Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Stevia rebaudiana
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SEBAGAI ANTIDIABETES

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm, kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3 3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai antidiabetes.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT ANTIPSIKOTIK GOLONGAN TIPIKAL, ATIPIKAL, DAN KOMBINASINYA TERHADAP OUTCOME TERAPI PASIEN SKIZOFRENIA DI RS MARZOEKI MAHDI

2023Koleksi Perpustakaan

Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α- glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V) 1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV) merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V) senilai 3,1.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS FORMULA SEDIAAN TEH HERBAL KOMBINASI DAUN PARE (Momordica charantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) DALAM MENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2023Koleksi Perpustakaan

Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α- glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V) 1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV) merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V) senilai 3,1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISOLASI DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. Terapi yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase sehingga dapat menunda penyerapan glukosa dan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah. Penggunaan bahan alam yang telah lama digunakan dan mempunyai potensi sebagai antidiabetes adalah daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat daun stevia dan isolat yang diperoleh yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak etil asetatsecara in vitro, kemudian dilakukan proses isolasi dengan metode kromatografi yang dipandu dengan penentuan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari hasil partisi memiliki aktivitas sebesar 43,43 ppm sedangkan isolat fraksi etil asetat dari hasil kromatografi sebesar 39,42 ppm dan keduanya termasuk kedalam kategori aktif. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fraksi etil asetat daun stevia dari hasil kromatografi memiliki aktivitas yang lebih baik dan berpotensi aktif dalam menghambat enzim α-glukosidase dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dari hasil partisi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STABILITAS DAN AKTIVITAS SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022Koleksi Perpustakaan

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL EKSTRAK AIR KOMBINASI DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol, daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail