BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah suatu tempat tertentu untuk tempat dilakukannya pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya
kepada masyarakat. BPJS merupakan fasilitas kesehatan yang diberikan
pemerintah dengan sistem pembayaran angsuran setiap bulannya yang
dibebankan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal yang terpenting yang
harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini sendiri
untuk mengetahui seperti apa gambaran dari sosiodemografi para pasien BPJS
serta mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian
di apotek Kimia Farma Juanda Bogor terhadap lima dimensi yaitu bukti fisik,
kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Analilis data dilakukan dengan
menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap pasien yang datang pada
jangka waktu Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Sampel pada
penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan teknik pusposive sampling
sehingga total responden sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan
dengan survei, pembagian kuesioner dan hasilnya diolah dengan menggunakan
program SPSS. Hasil dari penelitian ini tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5
dimensi yaitu Bukti Fisik 77,2%, kehandalan 75,26%, ketanggapan 74,1%,
jaminan 68,8%, dan empati 78,7%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan
dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan peran petugas Apotek
Kimia Farma Juanda Bogor dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi
pasien BPJS.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan
terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap
kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor,
dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan
di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian
menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non
eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data
secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran
tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26.
Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%),
jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak
SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan
pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat
tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti
fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%),
ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi
(100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan
kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat
kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan
pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus
resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian
sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara
deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan,
ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai
kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya
data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak
berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA
(78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%).
Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat
kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi
ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi
empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil
penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada
8 jenis berdasarkan kuadran 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan
menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian
pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam
perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95
pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual
(Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%).
Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan
menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode
IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Berdasarkan data keluhan pasien pada bulan Februari 2023 di depo farmasi rawat jalan salah satunya adalah sikap pegawai yang kurang ramah serta informasi yang diterima oleh pasien yang kurang lengkap, pelayanan resep yang terkesan lambat dan terlihat aktivitas yang kurang profesional oleh keluarga pasien dari luar depo farmasi pada saat mengunjungi depo farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bahayangkara Setukpa Sukabumi. Dalam pengukurannya yaitu dengan menggunakan dimensi dari kualitas pelayanan yang terdiri dari 5 dimensi, yaitu Reliability (Kehandalan), Responsiviness
(Ketanggapan), Assurance (Jaminan), Empathy (Empati) dan Tangibles (Bukti fisik). Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2023 di Rumah Sakit Bahayangkara Setukpa Sukabumi. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang berobat di Rumah Sakit Bahayangkara Sukabumi dengan sampel sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,
ditemukan dimensi berwujud memiliki angka kepuasan sebesar 65%, dimensi tanggap memiliki angka kepuasan sebesar 65%, dimensi kepastian memiliki angka kepuasan sebesar 69%, dimensi empati memiliki angka kepuasan sebesar 71% dan dimensi kehandalan memiliki angka kepuasan sebesar 71%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya dalam menjaga mutu pelayanan kefarmasian adalah dengan evaluasi kepuasan pasien atau konsumen terhadap pelayanan yang ada di suatu tempat pelayanan kesehata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok. Penelitian
ini meggunakan metode deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen yang datang ke apotek Asyifa 1 Depok pada bulan Juni 2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang dan dibulatkan menjadi 100. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi konsumen di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 51 responden dengan presentase 53%. Dominan usia responden pada penelitian ini didominasi oleh usia dewasa awal yaitu rentang 26-35 tahun sebanyak 59 responden
(62%). Selanjutnya sebagian besar responden merupakan tamatan SMA/SMK yaitu sebanyak 47 responden (49%) serta sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 50 responden (52%). Gambaran kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu dengan rata-rata responden memiliki tingkat kepuasan hingga 93,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen merasa puas. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan
pekerjaan dengan kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok dengan p value <0,05. Untuk karakteristik jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kepuasan konsumen pelayanankefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok karena p value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan konsumen terjadi ketika apa yang diharapkan oleh mereka berbeda dengan kenyataan dari hasil kerja yang mereka terima. Kualitas pelayanan adalah kualitas jasa merupakan sesuatu yang dipersiapkan oleh pelanggan yang meliputi 5 dimensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, kualitas pelayanan, tingkat kepuasan dan hubungan kualitas dan tingkat kepuasan di Apotek Farmasi 3. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non-eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling yang melibatkan 100 pelanggan sebagai sampel. Hasil dianalisa menggunakan SPSS 26 dengan uji Somer’d. Kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Farmasi 3 dimensi bukti langsung kategori baik (90%), dimensi keandalan kategori baik (91%), dimensi ketanggapan kategori baik (77%), dimensi jaminan kategori baik (69%), dan dimensi empati kategori baik (63%). Tingkat kepuasan pelanggan Apotek Farmasi 3, secara keseluruhan kategori sangat puas (75%) . Hasil pengujian secara Somers’d menunjukkan bahwa dimensi bukti langsung, keandalan, ketanggapan, jaminan dan empati memiliki hubungan yang signifikan
dengan tingkat kepuasan pelanggan dengan nilai p-value 0,000<0,005.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan kepuasan yang dirasakan pasien setelah menerima pelayanan. Kualitas pelayanan terdiri dari 5 dimensi yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti langsung. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien, analisis tingkat kepuasan pasien serta kualitas pelayanan yang diberikan di Poli Rawat Jalan Eksekutif Rumah Sakit Kartika Kasih Sukabumi. Desain penelitian menggunakan metode ServQual
pengukuran tingkat kepuasan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Jumlah sampel penelitian adalah 100 pasien dengan instrumen kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas. Sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 56%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 38%, pendidikan terbanyak perguruan tinggi 54%, dan pekerjaan
terbanyak pegawai swasta 35%. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) dari lima dimensi kehandalan (80,73%) ketanggapan (80,47%), jaminan (81,19%) empati (79,77%), dan bukti langsung (81,94%). Hal-hal yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki pada kuadran I meliputi; kecepatan pelayanan terhadap pasien, obat tersedia dengan lengkap, petugas cepat tanggap terhadap keluhan pasien tentang obat atau
pengobatan, pasien mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti tentang pelayanan yang diberikan selama berobat di Poli Rawat Jalan Eksekutif, obat yang diberikan sesuai dengan resep, lokasi Poli Rawat Jalan Eksekutif mudah dijangkau.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan sebuah perasaan yang didapatkan pasien
setelah pelayanan dilakukan berupa perasaan senang atau kecewa yang didapatkan
seseorang. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana
dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian
terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Family Medical Center Bogor. Penelitian ini
dilakukan secara deskriptif dengan mengambil data secara prosfektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Pasien dalam penelitian
ini adalah pasien BPJS dan non BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari
instalasi Rumah Sakit Family Medical Center Bogor periode Agustus 2023.
Sampel penelitian sebanyak 365 pasien yang diambil secara purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu
perempuan (59%), usia mayoritas 26-35 tahun (34%), pendidikan SMA (40%),
dan pekerjaan karyawan swasta (45%). Tingkat kepuasan pasien BPJS dan non
BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di RS FMC Bogor menunjukan bahwa
kategori tingkat kepuasan pada dimensi Penampilan adalah (78,1%), dimensi
Empati (76,9%), dimensi Keandalan (76,6%), dimensi Jaminan (76,1%), dan
dimensi ketanggapan (75,6%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan diinstalasi
RS FMC Bogor adalah puas dengan presentase sebanyak (76,7%). Dapat di
simpulkan bahwa Pasien Non BPJS lebih puas pelayanannya dibandingkan
dengan Pasien BPJS.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung
jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil
yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep
dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor.
Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data
prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi
menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan
reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan
jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil
penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas
(52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi
ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas
(44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya
tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan
kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh
petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat.
Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan
tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan
ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran
sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan
responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto.
Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat
jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi.
Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto
dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan
sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak
45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan
sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang
(72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang
(69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi
bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%,
dimensi ketanggapan 77,5%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus
diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas
pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang
harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain
aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan
aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan
untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif
non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel
yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi
kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya
tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas
sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi
bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori
puas sebanyak 79%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan
kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan.
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien
terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator
kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan
dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan
kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling
dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di
Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan
(reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance)
60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan
dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas
pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia
Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak
asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan
kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang
diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual
dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien
sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan
kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas),
kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan
rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata
gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas
dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia
ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat,
petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat
sesuai yang diminta dalam resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk
mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat
menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting
dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas
pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif,
teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data
diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang
menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan
Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak
98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden
merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang
diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor.
Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian
pada kepuasan pelanggan 80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan
metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84,
69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata
keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo
Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.