AKTIVITAS ANTI FUNGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JOHOR (Senna siamea (Lam.)H.S.IRWIN & BARRNEBY) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) TERHADAP Candida albicans
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid. Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai 14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar : rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.