Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ratna Juita

7 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12023: 5

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SEMAX DAN CITICOLINE SEBAGAI NEUROPROTEKTOR PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR DENGAN METODE GLASGLOW COMA SCALE

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dampak yang dapat terjadi pada pasien stroke salah satunya adalah terjadinya kerusakan neurologis. Semax dan Citicoline merupakan neuroprotektor yang dapat memperbaiki kerusakan otak dan meningkatkan kemampuan kognisi serta memori pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaaan Semax dan Citicoline pada pasien stroke menggunakan parameter nilai GCS (Glasglow Coma Scale) di Rumah Sakit PMI Bogor. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif bersifat observasional yang dilakukan dengan pendekatan restropektif dari data Rekam Medik pasien stroke periode Juli – Desember 2019 dengan sampel sebanyak 64 sampel. Hasil penelitian menunjukan profil pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin laki-laki 38 pasien (59.38%), usia 46-59 tahun 26 pasien (40,63%). Lama perawatan lebih dari 5 hari 21 pasien (65.63%) menggunakan Semax dan kurang dari 5 hari 20 pasien (62.50%) menggunakan Citicoline. Profil penggunaan neuroprotektor terdapat 32 pasien (50%) menggunakan Semax dan 32 pasien (50%) menggunakan Citicoline. Hasil gambaran efektivitas penggunaan berdasarkan seilisih nilai GCS (Glasglow Coma Scale) menunjukan Semax (29.89%) dan Citicoline (10.90%). Hasil analisis statistik untuk mengetahui selisih perbedaan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) awal dan akhir terapi pada Semax dan Citicoline dengan uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa ada perbedaan bermakna pada efek perbaikan neurologis antara terapi Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05). Hasil analisis statistik untuk mengetahui persentase kenaikan nilai GCS (Glasglow Coma Scale) pada terapi Semax dan Citicoline diperoleh hasil bahwa ada perbedaan menggunakan terapi Semax lebih efektif (35.89%) sebagai neuroprotektor dan menggunakan terapi Citicoline (13.72%) yang dikuatkan dengan analisis statistik dengan uji Mann Withney dimana ada perbedaan bermakna antara terapi Semax dan Citicoline dengan nilai 0.000 (P<0.05).

EFEKTIVITAS PENGOBATAN ANTIDABETIKA PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR.

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus dengan karakteristik hiperglikemia terjadi karena adanya resistensi reseptor insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menalisis efektivitas pengguaan obat antidiabetika pada pasien (CHF) Congestive Heart Failure di Rumah Sakit PMI Bogor. Desain pnelitian ini non eksperimeental observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien congestive heart failure (CHF) pada penyakit penyerta diabetes yang memiliki nilai kadar glukosa darah sewaktu yang tinggi yang di berikan penggobatan antidiabetika periode Oktober 2022 – Maret 202. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 81 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pasien CHF yang mendapatkan pengobatan antidiabetika rata-rata paling banyak pada usia lansia sebesar 70,7%. Jenis kelamin yang paling terbanyak yaitu perempuan sebesar 58%. Pekerjaan terbanyak yaitu pekerjaan lainya atau tidak berkerja sebanyak 38,3%. Gambaran obat yang digunakan sebanyak 61,7% yaitu dengan pengobatan Tunggal oral. Pada jenis obat sebanyak 62, 96% yaitu dengan obat metformin golongan biguanide. Terdapat pengaruh terhadap perbandingan efektivitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetika dengan hasil penurunan kadar glukosa darah sewaktu di Rumah Sakit PMI Kota Bogor karena hasil uji Kruskal Walis menunjukan adalah < 0,05 yaitu (P-Value = 0.636).

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIHIPERTENSI OBAT AMLODIPINE DAN KOMBINASI AMLODIPINE DENGAN CANDESARTAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI RS PMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit umum yang dapat didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri secara terus–menerus salah satu faktor resiko yang paling signifikan yaitu pada penyakit ginjal. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan suatu kondisi dimana terdapat penurunan fungsi ginjal, salah satu terapi ginjal yang dilakukan yaitu dengan cara hemodialisa (HD). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas penurunan tekanan darah obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan candesartan pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa di RS PMI. Desain penelitian ini menggunakan metode retrospektif observasional dengan pengambilan data rekam medik berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta tekanan darah. Sampel pada penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di rawat inap RS PMI Bogor Periode Oktober – Maret 2023. Jumlah subyek penelitian ini adalah 90 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata usia pasien terbanyak 46 – 55 tahun yaitu 32%. Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yaitu 50%. Pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga (IRT) yaitu 36 %. Gambaran penurunan tekanan darah pada penggunaan amlodipin yaitu sistolik 6,96 mmHg dan diastolik 2,59 mmHg, sedangkan pada penggunaan amlodipine dengan candesartan yaitu sistolik 10,46 mmHg dan diastolik 4,0 mmHg. Tidak adanya perbedaan efektivitas obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan candesartan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik dengan hemodialisa yang dilihat dari nilai P- value > 0,05.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASANPASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI POLIKLINIK AFIAT RUMAH SAKIT PALANG MERAH INDONESIA BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif, teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak 98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian pada kepuasan pelanggan  80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84, 69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

ANALISA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT JADI DAN OBAT RACIKAN DI DEPO FARMASI AFIAT RUMAH SAKIT PMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN CAIRAN DAN ANTIPIRETIK PADA PASIEN ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.