Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Cymbopogon nardus
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) W.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut- turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm, 12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata- rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3 (sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) DAN DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021Koleksi Perpustakaan

Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23 mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1) dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat. Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25% yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus mutans.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail