BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan
obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat
yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan
bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya
terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian
Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif
dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data
penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian
dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A
memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat
yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai
penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255
item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia
dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas
obat yang akan diadakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan
dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan
keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi,
harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi
kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan
bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan
jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden
dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data
sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal
(26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak
karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000
sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan
kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan
(96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati
pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan,
Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif
yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi
Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat
pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum
digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi
Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari
konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri
dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online,
termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat
perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif,
dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling
banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling
banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja,
terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase
36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai
dengan persentase 81,6%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat
pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas
pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk
memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian
pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif
observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan
rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan
menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi
Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak
26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan
terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta
(34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil
penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9%
(baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik),
dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan
pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017
< (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor.
Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d
sebesar 0,249.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.