Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Penulis: Neilli Apolina CCI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SWASTA X BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu. Analisa perencanaan obat di rumah sakit dilakukan dengan metode kombinasi ABC-VEN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai investasi dan pengelompokan obat dengan metode ABC, metode VEN dan menganalisis perencanaan dengan metode Kombinasi ABC-VEN untuk mengetaui prioritas pembeian barang. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dianalisa dengan deskriptif, sample yang diambil dengan metode total sampling. Sampel pada penelitian adalah data obat periode Januari – desember 2022 dengan jumlah sebanyak 1251 item obat. Hasil Pengelompokan Metode ABC berdasarkan nilai investasi 71% sebanyak 166 item(11%), kelompok B dengan nilai investasi 20% sebanyak 528 item(35%), dan kelompok C dengan nilai 9% sebanyak 827 item (54%), hal ini sudah sesuai dengan prinsip pareto. Hasil Pengelompokan Metode VEN diperoleh sebanyak 241 item (20%) Kelompok V, 344 item (28%) Kelompok E, dan 633 item (52%) Kelompok N. Hasil Analisis Perencanaan ABC-VEN diperoleh kelompok Prioritas yaitu VA 2,64%,VB 5,76% ,dan VC 16,71%, kategori Utama yaitu EA 3,83%, EB 5,75%, EC 17,98%, dan kategori Tambahan yaitu NA 6,79%, NB 11,59%, NC 34,77%, yang dapat mengidentifikasi prioritas pengadaan obat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG

2025Koleksi Perpustakaan

Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP OBAT GENERIK DAN OBAT BERMEREK DI APOTEK GOLDEN

2024Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Obat generik adalah obat yang apabila nama patennya habis masa berlakunya, maka perusahaan lain dapat memproduksi obat tersebut. Obat bermerek adalah obat yang di pasarkan dengan nama dagang tertentu yang didaftarkan oleh produsennya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang membeli obat di Apotek Golden 66% berjenis kelamin perempuan, persentase berdasarkan usia yaitu konsumen 26-35 tahun sebesar 43%, sedangkan berdasarkan pendidikan konsumen berlatar belakang SMA/SMK yaitu sebesar 59%, berdasarkan pekerjaan konsumen yaitu pekerjaan pegawai swasta 33%, berdasarkan sumber informasi yaitu sumber informasi tenaga kesehatan sebanyak 79% dan lingkungan keluarga sebanyak 42%. Tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden menunjukan bahwa dari 100 responden tingkat pengetahuan di nilai ̎ Cukup ̎ sebanyak 48(48%) responden.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TERAPI PENGOBATAN PENYAKIT DIARE ANAK DI PRAKTEK DOKTER MAHYUDI

2024Koleksi Perpustakaan

Diare adalah suatu keadaan buang air besar (BAB) cair atau encer dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari (atau lebih sering buang air besar daripada yang normal). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada terapi pengobatan penyakit diare anak meliputi: usia dan jenis kelamin di Praktek Dokter Mahyudi dan untuk mengetahui gambaran terapi pengobatan penyakit diare anak. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Observasional dengan menganalisis data dengan pendekatan Retrospektif dari data rekam medis dengan pendekatan secara Cross Sectional. Hasil penelitian ini kelompok usia terbanyak menderita diare ialah usia 0-5 tahun 43 anak (63%). Jenis kelamin anak penderita diare adalah laki-laki sebanyak 41 anak (60%) dari total sampel 68 sampel dan terapi obat yang sering digunakan di Praktek Dokter Mahyudi menggunakan Zinc Sulfate Monohydrate sebanyak 49 kasus (72%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG

2024Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN HASIL TERAPI PENGGUNAAN OBAT KRIM PERMETHRIN DI KLINIK MARDI WALUYA

2024Koleksi Perpustakaan

Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var hominis, yang ditularkan melalui kontak langsung. Prevalensi skabies di Klinik Mardi Waluya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran hasil terapi penggunaan obat krim permethrin yang diresepkan terhadap penyakit skabies di Klinik Mardi Waluya. Jenis dan desain penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menganalisis data pasien secara rektrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan pada bulan September – November 2022. Penelitian ini telah dilakukan di Klinik Mardi Waluya Cianjur pada bulan Februari 2023.data Diolah secara analisis deskriptif dengan menggunakan microsoft excel. Pasien terbanyak penderita skabies yaitu pada usia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 75 orang (39%). Jumlah pasien laki-laki 66% (127 orang). Pekerjaan paling banyak yang menderita penyakit skabies adalah pelajar dengan persentase 72% (138 orang) dan pendidikan paling banyak penderita skabies adalah sekolah tingkat dasar dengan persentase 36 % (68 ) pasien. Hasil efek terapi obat krim permethrin dalam durasi pemakaian dalam 2 minggu yang sembuh yaitu 78% (149 orang) pasien yang belum sembuh 22% (42 orang).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU PEMBELIAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26 responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju 0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek sukahati Cibinong Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail