Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: Dian Puspaningrum
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ABC PENJUALAN DI APOTEK ASKIA KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255 item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000 sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan (96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan, Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN SWAMEDIKASI GASTRITIS DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU BELANJA PRODUK FARMASI DI APOTEK ASKIA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online, termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja, terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase 36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai dengan persentase 81,6%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak 26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9% (baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik), dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017 < (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d sebesar 0,249.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik), kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati 72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail