BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan
terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap
kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor,
dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan
di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian
menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non
eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data
secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran
tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26.
Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%),
jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak
SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan
pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat
tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti
fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%),
ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi
(100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Berdasarkan data keluhan pasien pada bulan Februari 2023 di depo farmasi rawat jalan salah satunya adalah sikap pegawai yang kurang ramah serta informasi yang diterima oleh pasien yang kurang lengkap, pelayanan resep yang terkesan lambat dan terlihat aktivitas yang kurang profesional oleh keluarga pasien dari luar depo farmasi pada saat mengunjungi depo farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bahayangkara Setukpa Sukabumi. Dalam pengukurannya yaitu dengan menggunakan dimensi dari kualitas pelayanan yang terdiri dari 5 dimensi, yaitu Reliability (Kehandalan), Responsiviness
(Ketanggapan), Assurance (Jaminan), Empathy (Empati) dan Tangibles (Bukti fisik). Penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2023 di Rumah Sakit Bahayangkara Setukpa Sukabumi. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang berobat di Rumah Sakit Bahayangkara Sukabumi dengan sampel sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,
ditemukan dimensi berwujud memiliki angka kepuasan sebesar 65%, dimensi tanggap memiliki angka kepuasan sebesar 65%, dimensi kepastian memiliki angka kepuasan sebesar 69%, dimensi empati memiliki angka kepuasan sebesar 71% dan dimensi kehandalan memiliki angka kepuasan sebesar 71%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung
jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil
yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep
dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor.
Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data
prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi
menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan
reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan
jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil
penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas
(52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi
ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas
(44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya
tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan
kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh
petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat.
Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan
tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan
ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran
sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan
responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto.
Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat
jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi.
Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto
dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan
sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak
45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan
sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang
(72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang
(69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi
bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%,
dimensi ketanggapan 77,5%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan
kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan.
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien
terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator
kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan
dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan
kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling
dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di
Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan
(reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance)
60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan
dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas
pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia
Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi
harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma
Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh
terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan
model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden
melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30
Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat
kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap
pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan),
Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau
dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil
tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap
pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik
kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang
dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan
konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu,
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan
mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat
observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari
wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010.
Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh
perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori
pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah
Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%,
jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil
total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index
Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori
sangat puas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada
pelayanan pasien. Berdasarkan data keluhan pasien rawat inap salah satunya adalah
sikap pegawai yang kurang ramah serta informasi yang diterima oleh
pasien/keluarga pasien yang kurang lengkap, dan pelayanan apoteker yang terkesan
lambat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Syamsudin S.H Sukabumi.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif yang bersifat prospektif. Data Penelitian diambil dari data primer berupa
kuesioner responden, dengan periode Juni-Juli 2022. Sampel yang diambil
sebanyak 95 responden. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan
tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi
Farmasi RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi untuk dimensi berwujud memiliki
tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval 3.18, dimensi daya
tanggap memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval
sebesar 3.12, dimensi kepastian memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas
dengan nilai interval sebesar 3.07, dimensi empati memiliki tingkat kepuasan
dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.06 dan dimensi kehandalan
memiliki tingkat kepuasan dengan kategori puas dengan nilai interval sebesar 3.13.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut
adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan
pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan,
dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar
kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini
menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil
tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi
yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir
diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan
pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data
penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti
Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas),
Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84%
(sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota
Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.