Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Akarbosa
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96%, FRAKSI ETIL ASETAT dan FRAKSI AIR DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karena peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Terapi penghambatan enzim α-glukosidase salah satu cara untuk mengobati diabetes. Penggunaan bahan alam seperti daun sirih hutan merupakan tanaman yang secara empiris dapat mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96%, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih hutan dalam menghambat enzim α-glukosidase. Penarikan golongan senyawa aktif daun sirih hutan dilakukan dengan cara ekstraksi dan fraksinasi. Penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro menggunakan instrumen ELISA Reader. Golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun sirih hutan adalah flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid dan glikosida tetapi pada fraksi air tidak mengandung steroid/triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase yang termasuk kedalam kategori kuat adalah adalah ekstrak etanol 96% dengan nilai IC50 sebesar 27,45 ppm dan fraksi etil asetat sebesar 44,68 ppm sedangkan fraksi air sebesar 54,44 ppm masuk dalam kategori sedang dalam menghambat enzim α-glukosidase, kemudian kontrol positif akarbosa masuk dalam kategori kuat memiliki nilai IC50 sebesar 12,66 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ALFA- GLUKOSIDASE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) SECARA In vitro

2023Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase. Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi. Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE FORMULASI MINUMAN SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiberis officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIDIABETES

2022Koleksi Perpustakaan

Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50 pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001 < 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam penambahan konsentrasi pada sampel.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail