BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kultur awal kombucha yang dikenal sebagai SCOBY memfermentasi teh dan gula untuk menghasilkan kombucha. Kombucha memiliki kualitas antioksidan. Kehadiran fenolik bebas yang dihasilkan selama proses fermentasi inilah yang membuat kombucha memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi semakin banyak kandungan fenolik yang dihasilkan, semakin tinggi aktivitasnya. Kulit biji kopi Robusta merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat dibuat menjadi minuman kesehatan dalam bentuk teh kombucha. Tujuan penelitian ini untuk menentukan golongan metabolit dan aktivitas antioksidan dari infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan pada infusa dan kombucha kulit biji kopi Robuasta dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penentuan golongan metabolit dilakukan secara kualitatif menggunakan uji fitokimia. Waktu fermentasi kulit biji kopi dilakukan selama 8 hari. Hasil skrinning fitokimia infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan optimum pada infusa dan kombucha kulit biji kopi konsentrasi 2%, dengan presentase peredaman radikal bebas infusa sebesar 80,81% dan kombucha sebesar 93,35%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Lotion Jerawat digunakan untuk mengobati dan mencegah timbulnya jerawat terutama
pada kulit berminyak dengan kandungan anti acne seperti acid salisil yang bersifat
explolisasi untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati yang menyumbat kulit sehingga
mencegah timbulnya jerawat, Sulfur memiliki sifat antimikroba untuk mencegah
peradangan pada jerawat, serta mengandung pelembab agar kulit wajah tidak menjadi
kering. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode uji stabilitas
dipercepat diamati pada hari ke-1, 14, dan 21 meliputi uji organoleptik, uji pH, uji
viskositas, uji homogenitas, dan uji daya sebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
stabilitas sediaan setelah terbuka. Hasil pada pengamatan hari ke-1, dan 14 pada uji
organoleptik berwarna putih, berbau harum, dan bertekstur lembut, hari ke-21 pada uji
organoleptik menunjukan perubahan warna menjadi putih susu, berbau apek, dan tekstur
sedikit mencair. Uji pH pada hari ke-1, 14, dan 21 memiliki nilai pH 5. Uji viskositas pada
hari ke-1 speed 30, 6.600 cps, ke speed 12, 13.250 cps, speed 6, 19.000 cps, speed 3, 27.33
cps, speed 1.5, 36.000 сps, hari ke-21 speed 30, 7.300 cps, speed 12, 13.83 cps, speed 6,
19.83 cps, speed 3, 30.33 cps, speed 1.5, 38.66 cps. Uji homogenitas hari ke-1, 14, dan 21
homogen. Uji daya sebar hari ke-1 suhu 250C 2,6 cm, suhu 40oC 2,6 cm, pada hari ke-21
suhu 250C 2,8 cm, suhu 400C 3 cm. Dari hasil penelitian Dermashine Acne Lotion/Lotion
Jerawat dapat disimpulkan bahwa lotion memiliki kondisi stabil dan memenuhi persyaratan
mutu fisik lotion
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sacha Inchi adalah salah satu jenis tumbuhan yang cukup berpotensi sebagai
antioksidan. Secara tradisional minyak biji sacha inchi digunakan sebagai minyak
perawatan kulit yang dioleskan secara teratur untuk menjaga kelembutan dan
kesehatan kulit di negara Peru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelompok senyawa fitokimia dan untuk mengetahui nilai IC50 dari Minyak Sacha
Inchi dengan menggunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Uji skrinning
fitokimia secara kualitatif dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai
pereaksi untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin,
steroid-terpenoid dan uji aktivitas antioksidan minyak sacha inchi menggunakan
metode peredaman radikal bebas dengan DPPH mengukur absorbansi
menggunakan spektrofotometer Uv-vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil
penelitian menyatakan bahwa minyak biji Sacha Inchi mengandung kelompok
senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. Hasil nilai IC50 minyak biji
Sacha Inchi sebesar 96,12 ppm sedangkan Vitamin C sebagai kontrol positif
menghasilkan nilai IC50 sebesar 9,512 ppm. Kesimpulan bahwa minyak biji Sacha
Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang termasuk kategori kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk
dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri,
sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas
antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk
menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus
epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan
difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar
mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian
aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar
(Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri
Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm.
Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat
19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm,
formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik
(organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik
sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma
khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data
normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova
diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan.
Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan
senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan
antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan
vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang
rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan
ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum
dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah
memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.)
Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%
menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi
sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya
sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas
antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH.
Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut-
turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong
antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi
15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang
lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang
memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang
mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan
yang lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah dimana tekanan darah
meningkat melebihi nilai normal yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Jawa
Barat tahun 2018 sebanyak 39,6%. Hipertensi menempati urutan kelima dalam
kasus penyakit tertinggi di Puskesmas Cigudeg. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kesesuaian terapi obat hipertensi berdasarkan Joint National
Committee (JNC) VIII pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigudeg Kabupaten
Bogor. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Data
diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien yang mendapat pengobatan
rutin selama 2 bulan yaitu Juli - Desember 2023. Hasil penelitian berdasarkan total
sampel sebanyak 89 pasien, paling banyak mayoritas perempuan (70%), dengan
usia terbanyak berumur 46-55 tahun (36%). Obat yang paling umum digunakan
adalah amlodipin (93%). Hasil evaluasi kesesuaian terapi yang sesuai sebanyak
(21%), dan tercapainya tujuan terapi sebanyak (38%) berdasarkan Joint National
Committee (JNC) VIII . Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-square
terdapat adanya hubungan bermakna antara kesesuaian terapi obat berdasarkan JNC
VIII dengan tercapainya target tekanan darah dengan p value (0,000) < (0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Rosemary (Salvia rosmarinus Spenn.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya
antioksidan terutama pada bagian daunnya. Sifat antioksidan yang kuat dari daun rosemary
dikaitkan dengan senyawa fenoliknya, terutama asam rosmarinat, asam karsonik, dan
karnosol. Hair mask adalah sediaan krim yang diformulasikan untuk memperbaiki
kerusakan rambut sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung, menentukan aktivitas
antioksidan ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun rosemary, memformulasikan dan
mengevaluasi ekstrak terbaik aktivitas antioksidan, dan menguji stabilitas selama
penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan hair mask menggunakan
ekstrak etanol 70% daun rosemary. Evaluasi stabilitas hair mask diuji mutu fisik
(organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas) serta uji aktivitas antioksidan hair mask.
Uji stabilitas hair mask pada formula dengan nilai IC50 terbaik mencakup stabilitas yang
berbeda yaitu cycling test selama 6 siklus, suhu 4
oC, 25oC, dan 40oC dan disimpan selama
28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% daun
rosemary mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid.
Ekstrak etanol 70% daun rosemary memiliki nilai IC50 14,42±0,46 ppm, sedangkan ekstrak
etanol 96% daun rosemary memiliki nilai IC50 22,97±0,77 ppm. Ekstrak etanol 70% daun
rosemary dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 1,5%, 2% dan 2,5%, sediaan
dibuat 100 gram. Formula 1 memiliki nilai IC50 11,23±0,06, formula 2 memiliki nilai IC50
10,60±0,03 dan formula 3 memiliki nilai IC50 8,35±0,18. Hasil evaluasi stabilitas mutu
fisik sediaan hair mask memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna kuning, aroma bubble
gum, tekstur krim, homogen, pH 5,70±0,00-6,30±0,06 dan viskositas 34763±20,76-
39452±12,66 mPa.s. Hasil nilai IC50 pada sediaan hair mask hari ke-0 dan hari ke-28 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Tanaman binahong (Anredera cordofolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan saponin, flavonoid, dan kuersetin. Adanya flavonoid kemungkinan besar daun binahong dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, fenol, dan kumarin. Adanya kandungan senyawa fenol menyebabkan efek antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun binahong, daun babadotan dan kombinasi ekstrak keduanya dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Uji akivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Konsentrasi larutan sampel yang digunakan adalah 80 ppm, 100 ppm, 120 ppm, 140 ppm dan 160 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong dan daun babadotan memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak etanol 96% daun binahong sebesar 91,190 ppm dan daun babadotan sebesar 85,45 ppm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong : daun babadotan mempunyai nilai IC50 yang baik pada perbandingan 1:3 yaitu 80,807 ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Curcuma mangga Val. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai
antioksidan dan tabir surya alami karena mengandung golongan flavonoid dan kurkumin. Flavonoid dan kurkumin mampu mengabsorpsi sinar UVA dan UVB.
