2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rimpang lengkuas dan rimpang kencur adalah bagian dari tanaman yang
dibudidayakan, dapat digunakan sebagai obat dan mengandung senyawa yang dapat
menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit
sekunder dan kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak tunggal rimpang lengkuas
dan kencur, serta kombinasi keduanya. Rimpang lengkuas dan kencur masing-
masing diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%.
Kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui jenis metabolit sekundernya.
Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan
kombinasinya dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan 1,1-difenil-
2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang lengkuas dan
rimpang kencur mengandung metabolit sekunder golongan senyawa alkaloid,
flavonoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal lengkuas dan
kencur termasuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 33,84 ppm dan
23,69 ppm. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas dan kencur dengan perbandingan
(1:1), (1:2), dan (2:1) berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 158,19 ppm
(kategori sedang), 44,72 ppm (kategori sangat kuat), dan 89,81 ppm (kategori
kuat).Vitamin C sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 1,98 ppm. Berdasarkan
penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi lengkuas dan kencur tidak
memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak
tunggalnya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan
adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut
(Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid.
Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder,
serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma
malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas
antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak
tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85
μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada
kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C
didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak
tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat.
Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut
Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk
diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan
perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah
dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat
aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah
jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat
radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit
jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang
diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan.
Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1
(0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4
(0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas
DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang
gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid,
saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid,
saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50
berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan
serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012
ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi
mutu fisik sediaan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik.
Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito
oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap
pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul
beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik
mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan
Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula
F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam
laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan
hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang
disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian
ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang
kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa
metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na.
Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan
menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi
dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa
(C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm
dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis
Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435
g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit
batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan negara yang memiliki kelembapan tinggi, dimana
kelembapan tersebut merupakan media tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu ketombe. Salah satu
penyebab utama timbulnya ketombe yaitu Pityrosporum ovale. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol, etil asetat dan heksana dari biji
pepaya (Carica papaya L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale dengan metode
difusi sumuran. Serbuk simplisia dimaserasi secara bertingkat menggunakan
pelarut heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Dan pengujian aktivitas antijamur
Pityrosporum ovale dari masing – masing ekstrak dengan konsentrasi 10%, 15%,
dan 20% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan heksana dari biji pepaya mengandung
alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ketiga ekstrak biji pepaya mempunyai aktivitas
antifungi terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale berbeda nyata (α<0,05) satu
sama lain. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Pityrosporum ovale tertinggi
pada ekstrak etanol biji pepaya dengan respon hambat pertumbuhan yaitu kuat
(10,9-16,0 mm).