Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Penulis: Partomuan Simanjuntak
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI SIRSAK (Annona muricata L.)

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak (Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50. Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2 ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki nilai IC50 <100 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α- glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat dalam menghambat enzim -glukosidase.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah. Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN AKTIVITAS EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Terapi diabetes melitus dapat menggunakan obat antihiperglikemik oral golongan penghambatan enzim α-glukosidase dengan menunda proses absorpsi glukosa ke dalam darah sehingga menurunkan peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase ekstrak etil asetat daun teh hasil fraksinasi dan membandingkan aktivitas yang lebih baik antara ekstrak etil asetat dan isolat. Penelitian ini menggunakan ekstrak etil asetat daun teh hasil partisi, kemudian diuji aktivitas hingga diperoleh nilai IC50. Ekstrak tersebut dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT hingga diperoleh fraksi dengan aktivitas terbaik dalam menghambat enzim α-glukosidase. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memperoleh nilai IC50 sebesar 45,00 ppm. Fraksi terbaik diperoleh pada kromatografi kolom kedua dengan kode CSEA-2.1 dengan nilai IC50 41,51 ppm. Kesimpulannya fraksi hasil kromatografi kolom memiliki aktivitas lebih baik dari eksttrak dalam menghambat enzim α-glukosidase.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR β-SITOSTEROL HASIL ISOLASI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β- sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5 merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13 mg/gram.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail