Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: IPA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS DI APOTEK 99 KOTA BOGOR"

2025Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA (78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%). Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada 8 jenis berdasarkan kuadran 1.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA 8 SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%). Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEJADIAN EFEK SAMPING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45 (dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki- laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%), dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden (54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

2025Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

2024Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IPA DI PUSKESMAS KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas), kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat, petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat sesuai yang diminta dalam resep.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA

2022Koleksi Perpustakaan

Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail