Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: Kualitas Pelayanan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS DI APOTEK 99 KOTA BOGOR"

2025Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA (78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%). Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada 8 jenis berdasarkan kuadran 1.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

2025Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000 sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan (96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan, Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA 8 SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%). Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN APOTEK DI DESA CIDERUM KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan merupakan faktor dan akar penting yang mampu memberikan kepuasan bagi pelanggannya yang terkait dengan hasil prilaku dari mulut ke mulut seperti keluhan, rekomendasi dan pertukaran atau perpindahan. Harapan adalah apa yang dipikirkan oleh konsumen yang harus disediakan oleh penyedia jasa. Harapan atau ekspektasi bukan merupakan prediksi dari apa yang akan disediakan oleh penyedia jasa. Harapan akan timbul saat konsumen memerlukan suatu barang atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan gambaran harapan masyarakat di Kelurahan Ciderum Kabupaten Bogor terhadap kualitas pelayanan kefarmasian apotek. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data secara prospektif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian gambaran sosiodemografi yang menunjukan persentase terbanyak adalah usia 26- 35 tahun (39%), jenis kelamin laki-laki (54%), pendidikan SMA (40%), pekerjaan wiraswasta (37%), pendapatan Rp. 1.500.000- Rp. 3.000.000 (37%). Hasil penelitian gambaran harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kefarmasian adalah bukti langsung skor rata-rata (334,2), keandalan (337,6), ketanggapan (353), jaminan (367,5), empati (348,8).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IPA DI PUSKESMAS KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas), kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat, petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat sesuai yang diminta dalam resep.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIENDI APOTEK KIMIA FARMA CIPAYUNG BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani. Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA (Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %, Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3 variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness 0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik), kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati 72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN OBAT OVER THE COUNTER (OTC) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK TARA FARMA BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu - 0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan tersenyum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ARUBA FARMA KOTA DEPOK

2022Koleksi Perpustakaan

Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan, dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas), Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84% (sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PARADISE SUKAHATI CIBINONG

2022Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016 merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98 responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian 90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai sudah sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian.Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian di apotek adalah dengan studi kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen , tingkat kepuasan konsumen dan mengetahui nilai kesenjangan (selisih antara harapan dan kenyataan) pasien resep tunai terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma No. 7 Bogor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Single Cross Sectional Study (pendekatan dengan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam kondisi waktu tertentu).Responden yang dipilih adalah pengunjung Apotek Kimia Farma 07 yang datang untuk menebus resep dengan metode non propability sampling dengan jumlah tertentu. Tingkat kepuasan konsumen diukur menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5 dimensi kualitas layanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty..Hasil penelitian menunjukan presentase tingkat kepuasan konsumen rata-rata sebesar 95,02%. Dimensi tangibel merupakan dimensi yang paling memerlukan perbaikan karena nilai rata-rata kesenjangan paling tinggi yaitu minus 0,283 dan tingkat kepuasan terendah diantara yang lain yaitu 94,27 %. Dan dimensi yang paling tinggi adalah dimensi responsive dengan tingkat kesenjangan adalah minus 0,202 dan tingkat kepuasan 95,74%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN OBAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALABUHANRATU

2021Koleksi Perpustakaan

Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ), ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%, sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas 56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas 36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035), pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value 0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685 hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail