BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang
terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Obat generik adalah obat yang
apabila nama patennya habis masa berlakunya, maka perusahaan lain dapat
memproduksi obat tersebut. Obat bermerek adalah obat yang di pasarkan dengan
nama dagang tertentu yang didaftarkan oleh produsennya. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat
bermerek di Apotek Golden Bogor. Penelitian ini menggunakan deskriptif
kuantitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran
atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian deskriptif dengan
menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen terhadap
obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor sampel dalam penelitian
ini sebanyak 100 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian
menunjukan bahwa responden yang membeli obat di Apotek Golden 66% berjenis
kelamin perempuan, persentase berdasarkan usia yaitu konsumen 26-35 tahun
sebesar 43%, sedangkan berdasarkan pendidikan konsumen berlatar belakang
SMA/SMK yaitu sebesar 59%, berdasarkan pekerjaan konsumen yaitu pekerjaan
pegawai swasta 33%, berdasarkan sumber informasi yaitu sumber informasi
tenaga kesehatan sebanyak 79% dan lingkungan keluarga sebanyak 42%. Tingkat
pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek
Golden menunjukan bahwa dari 100 responden tingkat pengetahuan di nilai ̎
Cukup ̎ sebanyak 48(48%) responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung
jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil
yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep
dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor.
Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data
prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi
menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan
reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan
jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil
penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas
(52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi
ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas
(44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai
dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa
resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak
terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh
masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap
pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan
karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26
responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden
berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak
50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan
diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran
perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh
yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju
0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki
pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek
sukahati Cibinong Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan
antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka
terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang
melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani.
Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang
diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam
menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma
Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional,
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan
sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada
pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA
(Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat
bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance
Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap
kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat
kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas
dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut
adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan
pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan,
dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar
kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini
menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil
tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi
yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir
diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan
pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data
penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti
Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas),
Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84%
(sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota
Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.