Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Anna P. Roswiem

6 karya publik ditemukan.

2023: 32022: 12021: 2

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.), RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN KOMBINASINYA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rimpang lengkuas dan rimpang kencur adalah bagian dari tanaman yang dibudidayakan, dapat digunakan sebagai obat dan mengandung senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak tunggal rimpang lengkuas dan kencur, serta kombinasi keduanya. Rimpang lengkuas dan kencur masing- masing diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui jenis metabolit sekundernya. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan kombinasinya dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan 1,1-difenil- 2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang lengkuas dan rimpang kencur mengandung metabolit sekunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal lengkuas dan kencur termasuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 33,84 ppm dan 23,69 ppm. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas dan kencur dengan perbandingan (1:1), (1:2), dan (2:1) berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 158,19 ppm (kategori sedang), 44,72 ppm (kategori sangat kuat), dan 89,81 ppm (kategori kuat).Vitamin C sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 1,98 ppm. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi lengkuas dan kencur tidak memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya.

ANALISIS PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.), SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DAN KOMBINASINYA DENGAN METODE DPPH

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder, serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85 μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat. Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus x aurantifolia (Christm) Swingle.)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1 (0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4 (0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50 berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012 ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi mutu fisik sediaan.

PENGARUH Chito Oligosaccharides DALAM MINUMAN SINBIOTIK MENGANDUNG BEKATUL BERAS PUTIH SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik. Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.

AKTIVITAS DAN KINETIKA INHIBISI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAYU MANIS JAWA (CINNAMOMUM VERUM) TERHADAP ENZIM a-GLUKOSIDAS

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na. Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435 g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN HEKSANA BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN Pityrosporum ovale

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara yang memiliki kelembapan tinggi, dimana kelembapan tersebut merupakan media tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu ketombe. Salah satu penyebab utama timbulnya ketombe yaitu Pityrosporum ovale. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol, etil asetat dan heksana dari biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale dengan metode difusi sumuran. Serbuk simplisia dimaserasi secara bertingkat menggunakan pelarut heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Dan pengujian aktivitas antijamur Pityrosporum ovale dari masing – masing ekstrak dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan heksana dari biji pepaya mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ketiga ekstrak biji pepaya mempunyai aktivitas antifungi terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale berbeda nyata (α<0,05) satu sama lain. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Pityrosporum ovale tertinggi pada ekstrak etanol biji pepaya dengan respon hambat pertumbuhan yaitu kuat (10,9-16,0 mm).