Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: Infusa
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"AKTIVITAS ANTIOKSIDAN INFUSA DAN KOMBUCHA KULIT BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)"

2025Koleksi Perpustakaan

Kultur awal kombucha yang dikenal sebagai SCOBY memfermentasi teh dan gula untuk menghasilkan kombucha. Kombucha memiliki kualitas antioksidan. Kehadiran fenolik bebas yang dihasilkan selama proses fermentasi inilah yang membuat kombucha memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi semakin banyak kandungan fenolik yang dihasilkan, semakin tinggi aktivitasnya. Kulit biji kopi Robusta merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat dibuat menjadi minuman kesehatan dalam bentuk teh kombucha. Tujuan penelitian ini untuk menentukan golongan metabolit dan aktivitas antioksidan dari infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan pada infusa dan kombucha kulit biji kopi Robuasta dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penentuan golongan metabolit dilakukan secara kualitatif menggunakan uji fitokimia. Waktu fermentasi kulit biji kopi dilakukan selama 8 hari. Hasil skrinning fitokimia infusa dan kombucha kulit biji kopi Robusta positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan optimum pada infusa dan kombucha kulit biji kopi konsentrasi 2%, dengan presentase peredaman radikal bebas infusa sebesar 80,81% dan kombucha sebesar 93,35%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANALGESIK DARI DAUN, KACANG DAN MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2025Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan pada sistem jaringan dalam tubuh. Salah satu cara mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan obat sintetis seperti asam mefenamat. Namun penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping, maka dari itu perlu dibuat obat yang berasal dari bahan alam yaitu tanaman sacha inchi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada tanaman sacha inchi. Untuk menganalisis apakah tanaman sacha inchi memiliki aktivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman sacha inchi yang dapat meredakan rasa nyeri terdapat pada infusa daun sacha inchi konsentrasi 10% dengan persen proteksi sebesar 56,44% , minyak sacha inchi dengan persen proteksi sebesar 52,88% serta pada sampel suspensi kacang sacha inchi konsentrasi 20% dengan persen proteksi sebesar 46,15% dibandingkan dengan asam mefenamat sebagai kontrol positif dengan persen proteksi sebesar 46,15%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBINASI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia, kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1, sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2025Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

2024Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS INFUSA KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

2023Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal. Banyak jenis tanaman yang selama ini dipercaya dapat mengobati diabetes melitus diantaranya yaitu daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antihiperglikemia dari infusa kombinasi daun salam dan daun stevia. Daun salam dan daun stevia didapatkan dalam bentuk serbuk simplisia dilakukan ekstraksi menggunakan metode infusa. Mencit yang digunakan pada penelitian ini yaitu 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari 5 mencit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan tiap 3 hari selama 14 hari menggunakan alat glukometer Easy Touch. Golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam yaitu flavanoid, saponin dan tanin. Pada daun stevia yaitu flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Pada setiap kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada kelompok perlakuan kontrol negatif terjadi penurunan 26,11%, kontrol positif 48,18%, infusa kombinasi 1:1 39,56%, kombinasi 2:1 48,84% dan pada kombinasi 3:1 46,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak normal dan tidak homogen, dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p-value < α menyatakan tidak berbeda nyata atau semua perlakuan kombinasi infusa tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DRPs (DRUG RELATED PROBLEMs) PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RS MEDIKA DRAMAGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolit dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Pada pasien Diabetes Melitus umumnya mendapatkan terapi dalam jangka panjang sehingga menyebabkan peningkatan resiko terjadinya DRPs. Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu peristiwa atau keadaan pada masalah farmakoterapi yang memiliki dampak besar terhadap hasil kesehatan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien, profil penggunaan obat dan mengetahui adanya DRPs dengan metode Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1 2020 pada pasien Diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat inap RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat inap periode Januari – Juni 2022 sebanyak 51 pasien. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 55 %, usia paling banyak yaitu dengan rentang usia 46-56 tahun sebanyak 39 %, penyakit penyerta paling banyak yaitu Hipertensi sebanyak 32 %. Profil penggunaan obat antihiperglikemia paling banyak yaitu kombinasi insulin – insulin sebanyak 49%. Pasien yang mengalami DRPs sebanyak 45%. Berdasarkan hasil analisis DRPs kategori Pemilihan Obat (C1) sebanyak 27 % dan kategori Pemilihan dosis Obat (C3) sebanyak 18%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE INFUSA DAN KOMBUCHA BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2023Koleksi Perpustakaan

Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia dan air pada bunga rosela dan stevia dapat menurunkan kadar gula darah pada suhu 90°C selama 15 menit. Bunga rosella dan daun stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman Kesehatan yang dapat berpotensi sebagai minuman antidiabetes, seperti antioksidan yaitu diolah menjadi “Teh kombucha” hasil fermentasi the dengan larutan gula menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeasts). Penelitian ini bertujuan menentukan golongan metabolit sekunder, pH, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase dari infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia. Infusa serta kombucha bunga rosella dan daun stevia dibuat dengan berbagai variasi bunga rosella (20-100 g/L), daun stevia 5% (%b/v) dan gula 5% (%b/v). Kedua sampel ditentukan golongan metabolit, nilai pH, dan aktivitas α-glukosidase secara in vitro. Hasil uji fitokimia menunjukkan infusa rosella dan daun stevia mengandung flavonoid, tannin dan saponin sedangkan sediaan kombuchanya mengandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia menghasilkan pH sekitar 3-4. Pada infusa kombinasi bunga rosella dan daun stevia, aktivitas inhibisi α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 80 g/L sebesar 83,47%. Sedangkan pada sediaan kombucha mempunyai aktivitas inhibisi α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 40 g/L sebesar 91,74%. Aktivitas inhibisi α- glukosidase infusa 80 g/L dan kombucha 40 g/L berbeda nyata sig (p<0,05) satu sama lain. Oleh karena itu, infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia dapat sebagai sediaan penghambat α-glukosidase.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA INFUSA KOMBINASI DAUN PARE (Momordica charantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SECARA IN VIVO

2023Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIPIRETIK KOMBINASI INFUSA DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L) DAN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON

2022Koleksi Perpustakaan

Demam adalah mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh melebihi suhu normal yaitu 37,5°C. Demam dapat diturunkan dengan menggunakan obat penurun demam seperti parasetamol. Parasetamol bila digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping seperti kerusakan hati, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan obat herbal seperti daun kemangi dan kembang sepatu untuk menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antipiretik dari kombinasi infusa daun kemangi (Ocimum americanum L) dan kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) terhadap mencit putih jantan galur Deutschland Denden Yoken (DDY). Penelitian ini terdiri dari 7 kelompok dan tiap kelompok digunakan 4 ekor mencit putih jantan. Masing-masing perlakuan diberi infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasinya dengan volume 1 ml. Hewan uji diinduksi demam menggunakan pepton sebanyak 0,2 ml secara intraperitoneal. Pengukuran suhu tubuh hewan uji menggunakan termometer digital tiap 30 menit hinggam 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasi dengan perbandingan (1:1) (1:2) dan (2:1) pada menit ke 180 masing-masing menunjukkan ∆t yaitu 2,3°C, 1,8°C, 1,8°C, 2,1°C, dan 2,7°C, yang berarti memiliki aktivitas antipiretik terhadap mencit putih jantan. Serta pada kombinasi infusa (2:1) menunjukkan aktivitas antipiretik yang sama seperti parasetamol yaitu 2,7°C.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN JAMBU BIJI BERDAGING MERAH (Psidium guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN

2022Koleksi Perpustakaan

Analgesik merupakan suatu obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengurangi dan menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penggunaan obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang relatif lebih aman dari efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik dari perbandingan konsentrasi daun jambu biji berdaging merah (Psidium guajava L.) dan daun kemangi (Ocimum americanum L.) serta kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan galur (Deutschen Denken Yoken) yang diinduksi asam asetat 0,7% v/v sebagai perangsang nyeri. Dalam penelitian ini digunakan metode geliat (Writhing Test Reflex) pada mencit putih jantan 28 ekor dalam 7 kelompok dengan konsentrasi yang digunakan pada masing-masing infusa daun jambu biji dan daun kemangi yaitu 20%, kombinasi infusa perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1, serta serbuk aspirin 1,3 mg/gr BB (65 mg/Kg BB) sebagai kontrol positif. Skripsi menunjukkan bahwa masing-masing pemberian infusa tunggal serta kombinasinya memiliki aktivitas analgesik, kombinasi infusa perbandingan 2:1 memiliki aktivitas analgesik terbaik dalam penurunan jumlah geliat terhadap mencit putih jantan dengan presentase proteksi sebesar 63,80% dan presentase efektivitas tertinggi yaitu 92,92% yang mendekati kontrol positif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN RANTI (Solanum nigrum L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT

2022Koleksi Perpustakaan

Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28 ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar 66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa 1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak lebih baik dari infusa tunggalnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail