BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Sarang semut merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di Papua, Sumatera
dan Jawa yang memiliki banyak manfaat untuk menjadi obat berbagai jenis
penyakit dan berpotensi sebagai obat antikanker. Dua genus sarang semut yang
berkhasiat sebagai obat yaitu Myrmecodia dan Hydnophytum. Namun mutu suatu
tanaman dapat berbeda bergantung lingkungan tempat tumbuh dan cuaca tempat
tumbuh tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendaptkan informasi
terkait kandungan fitokimia dan perbedaan toksisitas ekstrak air sarang semut dari
Papua dan Pangandaran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
Ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran diuji fitokimia kemudian diuji
toksisitasnya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak air sarang semut dari Papua mempunyai nilai
LC50 sebesar 159,09 ppm sedangkan ekstrak air sarang semut dari Pangandaran
sebesar 368,37 ppm serta mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid,
saponin dan tanin. Dengan demikian ekstrak air sarang semut dari Papua dan
Pangandaran termasuk dalam kategori toksik sedang dan berpotensi sebagai obat
antikanker.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun kemangi memiliki khasiat sebagai obat antipiretik, memperbaiki pencernaan,
encok, urat syaraf dan sebagainya. Sedangkan bunga kembang sepatumemiliki
khasiat untuk menurunkan panas, infeksi saluran kencing, batuk berdahak,
mimisan, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji toksisitas teh daun
kemangi dan teh kembang sepatu, serta kombinasinya, dengan menggunakan
metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Infusa daun kemangi dan bunga
kembang sepatu di uji fitokimia nya. Dilakukan uji toksisitas daun kemangi dan
bunga kembang sepatu serta kombinasinya menggunakan metode BSLT untuk
mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan daun kemangi mengandung
senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin.
sedangkan bunga kembang sepatu mengandung metabolit sekunder alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Infusa daun kemangi memiliki nilai LC50
sebesar 1584,362 ppm, LC50 infusa bunga kembang sepatu sebesar 165,196 ppm,
LC50 infusa kombinasi daun kemangi dan bunga kembang sepatu 1:1 sebesar
1119,383 ppm, kombinasi 1:2 sebesar 1146,783 ppm, kombinasi 2:1 sebesar
1180,189 ppm. Dengan demikian Kombinasi daun kemangiserta kombinasinya
termasuk dalam kategori non toksik yang tidak berpotensi potensi sebagai
antikanker, sedangkan untuk infusa bunga kembang sepatu termasuk kedalam
kategori toksik sehingga memiliki potensi sebagai obat anti kanker.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kombucha adalah minuman ringan dari china yang merupakan hasil fermentasi
teh yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk uji toksisitas
kombucha daun salam (Syzigium polyantha (Wigh) Walp) dengan metode Brine
Shrimp Lethality Test (BSLT). Kombucha daun salam dibuat melalui fermentasi
hasil infusa daun salam dan gula dengan SCOBY (Symbotic Culture of Bacteria
Yeast). Kombucha daun salam yang diperoleh di uji fitokimia dan ditetapkan nilai
pH nya. Uji toksisitas kombucha dilakukan dengan metode BSLT untuk
mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan kombucha daun salam
mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin dan tanin, serta bersifat masam
dengan nilai pH 3,09-3,17. Dalam Uji toksisitas diperoleh Nilai LC50 kombucha
daun salam pada konsentrasi 0,625%, 1,25%, 1,875%, 2,5% dan 3,75% secara
berturut-turut sebesar 476,43 ppm, 439,54 ppm, 434,51 ppm, 373,25 ppm, dan
370,68 ppm. Dengan demikian kombucha daun salam termasuk dalam kategori
toksik yang berpotensi potensi sebagai antikanker.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam
jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe
merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari
jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh
sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik
sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai
antikanker.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang
mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar
ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas
menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji
Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50).
Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol
70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan
171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut
termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga
berpotensi sebagai antikanker.