BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan
sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai untuk menjamin terpenuhinya kriteria
tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu. Analisa perencanaan obat di rumah sakit dilakukan dengan metode kombinasi ABC-VEN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai investasi dan pengelompokan obat dengan metode ABC, metode VEN dan menganalisis perencanaan dengan metode Kombinasi ABC-VEN untuk mengetaui prioritas pembeian barang. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dianalisa dengan deskriptif, sample yang diambil dengan metode total sampling. Sampel pada penelitian adalah data obat periode Januari – desember 2022 dengan jumlah sebanyak 1251 item obat. Hasil Pengelompokan Metode ABC berdasarkan nilai investasi 71% sebanyak 166 item(11%), kelompok B dengan nilai investasi 20% sebanyak 528 item(35%), dan kelompok C dengan nilai 9% sebanyak 827 item (54%), hal ini sudah sesuai dengan prinsip pareto. Hasil Pengelompokan Metode VEN diperoleh sebanyak 241 item
(20%) Kelompok V, 344 item (28%) Kelompok E, dan 633 item (52%) Kelompok N. Hasil Analisis Perencanaan ABC-VEN diperoleh kelompok Prioritas yaitu VA 2,64%,VB 5,76% ,dan VC 16,71%, kategori Utama yaitu EA 3,83%, EB 5,75%, EC 17,98%, dan kategori Tambahan yaitu NA 6,79%, NB 11,59%, NC 34,77%, yang dapat mengidentifikasi prioritas pengadaan obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun pare kaya akan senyawa antioksidan, mampu memproteksi sel-sel ß
Langerhans dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun stevia dapat bertindak sebagai pelindung terhadap berbagai penyakit melalui sifat antioksidannya.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia Rebaudiana B.) dengan mutu fisik sesuai dengan SNI 4342-2014 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diinterprestasikan sebagai umur simpan produk. Pengujian fitokimia
dilakukan pada masing-masing formula teh herbal. Pengujian stabilitas dengan metode ASLT untuk menentukan umur simpan produk menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji kualitas yang didapat dari teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI meliputi uji lolos ayakan pada ukuran 8 mesh dan 10 mesh sebesar 99,6 % dan 100 %, dan uji keseragaman bobot sebesar 1,038% (F1), 1,054 (F2), dan 1,052% (F3). Pengujian stabilitas terhadap
sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia yang dikemas menggunakan alumunium foil dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5°C, 27°C dan 40°C selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar total flavonoid. Hasil pengujian stabilitas pada uji kadar air didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 2,2 hari, 27°C selama 3,6 hari dan 40°C selama 2,4 hari. Untuk uji total fenol didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 5,9 hari, 27°C selama 6,5 hari dan 40°C selama 6,6 hari dan untuk uji total flavonoid didapatkan hasil pada suhu penyimpanan 5°C selama 14 hari, 27°C selama 13 hari dan 40°C selama 12 hari. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi daun pare dan daun stevia pada 3 uji pada sediaan 1,5:0,5 (F2) selama 3,6 hari untuk uji kadar air, pada sediaan 1,25:0,75 (F3) selama 6,6 hari untuk uji total fenol dan pada sediaan
1,75:0,25 (F1) selama 14 hari untuk uji total flavonoid.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal
dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis
untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03
ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit
(Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas
antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan
daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap
pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit
diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh
dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran.
Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan
flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun
Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan
nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi
terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun
Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh
karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai
potensi antifungi terhadap Candida albicans.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling
umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka
yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri
Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam
(Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa
flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak
tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk
membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun
sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi
dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan
diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa
ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-
turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol
salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm,
12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk
dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata-
rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam
yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi
yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3
(sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti
memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai
pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan
insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut
terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan
data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian
ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia
akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin
kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap
(54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja
panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding
dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T
Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan
nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah
(Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi
L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap
pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah
diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh
dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran.
Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin
dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun
belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan
45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas
antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun
belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat).
Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah
mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit dispepsia di RS PMI Bogor cukup banyak. Dispepsia yang
diderita pasien lebih sering dikarenakan pola makan dan pola hidup yang tidak
baik serta penyakit maag yang telah diderita pasien sebelumnya. Tujuan penelitian
mengetahui efektivitas obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap
berdasarkan lama hari rawat. Pengambilan data secara retrospektif. Pada data
rekam medik pasien dispepsia yang dirawat inap sesuai dengan kriteria inklusi
yang terhitung mulai dari Januari 2020 – Desember 2021 di RS PMI Bogor.
Sebanyak 100 pasien penderita dispepsia yang telah memenuhi kriteria penelitian.
Hasil penelitian diperoleh data pasien pada jenis kelamin perempuan sebanyak
69%, rata-rata usia pasien dispepsia 36-45 tahun (53%), rata-rata pendidikan
SMA/SMK sebanyak 20% dan Sarjana sebanyak 20%, pada pekerjaan yaitu ibu
rumah tangga sebanyak 34%. Obat yang digunakan pada pasien dispepsia serta
rata-rata lama hari rawat ada 8 jenis obat tunggal dan kombinasi yaitu Sukralfat
1% (4,00 hari), Sukralfat + Esomeprazole 1% (4,00 hari), Sukralfat +
Pantoprazole 2% (4,00 hari), Sukralfat + Omeprazole 56% (3,53 hari),
Omeprazole 35% (3,22 hari), Sukralfat + Omeprazole + Ranitidin 1% (3,00
hari).Antasida + Omeprazole 2% (2,50 hari), Ranitidin + Sukralfat 1% (2,00 hari).
Efektifitas kombinasi obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap di RS
PMI Bogor pada periode bulan Januari 2020 sampai Desember 2021 tidak
berbeda nyata berdasarkan lama hari rawat dengan nilai p = 0,753 pada uji
Kruskal-wallis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight)
walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya
memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki
kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai
antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari
ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman
radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta
kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi
5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur
absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515
nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut
sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya
dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24
ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan
kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50
lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan
dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2
di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental
selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah
53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi
sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes
Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas
hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status
pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup
(p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat
perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada
monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada
kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden
(26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik
sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10
responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik
sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan
nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup
lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas
hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat
perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan
stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk
menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor
propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat
kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam
pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan
pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70
pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang
menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan
Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg.
Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam
juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada
Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak
ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan
parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05
(0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk
RR.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau
meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun
Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa
antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun
jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan
yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan
masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun
jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun
jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun
jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan
uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70%
daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v)
untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang
kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji
organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas
dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun
jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off
semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing
formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2),
41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit dispepsia di RSUD Ciawi cukup banyak. Dispepsia yang dialami
pasien dikarenakan pola makan yang tidak teratur dan penyakit saluran
pencernaan seperti maag yang telah diderita sebelumnya. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui sesiodemografi pasien rawat inap di RSUD Ciawi
dan membandingkan efektifitas obat dispepsia pada pasien rawat inap yang
menderita dispepsia berdasarkan lama hari rawat inap. Penelitian ini bersifat
restropektif observasional. Pengambilan data untuk gambaran sesiodemografi dan
lama rawat inap melalui rekam medis pasien instalasi rawat inap di RSUD Ciawi
periode Januari-Desember 2020. Terdapat 96 pasien yang memenuhi kriteri
penelitan dan didapatkan data sesiodemografi pasien seperti jenis kelamin, usia,
pendidikan dan pekerjaan pasien. Data dianalisa statistik dalam bentuk tabel dan
diagram. Obat yang digunakan pasien dispepsia adalah Antagonis Reseptor H2
(28,10%), PPI (39,60%), PPI + Antagonis Reseptor H2 (2,10%), PPI +
Sitoproktetif (19,80%), PPI + Sitoproktetif + Antasida (1%), PPI + Sitoproktetif +
Prokinetik (1%), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (3,10%), Antagonis
Reseptor H2 + Sitoproktetif (5,20%). Lama rawat inap pasien dispepsia yang
menggunakan Antagonis Reseptor H2 (3,11 hari), PPI (3,89 hari), PPI +
Antagonis Reseptor H2 (1,50 hari), PPI + Sitoproktetif (3,68 hari), PPI +
Sitoproktetif + Antasida (3 hari), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (2 hari), PPI +
Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (4,33 hari), Antagonis Reseptor H2 +
Sitoproktetif (3,80 hari). Hasil efektifitas obat dispepsia yang digunakan pada
pasien rawat inap di RSUD Ciawi pada periode Januari-Desember 2020 tidak
terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan nilai P-
Value 0,273 pada uji kruskal wallis.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Trichophyton mentagrophytes merupakan jamur yang dapat menyebabkan
peradangan. Salah satu tipe peradangan pada kulit yang disebabkan oleh
Trichophyton mentagrophytes ialah tinea pedis yang biasa menimpa sela jari serta
telapak kaki. Minyak nilam dan minyak pala sudah banyak digunakan sebagai
antijamur dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelompok
senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak nilam dan minyak pala.
Memperoleh sediaan lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dengan
stabilitas mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap
Trichophyton mentagrophytes. Formulasi lotion kombinasi minyak nilam dan
minyak pala dibuat perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan
35% (F3). Uji Stabilitas mutu fisik lotion dilakukan secara cycling test dan uji
aktiivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia
menunjukkan minyak nilam mengandung flavonoid, steroid, dan terpenoid. Minyak
pala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Stabilitas
lotion semua formula menunjukkan mutu fisik sesuai persyaratan untuk parameter
organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar dan viskositas. Zona hambat F1, F2,
dan F3 berturut-turut sebesar 23,6 mm; 28,3 mm, dan 35,9 mm, semuanya termasuk
kategori sangat kuat. Zona hambat terbesar terdapat pada F3. Hal ini menunjukan
bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang dihasilkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill)
merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin,
saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta
kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri
dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu
biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil
terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya
di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan
bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada
konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang
termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat
perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji
: daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar
20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Tabir surya merupakan zat yang mengandung bahan pelindung kulit
terhadap sinar UV. Tabir surya alami dapat berasal dari tanaman yang banyak
mengandung senyawa fenolik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun
sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa antioksidan golongan
flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor
(SPF) dari ekstrak etanol 70% daun alpukat dan daun sirsak secara tunggal
maupun kombinasi dengan metode spektrofotometri. Ekstrak tunggal maupun
kombinasi dibuat konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250
ppm. Perbandingan kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun sirsak dibuat 1:1,
1:2, dan 2:1. Hasil penelitian nilai SPF ekstrak daun alpukat dan daun sirsak
pada 5 konsentrasi tersebut termasuk kategori perlindungan minimal. Nilai SPF
tertinggi konsentrasi 250 ppm untuk ekstrak daun alpukat dan daun sirsak sebesar
2,4375 dan 7,7812. Kombinasi dengan perbandingan 1:2 mempunyai aktivitas
tabir surya paling tinggi, konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF 19,873 termasuk
kategori perlindungan sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut
yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri
Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman
obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor
bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk
kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun
cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel
tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans
secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,
saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh
wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23
mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1)
dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat.
Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih
baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor
bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25%
yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk
kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi
memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus
mutans.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan
rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak
etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah
(Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi
menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan
menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang
terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid.
Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor
dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai
14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi
terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar :
rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh
karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai
potensi antifungi terhadap Candida albicans.