BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Luka bakar sebagai kerusakan ditemukan pada jaringan epidermis, jaringan dermal atau jaringan lebih dalam, disebabkan dengan kontak jaringan termal, kimia, atau listrik. Daun gaharu dan kolang-kaling dapat menyembuhkan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman dan untuk menganalisis efek penyembuhan luka bakar dalam sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) dan kolang-kaling (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dengan menggunakan bahan percobaan mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu
ekstrak etanol 96% daun gaharu, kolang-kaling, kombinasi 1:1, 1:2, 2:1, kontrol
positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel). Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun gaharu mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Kolang-kaling mengandung golongan senyawa flavonoid. Data yang diperoleh yaitu pengukuran diameter luka bakar dan persentase penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh dari pengujian statistik berbeda signifikan yaitu menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 1:2 dengan perlakuan lainnya memiliki perbedaan dengan 1:2 sebesar 78,66% dengan kontrol
positif memiliki persentase sebesar 100% mampu mempercepat penyembuhan luka bakar pada mencit jantan (Mus musculus) yang menunjukan hasil terbaik terhadap penyembuhan luka bakar pada hari keempat belas.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah
penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi
penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek
samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun
stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L)
dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan
aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan
instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi
diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan
uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak
etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata
dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak
tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm,
kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3
3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai
IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif
sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga
rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai
antidiabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita
hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang
mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat
tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma
longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak
tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh
dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara
kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan
pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga
diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50).
Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan
senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%)
dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol
menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm)
yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada
kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai
potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm)
dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi
ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki
banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti
antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan
aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh
melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol
96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak
diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak
ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2-
diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada
ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak
mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid,
saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian
metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil
asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan
daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut
memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50
semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi
pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi
dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk
radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki
potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.).
Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin
merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi
terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96%
daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol
96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama
penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96%
daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia
didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga
(Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi
ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik
sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar,
viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan
terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun
mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan
didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari
ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas
antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan
menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian
cycling test.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buah tin merupakan sumber penting komponen bioaktif mengandung senyawa fenol,
benzaldehida, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki sifat antioksidan.
Ekstrak buah tin memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes baik terhadap
penghambatan enzim α-amilase. Tujuan penelitian untuk pengujian kualitatif dan
kuantitatif buah tin yang dapat menghambat enzim α-amilase sehingga dapat
mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes melitus yang menggunakan
kontrol positif akarbosa sebagai pembanding. Buah tin yang dilakukan secara maserasi
menggunakan pelarut etanol 70%, hasil maserasi buah tin yang didapatkan diuji
fitokimia nya. Hasil aktivitas inhibisi ekstrak etanol 70% buah tin dihitung untuk
mendapatkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan buah tin mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid dan steroid. Dalam uji aktivitas penghambatan
ekstrak etanol 70% buah tin pada enzim α-amilase didapatkan IC50 sebesar 40,2572
ppm dan nilai IC50 untuk akarbosa adalah 47,9769 ppm. Dengan demikian buah tin
memiliki aktivitas penghambatan pada enzim α-amilase dengan antioksidan yang
sangat kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental
mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun
mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi
sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai
antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi
bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode
pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g)
Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu
memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik,
homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi
krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil:
kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat
30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas
(Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat
kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH
cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif
730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun
sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Andes yang
memiliki khasiat sebagai anti diabetes, anti oksidan, dan lain-lain, daun yakon dapat
digunakan sebagai bahan baku untuk obat herbal alternatif. agar bahan baku
tersebut sesuai dengan persyaratan mutu, maka dilakukan standardisasi. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui nilai standar mutu serta identitas dari ekstrak etanol
96% daun yakon yang mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia. Metode yang
dilakukan meliputi beberapa tahap antara lain, persiapan simplisia, ekstraksi dengan
metode maserasi, perhitungan rendemen, penapisan fitokimia, perhitungan bobot
jenis ekstrak, penetapan kadar air dengan metode gravimetri, pengujian angka
logam berat Pb dan Cd menggunakan metode spektrofotometri, dan pengujian
cemaran mikroba angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil dari
penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak etanol daun yakon memiliki kandungan
fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dengan nilai
rendemen 9,59%, kadar total flavonoid sebesar 8,432 mg QE/g Ekstrak, kadar abu
total sebanyak 5,59%, kadar air 3,6%, kadar logam Pb dan Cd tidak terdeteksi,
angka lempeng total dan angka kapang khamir negatif. Kesimpulan dari penelitian
ini bahwa ekstrak etanol 96% daun yakon yang berasal dari perkebunan di
Wonosobo memenuhi standar mutu untuk dapat dijadikan sebagai bahan obat
herbal.