BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan
kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat
kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan
pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus
resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian
sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara
deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan,
ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai
kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya
data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak
berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA
(78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%).
Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat
kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi
ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi
empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil
penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada
8 jenis berdasarkan kuadran 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya
tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan
kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh
petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat.
Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan
tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan
ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran
sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan
responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto.
Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat
jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi.
Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto
dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan
sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak
45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan
sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang
(72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang
(69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi
bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%,
dimensi ketanggapan 77,5%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus
diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas
pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang
harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain
aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan
aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan
untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif
non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel
yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi
kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya
tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas
sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi
bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori
puas sebanyak 79%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi
harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma
Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh
terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan
model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden
melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30
Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat
kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap
pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan),
Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau
dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil
tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap
pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai
peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu dengan apoteker sebagai
bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam
mewujudkna pelayanan kefarmasian yang berkualitas.
Kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan. Jika kinerja
dibawah harapan maka konsumen tidak puas, sebaliknya bila kinerja memenuhi
harapan maka konsumen akan puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanya
melebihi harapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan kefarmasian terhadap lima dimensi, jenis penelitian ini yang
dilakukan yaitu penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel yaitu dengan cara
purposive sampling dengan kriteria berumur 26-65 tahun. Dapat berkomunikasi
dengan baik, bersedia diwawancarai dengan mengisi kuesioner, keluarga pasien
atau pasien yang berkunjung di Apotek Sambuja Pabuaran Bojonggede.
Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan pasien terhadap indikator
kehandalan (reliability) sebesar 3,90 memberikan nilai puas, ketanggapan
(responsiveness) 4,16 memberikan nilai puas, keyakinan (assurance) sebesar 4,01
memberikan nilai puas, empati (emphaty) sebesar 4,01 memberikan nilai puas,
fasilitas berwujud (tangible) sebesar 4 dengan memberikan nilai puas.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah
kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul
sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan
kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada
pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5
dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance).
Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive
sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil
penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas,
pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat
puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa
sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa
sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien
merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa
sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk
mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian. Pasien yang puas terhadap
pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa
pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau
bahkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data
sosidemografi dan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Medika Dramaga Bogor.
Penelitian ini bersifat prospektif observasional, dimana data yang digunakan
adalah data primer berupa kuesioner, kemudian diolah dengan menggunakan
aplikasi spss versi 17. Berdasarkan hasil penelitian dari 100 reseponden
menunjukkan jenis kelamin perempuan sebanyak 65%, usia 36 – 45 tahun
sebanyak 45%, tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK 47% dan responden
pedagang sebanyak 23%. Data menggunakan analisis univariat menunjukkan
kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian bahwa dimensi keandalan
sebesar (89%), ketanggapan (79%), empati (78%), jaminan (80%), dan bukti
langsung (75%). Rata–rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Medika Dramaga Bogor 2020
pasien merasa puas sebesar (80%).