BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kulit buah pisang raja (Musa paradisiaca (L)) merupakan salah satu tanaman yang
memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit buah pisang raja yang dibuat menjadi
sediaan Hair Mask dan pengujian mutu fisik sediaan. Kulit buah pisang diekstraksi
menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas
antioksidan menggunakan peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan
aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% metode maserasi menunjukkan nilai IC50
sebesar 46,82 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil
ekstrak tertinggi dijadikan sebagai zat aktif Hair Mask. Hair Mask F1 mengandung
5%, F2 mengandung 7,5% dan F3 mengandung 10% ekstrak. Hasil aktivitas
antioksidan tertinggi pada F3 dengan IC50 sebesar 11,48 ppm. Hair Mask ekstrak
kulit buah pisang raja semua konsentrasi homogen, tidak mengiritasi kulit, memiliki
pH tidak sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula
yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan mutu fisik baik adalah formula 3
dengan ekstrak kulit buah pisang raja 10%. akan tetapi formula 2 dengan ekstrak
kulit buah pisang raja 7,5% menjadi formula yang paling diminati.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi
dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk
radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki
potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.).
Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin
merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi
terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96%
daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol
96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama
penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96%
daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia
didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga
(Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi
ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik
sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar,
viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan
terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun
mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan
didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari
ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas
antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan
menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian
cycling test.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Jerawat merupakan penyakit kulit yang bersifat kronis dan berulang yang
sering terjadi di ruang lingkup remaja. Penyebab jerawat dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri patogen yaitu bakeri Propionibacterium acnes dan Staphylococus
epidemis. Propionibacterium acnes merupakan flora normal dari kelenjar
pilobeseus kulit manusia, bakteri ini dapat menyebabkan jerawat dengan
menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Penelitian
ini bertujuan pada uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis)
terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan pembanding metode ekstraksi
maserasi dan sonikasi. Penelitian ini menggunakan metode pembanding pada
ekstraksi maserasi dan sonikasi terhadap bakteri propionibacterium acnes. Hasil
dari penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak maserasi etanol 70% daun sukun
(Artocarpus altilis) mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi
15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter daya hambat
sebesar 10,87 mm yang dikelompokkan sebagai antibakteri kategori kuat.