian
ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk
dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri
kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan
gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan
F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik,
homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28
hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui
bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan
menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama
28 hari penyimpanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu
tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair
dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara
fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70%
daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang
paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun
cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun
mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C.
Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika
setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh
panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.