2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi
meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa.
Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri
Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies.
Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid,
flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang
terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan
kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik
sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33
mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya
hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan
sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada
konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way
ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari
ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156
dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang
didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kedua perlakuan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai
proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang.
Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain
umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu.
Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa
seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa
kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman
yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah
mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus
L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96%
dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil
flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam
2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan
konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi
meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH
konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula
I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji
viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic
formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III
sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai
kekentalannya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau
polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid,
flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga
berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi
antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas
masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi
dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine
Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan
hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50
(Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50
diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari
ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai
dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2.
Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun
kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat
toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas
yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung
aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan
senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu
bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid
pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1.
Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu
bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan
metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg
GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil
Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan
kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode
kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak;
17,6 mg QE/g ekstrak.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan
hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang
disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian
ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang
kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa
metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na.
Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan
menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi
dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa
(C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm
dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis
Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435
g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit
batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol
infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid,
flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan
biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil
asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol
96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam
konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri
ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan
pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades
yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm.
Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada
ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jerawat adalah kelainan berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang
disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri.
Salah satu agen utama penyebab terjadinya inflamasi jerawat yaitu bakteri
Propionibacterium acnes. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan yang memiliki
konsistensi yang cocok digunakan untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh
bakteri. Bunga mawar merah (Rosa chinensis Jacq). mengandung flavonoid yang
bersifat antibakteri yang merupakan turunan flavonoid yaitu senyawa antosianin.
Senyawa ini merupakan zat pewarna alami yang larut air, mudah diserap tubuh yang
berfungsi menghentikan infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menentukan aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak mahkota bunga
mawar merah terhadap bakteri Propionibacterium acne serta menetukan mutu fisik
sediaan salep dari ekstrak mahkota bunga mawar merah. dengan uji menggunakan
metode sumuran. mutu fisik meliputi: uji organoleptik, homogenitas, pH, uji daya
sebar dan viskositas dari ekstrak sediaan salep mahkota bunga mawar merah. dibuat
tiga formula sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak yang diformulasi kebasis
sebesar 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak mahkota bunga
mawar merah mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin.
Aktivitas antibakteri ekstrak mahkota bunga mawar merah konsentrasi 5%, 10%,
15% diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 13,99 mm, 17,05 mm, 21,02
mm, 22,36 mm. Sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah F1, F2, dan
F3 diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 11,2 mm, 12,83 mm, 17,8 mm,
21,94 mm yang menunjukan sediaan salep dengan kategori kuat pada konsentrasi
15%. Pada uji mutu fisik sediaan salep dengan hasil organoleptik warna coklat,
aroma khas ekstrak mawar merah, memiliki pH 4,5-6,5 viskositas pada kisaran
2000-50000 cPs sesuai dengan literatur.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai
dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman
yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun
kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini
menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan
tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak
24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na
(kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n-
heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis
0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg
BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk
memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat
plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik
(ANOVA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis
1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB
(inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas
50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil
asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019
menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala
(Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes
pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel
ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada
penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel
dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji
mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling
test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode
difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung
senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas
antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan
konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel
ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri
sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut
6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel
ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes.