BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Apotek Kimia Farma Juanda memiliki standar waktu pelayanan untuk obat
non racikan < 15 menit, tetapi waktunya masih melebihi dari waktu yang
ditetapkan sehingga menimbulkan keluhan dari pasien dan keluarga pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep umum
non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah sesuai
dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP Kimia Farma. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan observasi. Pengambilan data
dilakukan secara Cluster Sampling. Metode untuk menentukan jumlah sampel
yaitu Cluster Sampling dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang
didapatkan adalah 365 resep. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata
waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia
Farma Juanda Bogor adalah 22.26 menit untuk 1 lembar resep umum non racikan.
Waktu tersebut belum sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP
dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 lembar resep non
racikan mulai resep diterima kasir sampai obat diserahkan kepada pasien yang
meliputi proses Skrining, penyiapan dan penyerahan selama < 15 menit. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan waktu
tunggu pelayanan resep yang lebih baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Waktu tunggu pasien merupakan.salah satu komponen yang potensial
menyebabkan. ketidakpuasan. Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui gambaran
waktu tunggu pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma Juanda, kepuasan
pelanggan terkait waktu tunggu, dan hubungan.waktu,tunggu.resep,tunai dengan
kepuasan.pelanggan. Metodenya adalah deskriptif dengan teknik purposive
sampling. Data waktu tunggu di peroleh dari pencatatan waktu dari resep masuk
sampai obat di terima, meliputi resep obat jadi dan racikan. Data kepuasan di
peroleh dari kuesioner yang di berikan ke 120 responden. Kemudian di lakukan uji
chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu tungggu resep
dengan kepuasan pelanggan. Hasilnya menunjukkan waktu tunggu resep obat jadi,
yang sesuai standar 88,3 % dan yang tidak sesuai standar 11,7 %. Obat racikan yang
sesuai standar 61,7% dan yang tidak sesuai standar 38,3%. Data kepuasan untuk
obat jadi, yang puas 46,7%, yang tidak puas 53,3%. Untuk obat racikan, yang puas
45% dan yang tidak puas 55%. Rata-rataawaktuutungguapelayanannobat jadi 10,7
menitndannobatnracikan 32,4 menit. Pada uji stastistik chi square di peroleh hasil
dengan nilai Asymp.sig(2-sided) untuk obat jadi = 0,554 > 0,05 dan obat racik =
0,471n>0,05.nKesimpulannyanberartintidakaadaxhubunganaantaraawaktuatunggu
pelayanan resep.tunai dengan. Kepuasan.pelanggan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena
dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara
administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode
bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode
pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling
dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil
pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data
pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan
3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat
96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep
82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya
medication error.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
9 Maret 2020 World Health Organization menetapkan virus corona
(Covid-19) sebagai pandemi. Prinsip pencegahan dan pengendalian Covid-19
dilakukan dengan selalu menerpakan protokol kesehatan antara lain konsumsi gizi
seimbang agar daya tahan tubuh tetap terjaga dengan mengkonsumsi vitamin.
Pemerintah menganjurkan untuk selalu mengkonsumsi multivitamin yang
mengandung vitamin C, D, E, Zink dan Selenium. Perilaku konsumen yang
berubah selama masa pandemi menyebabkan terjadinya kelangkaan stok vitamin.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari data retrospektif
bulan Juli -Desember 2020 untuk mengetahui pengaruh jumlah persediaan vitamin
C, D, E, Zink dan Selenium terhadap volume penjualan. Berdasarkan hasil
penelitian disimpulkan bahwa Jumlah persediaan dan volume penjualan vitamin
yang mengandung vitamin atau mineral C, D, E, Zink dan Selenium dalam bentuk
sediaan tunggal dan campuran mengalami kenaikan. Dari hasil persamaan regresi
diperoleh nilai korelasi sebesar 0,837 yang berarti terdapat hubungan yang positif
yang sangat kuat dan nilai signifikasi sebesar 0,03 yang berarti jumlah persediaan
multivitamin untuk terapi Covid-19 mempunyai pengaruh signifikan terhadap
volume penjualan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya
pekerjaan kefarmasian.Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan
pelayanan kefarmasian di apotek adalah dengan studi kepuasan pelanggan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen , tingkat
kepuasan konsumen dan mengetahui nilai kesenjangan (selisih antara harapan dan
kenyataan) pasien resep tunai terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma No. 7
Bogor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
Single Cross Sectional Study (pendekatan dengan observasi atau pengumpulan
data sekaligus dalam kondisi waktu tertentu).Responden yang dipilih adalah
pengunjung Apotek Kimia Farma 07 yang datang untuk menebus resep dengan
metode non propability sampling dengan jumlah tertentu. Tingkat kepuasan
konsumen diukur menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5
dimensi kualitas layanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan
emphaty..Hasil penelitian menunjukan presentase tingkat kepuasan konsumen
rata-rata sebesar 95,02%. Dimensi tangibel merupakan dimensi yang paling
memerlukan perbaikan karena nilai rata-rata kesenjangan paling tinggi yaitu
minus 0,283 dan tingkat kepuasan terendah diantara yang lain yaitu 94,27 %. Dan
dimensi yang paling tinggi adalah dimensi responsive dengan tingkat kesenjangan
adalah minus 0,202 dan tingkat kepuasan 95,74%.