BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam
pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa
sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35.
Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita
diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat
enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α-
glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40,
60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam
kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal,
akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam
kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang
ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin
maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa
dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga
dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah.
Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai
antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang
memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang
dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak
etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi
yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi
etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam
kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil
kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat
enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan suatu kelompok gangguan metabolisme yang
ditandai dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan
sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, serta gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak dan protein. Terapi diabetes melitus dapat menggunakan obat
antihiperglikemik oral golongan penghambatan enzim α-glukosidase dengan
menunda proses absorpsi glukosa ke dalam darah sehingga menurunkan
peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase ekstrak etil asetat daun teh hasil
fraksinasi dan membandingkan aktivitas yang lebih baik antara ekstrak etil asetat
dan isolat. Penelitian ini menggunakan ekstrak etil asetat daun teh hasil partisi,
kemudian diuji aktivitas hingga diperoleh nilai IC50. Ekstrak tersebut dipisahkan
dengan metode kromatografi kolom dan KLT hingga diperoleh fraksi dengan
aktivitas terbaik dalam menghambat enzim α-glukosidase. Hasil penelitian
menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memperoleh nilai IC50 sebesar 45,00 ppm.
Fraksi terbaik diperoleh pada kromatografi kolom kedua dengan kode CSEA-2.1
dengan nilai IC50 41,51 ppm. Kesimpulannya fraksi hasil kromatografi kolom
memiliki aktivitas lebih baik dari eksttrak dalam menghambat enzim α-glukosidase.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi
insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor
α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan
glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang
mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu
manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk
antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes
formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim
α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil
pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas
inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50
pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan
pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas
inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya
hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami
peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001
< 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam
penambahan konsentrasi pada sampel.