2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien
hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan
kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat
mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa
interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta
X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder
yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan
metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan
medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan
rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak
adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat
terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering
digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi
obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat
80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara
Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu
moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi
farmakokinetik sejumlah 59%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara
berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui
bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut
nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi
pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat
indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi
pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan
pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang
terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode
Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak
56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan
berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink
sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi
95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%,
tepat frekuensi pemberian 98,74%.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dispepsia merupakan suatu gangguan lambung yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak
nyaman diulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut
terasa perih. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan tukak doudeni dan kanker
lambung tapi umumnya tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik pasien Dispepsia dan untuk mengetahui biaya medik
langsung pasien yang menggunakan Ranitidin dan Lansoprazol di Klinik Insani
Citeureup Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan
cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia dewasa awal dan dewasa akhir sebanyak
23,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 60%, pendidikan SMA sebanyak 75%,
pekerjaan karyawan swasta sebanyak 32,1%, dan untuk biaya medik langsung
Lansoprazol dengan total biaya yang di keluarkan sebesar Rp.44.000,00, sedangkan
Ranitidin sebesar Rp. 27.059,20.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indonesia adalah negara dengan iklim tropis. Sebagai daerah tropis, Indonesia
mempunyai potensi menjadi wilayah endemik lantaran berbagai macam penyakit
infeksi. Salah satunya yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi saluran
napas sesuai wilayah infeksinya yaitu infeksi saluran napas atas dan bawah. Bila
tidak diatasi dengan baik infeksi saluran napas atas bisa bertumbuh mengakibatkan
infeksi saluran napas bawah. Antibiotik adalah obat yang sangat umum
dipergunakan dan disalahgunakan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa
menyebabkan resistensi kuman meningkat sehingga mengakibatkan morbiditas
serta mortalitas yang bermakna. Tujuan penelitian ini mengevaluasi ketepatan
penggunaan antibiotik pada pasien anak ISPA bagian atas di Klinik Insani.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara
retrospektif. Lokasi penelitian bertempat di Klinik Insani Citeureup. Sampel pada
penelitian ini seluruh pasien anak usia 0–11 tahun dengan diagnosis ISPA bagian
atas yang menggunakan antibiotik pada periode Juli–Desember 2020. Teknik
pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan
sampel 96 pasien, 54.17% merupakan pasien laki-laki dan 45.83% pasien
perempuan. Gambaran profil penggunaan antibiotik yang seringkali digunakan
adalah amoxicillin yaitu sebesar 83.33%. Untuk hasil penelitian ketepatan
penggunaan obat antibiotika diperoleh hasil tepat indikasi 47.92%, tepat obat
36.46%, tepat dosis 76.04%, tepat frekuensi waktu pemberian 98.95% dan tepat
lama pemberian 93.75%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif
yang dilaksanakan secara integrasi melibatkan peserta, Fasilitas kesehatan dan
badan penyelenggaraan jaminan sosial (BPJS). Berdasarkan data dari
pembiayaan penyakit kronis paska pensiun yang dikeluarkan BPJS kesehatan
terbesar adalah biaya Hipertensi dan Diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pasien prolanis
Klinik Insani Citeurep, mengetahui sosiodemografi pasien dan terapi obat
pasien prolanis. Penelitian dilakukan dengan metode deskripstif dengn
mengambil data resep secara retrospektif pada bulan Juli-september 2020.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil usia pasien prolanis yang paling
banyak adalah usia 45-61 tahun sebanyak 53%, Jenis Kelamin pada terbanyak
terdapat pada perempuan sebanyak 83.3%, Untuk pendidikan terakhir paling
banyak adalah tamatan SMA sebanyak 53.60% ,dan untuk Pekerjaan yang
paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 83.3%. Profil obat
terbanyak pada pasien hipertensi adalah golongan obat Beta Blocker yaitu
Bisoprolol , untuk pasien diabetes golongan obat terbanyak adalah Biguanid
yaitu metformin, untuk pasien CAD golongan obat tebanyak adalah Beta
bloker yaitu bisoprolol , dan untuk pasien asam urat yang terbanyak adalah
golongan obat xanthine oxidase yaitu allopurinol. Total biaya medik langsung
pada bulan juli sebanyak Rp. 1.087.802, pada bulan Agustus Rp.730.955
sedangkan pada bulan September adalah sebanyak Rp.482.760 . Dan untuk
total keseluruhannya biaya medik langsung pada pasien prolanis yaitu
sebanyak Rp. Rp. 2.301.535 , Sedangkan untuk biaya medik tidak langsung
pasien prolanis pada bulan Juli sebesar Rp.102.000, bulan Agustus Rp.85.000
dan pada bulan September yaitu Rp.80.000 dan untuk total biaya medik tidak
langsung yaitu sebanyak Rp. 267.000
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemberian terapi obat lebih dari satu zat sering kali menimbulkan masalah
salah satunya pada pasien geriatri dalam upaya pengobatan suatu penyakit,
dimana obat – obatan yang digunakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya
interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran potensi interaksi obat
polifarmasi yang terjadi pada pasien geriatri di Klinik Insani periode Juni-
Desember 2019. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive
sampling dimana sampel memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 83
pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 pasien terdapat 29 (34,93%)
pasien laki laki dan 54 (65,06%) pasien perempuan. Usia paling banyak pada usia
55 – 65 tahun 48 pasien (57,14%) dan >65 tahun 36 pasien (42,85%). Polifarmasi yang
sering diberikan pada pasien geriatri adalah 5 jenis obat 68 pasien (81,92%), 6
jenis obat 12 pasien (14,45%), dan 7 jenis obat 3 pasien (3,61%). Obat yang
paling banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak 38 (17,67%). Penyakit
terbanyak adalah dispepsia sebanyak 28 pasien (40%). Potensi terjadi interaksi
obat sebanyak 79 pasien (95,18%) dan sebanyak 4 pasien (4,81%) tidak
berpotensi terjadi interaksi obat. Mekanisme interaksi tertinggi adalah
farmakodinamik yaitu 133 (72,28%) dan farmakokinetik 51 (27,71%). Level
keparahan interaksi obat paling banyak terjadi adalah moderate 127 (69,02%%),
minor 54 (29,34%), dan mayor 3 (1,63%).