Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Herson Cahaya Himawan

9 karya publik ditemukan.

2022: 22021: 7

FORMULASI DAN AKTIVITAS OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KITOLOD (Hippobroma longiflora (L) G.Don) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa. Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies. Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33 mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156 dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN DAUN BAYAM (Amaranthus hybridus L) SERTA FORMULASI SEDIAAN Hair Tonic

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu. Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam 2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai kekentalannya.

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT PETAI ( Parkia Speciosa ) DAN..KULIT..JENGKOL ( Archidendron jiringa..( Jack )..I.C.Nielsen )..DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50 (Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50 diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2. Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), DAN KOMBINASINYA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1. Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak; 17,6 mg QE/g ekstrak.

AKTIVITAS DAN KINETIKA INHIBISI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAYU MANIS JAWA (CINNAMOMUM VERUM) TERHADAP ENZIM a-GLUKOSIDAS

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na. Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435 g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT, ETANOL DAN AIR DARI BUAH SEGAR SAWO DUREN (Chrysophyllum cainito) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid, flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm. Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.

POTENSI SALEP ANTIJERAWAT EKSTRAK MAHKOTA BUNGA MAWAR (Rosa chinensis Jacq) TERHADAP BAKTERI (Propionibacterium acnes)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat adalah kelainan berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri. Salah satu agen utama penyebab terjadinya inflamasi jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan yang memiliki konsistensi yang cocok digunakan untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri. Bunga mawar merah (Rosa chinensis Jacq). mengandung flavonoid yang bersifat antibakteri yang merupakan turunan flavonoid yaitu senyawa antosianin. Senyawa ini merupakan zat pewarna alami yang larut air, mudah diserap tubuh yang berfungsi menghentikan infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah terhadap bakteri Propionibacterium acne serta menetukan mutu fisik sediaan salep dari ekstrak mahkota bunga mawar merah. dengan uji menggunakan metode sumuran. mutu fisik meliputi: uji organoleptik, homogenitas, pH, uji daya sebar dan viskositas dari ekstrak sediaan salep mahkota bunga mawar merah. dibuat tiga formula sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak yang diformulasi kebasis sebesar 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak mahkota bunga mawar merah konsentrasi 5%, 10%, 15% diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 13,99 mm, 17,05 mm, 21,02 mm, 22,36 mm. Sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah F1, F2, dan F3 diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 11,2 mm, 12,83 mm, 17,8 mm, 21,94 mm yang menunjukan sediaan salep dengan kategori kuat pada konsentrasi 15%. Pada uji mutu fisik sediaan salep dengan hasil organoleptik warna coklat, aroma khas ekstrak mawar merah, memiliki pH 4,5-6,5 viskositas pada kisaran 2000-50000 cPs sesuai dengan literatur.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL 70% DAUN KAKTUS CENTONG (Optuntia cochenillifera) TERHADAP UDEMA KAKI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na (kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n- heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis 1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB (inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas 50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL ANTI ACNE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019 menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut 6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.