Tujuan penelitian ini yaitu, memformulasikan ekstrak etanol 96% Curcuma manga menjadi sediaan krim yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol 96% rimpang temu mangga Curcuma mangga Val. dengan variasi konsentrasi 5% (F1), 10%(F2), dan 20%(F3). Hasil aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 yaitu 84,824 ppm, ekstrak etanol 96% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan yaitu F1 dengan parameter organoleptis, pH, homogenitas, viskositas dan daya sebar. Hasil antioksidan menunjukkan bahwa
sediaan krim yang dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% menghasilkan antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 berturut-turut yaitu, 34.058,193 ppm, 31.856,362 ppm, dan 15.052,329 ppm dengan pembanding vitamin C yang memiliki nilai sebesar 3,518. Hasil pengujian Sun Protecting Factor terhadap sediaan krim menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar nilai SPF yang dihasilkan dengan niali SPF tertinggi yaitu F3 19,242. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental
rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai antioksidan alami dan memiliki nilai SPF yang baik dalam sediaan sediaan krim.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa
bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun Melinjo memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, fenol, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Buah Belimbing Wuluh memiliki kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun
melinjo dan buah belimbing wuluh. Serbuk simplisia diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:3, 3:1, 1:1 dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan mengukur absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak etanol daun melinjo sebesar 7,86 μg/mL, ekstrak etanol buah belimbing wuluh sebesar 33,70 μg/mL dan nilai IC50 dari masing-masing kombinasi ekstrak etanol daun melinjo dan buah belimbing wuluh pada perbandingan 1:3 diperoleh sebesar 32,1 μg/mL, perbandingan 3:1 diperoleh sebesar 5,91 μg/mL dan perbandingan 1:1 diperoleh sebesar 19,49 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 70% daun melinjo dan buah belimbing wuluh perbandingan 3:1 memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 5,91 μg/mL yang termasuk kategori sangat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Sediaan granul effervescent yaitu kombinasi senyawa asam dan basa jika
ditambahkan air (H2O) bereaksi melepaskan karbondioksida (CO2) menjadi buih, mudah dikonsumsi, larut dalam air dan menyegarkan. Temulawak (Curcuma xanthorriza. Roxb) dibuat simplisia dan diperoleh kadar air 3,268%. Maserasi 250 gram simplisia dengan 2500 mL etanol 96%. Ekstrak kental 27,59 gram, rendemen 11,036%, mengandung senyawa kimia alkaloid pereaksi wagner, flavonoid, dan terpenoid. Granul effervescent dibuat dengan granulasi basah. Formulasi ke 3 masuk dalam karakteristik serta stabil pada suhu penyimpanan. Aktivitas antioksidan minggu ke-0 suhu 4 ̊,28 ̊, dan 40 ̊ nilai IC50 sebesar 2,396 ppm kategori sangat kuat. Minggu ke-4 IC50 meningkat, suhu 4 ̊C sebesar 5,071 ppm, suhu 28 ̊C
sebesar 6,509 ppm, suhu 40 ̊C sebesar 6,098 ppm kategori sangat kuat. Kadar air granul suhu 4 ̊C dan 28 ̊C masuk kriteria 5-6%, suhu 40 ̊C melebihi kriteria, waktu alir antara 4-5 detik dan sudut istirahat antara 25°-30°, waktu larut 2-5 menit dengan pH 5-7.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi serbuk simplisia dengan air pada suhu 90°C selama 15 menit. Perpaduan bunga rosella dengan stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan yang mengandung lebih banyak antioksidan yaitu dengan diolah menjadi “Teh kombucha” merupakan produk fungsional hasil fermentasi larutan teh menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture of Bacterial and Yeast). Tujuan penelitian ini yaitu menentukan golongan senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan serta karakteristik infusa dan kombucha. Infusa serta kombucha bunga Rosella dan stevia
dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 20-100 g/L dengan waktu fermentasi selama 8 hari. Paramater uji yang dilakukan terhadap infusa serta kombucha meliputi penentuan metabolit sekunder dengan uji fitokimia, uji pH, total asam titrasi, total fenol serta aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Metabolit sekunder yang terkandung pada infusa bunga rosella dan stevia adalah
flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada kombuchanya terkandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia memiliki aktivitas peredaman radikal bebas DPPH berturut-turut dengan nilai IC75 54,73 g/L dan 28,23 g/L. Infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai nilai pH 3-4. Total asam tertitrasi pada infusa dan kombucha bunga rosella dan stevia masing-masing sebesar 3,12%-
4,42%, dan 3,97%-5,82%. Kadar total fenol kombucha lebih tinggi dibandingkan dengan infusanya yaitu sebesar 18,580-25,378 mg/g GAE. Oleh sebab itu, kombucha bunga rosella dan stevia mempunyai aktivitas antioksidan, total fenol, dan total asam yang lebih tinggi dibandingkan sediaan infusanya.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal
dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis
untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03
ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun
keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin
dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling
diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair
berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70%
dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan
kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun
keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak
etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat
dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda
yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas
lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas)
serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion
memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green
tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil
antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Glaukoma adalah penyakit mata akibat kerusakan saraf mata dan dapat
menyempitkan lapang pandang serta hilangnya fungsi penglihatan. Faktorpenyebab
utama glaukoma adalah peningkatan tekanan intraokular (TIO) pada mata. Timolol
dan Latanoprost adalah obat yang sering digunakan dalam terapi penyakit ini.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan efektivitas obat Timolol dan
Timolol-Latanoprost. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non
eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif selama 1 tahun dengan
menggunakan data rekam medis pada pasien glaukoma sudut terbuka. Pengambilan
sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 78 orang. Data
dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien rentang usia paling banyak pada penggunaan obat Timolol dan
kombinasi Timolol-Latanoprost usia 56-65 tahun sebanyak 14 pasien (36%), jenis
kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 20 pasien (51%) pada obat
Timolol dan sebanyak 21 pasien (54%) pada obat Timolol-Latanoprost. Gambaran
rata-rata perubahan penurunan TIO pada obat Timolol 29,3% dan kombinasi
Timolol-Latanoprost 32,7%. Gambaran efektivitas Timolol 67% dan obat
kombinasi Timolol-Latanoprost 62%, sehingga tidak ada perbedaan efektivitas
antara obat Timolol dan kombinasi Timolol-Latanoprost dengan nilai P-value > (P-
value = 0,639).