BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit.
Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak
buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena
memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari
ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang
baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk
pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28%
dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun
padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi
yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan
parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa
dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun
padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68
ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun
padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu
tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair
dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara
fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70%
daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang
paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun
cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun
mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C.
Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika
setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh
panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat
yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas
antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel
facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan
facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil
menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter
uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil
evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan
7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan
menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)
menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50
terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.