BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) telah diteliti memiliki kandungan
polifenol dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk
meningkatkan kadar trombosit pada keadaan demam berdarah. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan granul effervescent dari ekstrak daun ubi jalar ungu
yang memiliki mutu karakteristik yang sesuai sediaan formula standar
menggunakan metode granulasasi basah. Rancangan penelitian ini menggunakan
penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan granul effervescent
ekstrak daun ubi jalar ungu. Pada granul effervescent yang telah dihasilkan,
dilakukan uji mutu fisik karakteristik dan uji evaluasi stabilitas granul meliputi;
kadar air,sudut istirahat,waktu larut, pH larutan, organoleptik. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pada formulasi 1, didapatkan hasil pengujian kadar air %LOD
2,2%,sudut istirahat 28°, waktu larut 15 gram/detik dengan pengadukan dan tanpa
pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 05.24 detik, pH 3,91, pada formulasi 2,
didapatkan hasil pengujian kadar air %MC 2,04%, sudut istirahat 26°, waktu larut
20 gram/detik dengan pengadukan, tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir
06.40 detik,pH 3,81. Kedua formulasi memenuhi syarat mutu fisik granul efferves-
cent, kecuali pH tidak memenuhi syarat, namun kurang stabil selama waktu penyimpanan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu tanaman
yang memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini
diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada
kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis
PVA dan HPMC terhadap karakteristik fisik sediaan masker peel-off. Metode
penelitian ini adalah formulasi masker peel-off ekstrak etanol 70% daun ubi jalar
ungu (Ipomea batatas L.) dengan menggunakan kombinasi basis PVA dan HPMC.
Tiga formula sediaan masker peel-off yaitu F1 (10%:2%), F2 (9%:3%) dan F3
(8%:4%). Formulasi yang didapat diuji karakteristik masker peel-off meliputi uji
organoleptis, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta waktu mengering.
Berdasarkan hasil penelitian F3 menghasilkan karakteristik masker peel-off dengan
viskositas yang sesuai syarat yaitu 2700 cps, pH 6, daya sebar 5,77 cm dan waktu
mengering 20'19". Berdasarkan hasil evaluasi fisik semua formula dapat
diformulasikan menjadi sediaan masker peel-off tetapi pada F1 dan F2 daya
sebarnya tidak memenuhi persyaratan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun..Ubi..Jalar Ungu”(Ipomoea..batatas..L.)..mengandung”senyawa saponin,
flavonoid, polifenol,”tanin,..dan”antioksidan yang tinggi. Salah satu pemanfaatan
daun ubi jalar ungu secara topikal sebagai antioksidan adalah diformulasikan ke
dalam bentuk sediaan farmasi.”Penelitian..ini..bertujuan..untuk”menghasilkan
sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun ubi jalar ungu dan
memperoleh informasi mengenai karakteristik kualitas fisik sediaan peeling krim
wajah ekstrak..etanol 70% daun..ubi..jalar..ungu meliputi organoleptik,
homogenitas, daya sebar, viskositas dan pH yang sesuai standar mutu sediaan
farmasi. Sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun ubi jalar ungu dibuat
dalam 2 formulasi dengan konsentrasi asam stearat F1 6% dan F2 8%. Evaluasi
sediaan meliputi pengamatan organoleptik,”uji..homogenitas,..uji..daya
sebar,..uji..viskositas,..dan..uji..pH.”Kedua”formulasi”memenuhi syarat evaluasi
fisik sediaan peeling krim wajah. Namun, uji daya sebar tidak memenuhi kriteria.
F1 memberikan hasil yang lebih baik dari F2 dengan hasil uji daya sebar mencapai
4,48 cm, uji viskositas sebesar 28.500 Cps, dan uji pH sebesar 6,4.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder
golongan flavonoid dan tanin yang mempunyai efektivitas antioksidan yang
besar. Oleh karena itu ekstrak daun ubi jalar ungu dapat dibuat menjadi sediaan
topikal yang dapat melindungi kulit. Formulasi body gel ekstrak etanol daun ubi
jalar ungu sampai saat ini belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membuat formula body gel tabir surya dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar
ungu dan mengevaluasi karakteristik fisiknya. Ekstrak kental etanol 70% daun ubi
jalar ungu diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan
dievaporasi dengan rotary evaporator suhu 50oC hingga didapatkan ekstrak dan
ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan waterbath suhu 40oC
sehingga diperoleh ekstrak kental. Sediaan body gel tabir surya dibuat dalam tiga
formula (F1, F2, F3) yang mengandung 1%, 2%, dan 3% ekstrak kental etanol
70% daun ubi jalar ungu, dan juga formula kontrol tanpa ekstrak (K(-)).
Karakteristik fisik sediaan body gel tabir surya yang diperoleh dievaluasi melalui
uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar serta daya lekat. Hasil
penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dapat
diformulasikan sebagai body gel dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% dan semua
formula yang didapatkan memiliki karakteristik fisik yang memenuhi syarat body
gel yang baik, kecuali pada daya sebar. Dari ketiga formula, F3 dengan
konsentrasi 3% termasuk formula gel yang baik dengan nilai viskositas 3.900, pH
6,3, daya lekat 03,56 detik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari yang berlebihan dan berkepanjangan dapat
menyebabkan eritema, kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit. Daun ubi
jalar ungu (Ipomoea batatas L.) banyak mengandung saponin, flavonoid,
polifenol, tanin dan antioksidan. Oleh karena itu dapat digunakan sebagai bahan
aktif dalam pembuatan body lotion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui nilai SPF ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas
L.) secara spektrofotometri ultraviolet-tampak. Ukur absorbansi di bawah sinar
UV-B dengan panjang gelombang 290-320 nm pada interval 5 nm. Nilai SPF
ditentukan berdasarkan persamaan Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai SPF body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu adalah 0,34%,
0,37% dan 0,40% yaitu 5,39 (perlindungan sedang); 6,43 (perlindungan sedang);
uji SPSS 6,76 (perlindungan sedang); perlindungan), mengandung tiga formula
body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi ungu semuanya memiliki tingkat
perlindungan aktivitas tabir surya sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang
digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan
kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila
digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50
dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang
terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI,
F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body
lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm,
sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu
35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi
3.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang
mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar
ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas
menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji
Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50).
Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol
70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan
171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut
termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga
berpotensi sebagai antikanker.