BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai
dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh
berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan
Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan
penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik
sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik
pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini
dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun
2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di
Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin
terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5
tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%).
Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil
evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat
indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat
lama pemberian (8%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang
menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan
rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen
penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA
merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical
Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi
untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan
pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu
dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu
industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow
proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi
5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran
ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di
gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase
kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu
sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang
mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan
Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini,
penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat
generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan
perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area
penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu
100 Lux.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu peningkatan tekanan darah sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat
lima golongan utama obat antihipertensi yaitu ACEI, ARB, beta bloker, CCB dan
diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan
evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukalarang
Sukabumi periode Juli – Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pengambilan data sekunder dari rekam medik. Pengambilan sampel menggunakan
rumus Slovin dengan teknik purposive sampling dengan tingkat kepercayaan 90%.
Populasi sebanyak 697 pasien, diambil sampel sebanyak 88 pasien. Hasil penelitian
karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah
perempuan 59 pasien (67%), usia terbanyak adalah lansia akhir 56 – 65 tahun 30
pasien (34%), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 sebanyak
42 pasien (48%) dan pasien tanpa penyakit penyerta 61%. Penggunaan obat
antihipertensi lebih banyak secara monoterapi sebesar 68% dibandingkan obat
kombinasi sebesar 32%. Monoterapi terbanyak adalah amlodipin sebesar 42%
sedangkan kombinasi terbanyak adalah captopril – amlodipin sebesar 24%.
Kemudian dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman
Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi (PERHI) tahun 2019, yaitu tepat indikasi
100%, tepat pasien 100%, tepat obat 76%, tepat dosis 100% dan tepat frekuensi
waktu pemberian obat 91%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pada perkiraan tahun 2019, terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap
tahunnya, yang mengakibatkan sekitar 110.000 kematian per tahun. Risiko tifoid
lebih tinggi terjadi pada populasi yang tidak mempunyai akses terhadap air bersih
dan sanitasi yang memadai, dan anak-anak mempunyai risiko paling tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pasien, melihat gambaran penggunaan
antibiotik dan mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien tifoid
rawat jalan di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor periode Januari Januari – Juli
2023, meliputi tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi
dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan
resep anak yang terdiagnosa demam tifoid rawat jalan di Klinik Denti Sari
Kabupaten Bogor periode Januari-Juli 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 96.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Karakteristik pasien demam tifoid anak di
Klinik Denti Sari Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak laki-laki sebanyak 57
pasien (58,38%), usia terbanyak pada pasien demam tifoid adalah pada usia 5-11
tahun sebanyak 43 pasien (44,79%). Adapun berdasarkan berat badan lebih banyak
yang memiliki berat badan normal sebanyak 38 pasien (39,59%). Berdasarkan
gambaran penggunaan antibiotik didapatkan hasil penggunaan antibiotik terbanyak
adalah Cotrimoxazole (Sulfametoxazole-Trimethoprim) sebanyak 41 pasien
(42,71%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada demam tifoid anak untuk
tepat pasien sebanyak 96 pasien (100%), tepat indikasi sebanyak 96 pasien (100%),
pada tepat obat sebanyak 96 pasien (98,97%), pada tepat dosis sebanyak 14 pasien
(14,58%), tepat frekuensi sebanyak 83 pasien (86,46%) dan tepat lama pemberian
antibiotik sebanyak 96 pasien (100%) tidak tepat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi
untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan
pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu
dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu
industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow
proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi
5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran
ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di
gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase
kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu
sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang
mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan
Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini,
penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat
generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan
perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area
penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu
100 Lux.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan
cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang
dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan
perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma
110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang
berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya
penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi
kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi
penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain
penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara
retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator
kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada
indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator
sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada
indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40
%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek
Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara
menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS
Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang
dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan
data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan
subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian
dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan
di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara
metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum
maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara
peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah
memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan
standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya
penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit.
Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak
buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena
memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari
ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang
baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk
pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28%
dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun
padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi
yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan
parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa
dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun
padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68
ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun
padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik 90 mmHg untuk dua kali pengukuran dan pasien diukur
pada keadaan tenang. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu
Antagonis Converting Enzym Inhibitor, Antagonis Reseptor Bloker, beta bloker,
Calcium Chanel Bloker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik pasien, penyakit penyerta, gambaran tekanan darah, profil penggunaan
obat dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan algoritma terapi hipertensi
Joint Commite National Eight (JNC 8)di Klinik Budhi Pratama Gedong periode
Januari – Maret 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan
rancangan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara
retrospektif dari rekam medik pasien periode Januari-Maret 2021. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara total sampling dengan jumlah
sampel 75 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis
kelamin terbanyak adalah perempuan 48 pasien (64%), usia terbanyak adalah manula
lebih 65 tahun 30 pasien (40 %), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi
stage1 sebanyak 50 pasien (66.67 %) dan pasien hipertensi dengan diabetes mellitus
sebanyak 24 pasien (32%) . Profil penggunaan obat antihipertensi secara tunggal
sebanyak 48 pasien (64%). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman
Joint Commite Nasional Eight (JNC 8) tahun 2014, yaitu sesuai sebanyak 64 pasien
(85.33%) dan tidak sesuai sebanyak 11 pasien (14.67%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue.
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang
terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat
penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan
Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan
dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara
deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam
medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil
sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis
kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat
dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada
pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%;
Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat
dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih
dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi
penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat
lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug
Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian
ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis
secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total
sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%),
kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%).
Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak
(13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan
yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik,
antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%),
probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%),
probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink,
probiotik, antibiotik (100%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan
manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus
yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini.
Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi
bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data
sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil
penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien
penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder
dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang
dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini
diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82
pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51
pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan
data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang
(35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54
pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime
sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan
dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82
sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah >140/90 mmHg dengan pemeriksaan
yang berulang. Dalam keberhasilan terapi, penggunaan obat rasional sangat penting.
Keberhasilan terapi ditandai dengan penurunan tekanan darah sesuai dengan standar
Joint National Committee (JNC) 8 yaitu usia >60 tahun keberhasilannya <150/90
mmHg dan usia <60 tahun keberhasilannya <140/90 mmHg. Penelitian ini bertujan
untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien, profil penggunaan obat
antihipertensi, ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan keberhasilan terapi obat
antihipertensi berdasarkan JNC 8 di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif Observasional dengan pendekatan secara
retrospektif mengumpulkan data sekunder dari rekam medik dan resep sebanyak 99
pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian, usia paling banyak 46-55
tahun sebanyak 43 pasien (43,43%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 81 pasien
(81,82%). Penggunaan Obat terbanyak yaitu kombinasi sebanyak 47 pasien
(47.47%). Ketepatan penggunaan, Tepat obat, dosis, indikasi menunjukkan hasil
100% tepat dan tepat frekuensi 79 pasien (79,80%) tepat, 20 pasien (20,20%) tidak
tepat. Keberhasilan terapi berdasarkan JNC 8, 17 pasien (17,17%) berhasil, 82 pasien
(82,83%) tidak berhasil.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu
tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair
dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara
fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70%
daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang
paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun
cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun
mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C.
Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika
setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh
panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang
menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli.
Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan
antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan
sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan
mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien
bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember
2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif
dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel
sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi :
umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki
– laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%).
Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20
pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat
dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hati yang merupakan penyakit
dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat berkembang menjadi
sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat pengobatan dengan tepat.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengobatan yang diberikan kepada pasien
hepatitis B meliputi profil dan kesesuaian pengobatan di RS Sekarwangi Sukabumi.
Metode penelitian berupa deskriptif observasional, pengumpulan data dilakukan
secara retrospektif dari 69 rekam medis pasien rawat jalan periode 2018-2021
berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keseluruhan terapi
yang sesuai dengan Kesesuaian dengan Konsensus Nasional Penatalaksanaan
Hepatitis B di indonesia tahun 2012 (PPHI) sebanyak 27 (39,13%) penggunaan
antiviral, sebanyak 47 (67,14%) sesuai berdasarkan terapi hepatoprotektor,
sebanyak 19 ( 27,53%) sesuai berdasarkan terapi simtomatik, sebanyak 17
(24,63%) sesuai berdasarkan terapi suportif.