Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Subjek: Apotek
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI OBAT KEDALUWARSA OBAT RUSAK DAN OBAT STOK MATI DI APOTEK TUNGGILIS KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat yang tidak efisien menyebabkan tingginya obat kedaluwarsa, obat rusak dan obat stok mati. Faktor lain penyebab terjadinya karena human error saat penerimaan barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya obat kedaluwarsa dan rusak serta stok mati agar dapat menjadi rekomendasi kebijakan untuk perbaikan pengelolaan obat di Apotek Tunggilis Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif. Sampel yang digunakan untuk mengetahui obat kedaluwarsa, obat rusak dan stok mati yaitu seluruh obat di Apotek Tunggilis Kota Bogor periode tahun 2021 – 2022. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan berupa perhitungan persentase kemudian dibandingkan dengan indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase obat kedaluwarsa pada tahun 2021 sebesar 2,28% dengan total kerugian sebesar Rp 2,433,765 dan pada tahun 2022 sebesar 1,49% dengan total kerugian Rp 1,316,573. Persentase obat rusak pada tahun 2021 sebesar 0,26% dengan total kerugian Rp 139,700 dan pada tahun 2022 sebesar 0%. Persentase obat stok mati pada tahun 2021 sebesar 0,40% dengan total Kerugian Rp 719,904 dan pada tahun 2022 dengan total kerugian sebesar 0,61% Rp 705,276. Kesimpulannya adalah persentase obat kedaluwarsa tahun, obat rusak tahun 2021 dan obat stok mati tidak sesuai.dengan indikator penelitian, sedangkan persentase obat rusak tahun 2022 sesuai dengan indikator penelitian sehingga dengan temuan ini perlu ditingkatkan proses pengelolaan, pengadaan obat untuk meminimalisir terjadinya obat kedaluwarsa, obat rusak dan obat stok mati.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KINERJA PELAYANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG TAHUN 2023

2025Koleksi Perpustakaan

PBF merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi di Apotek Sukahati sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat, evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data sekunder secara retrospektif, dengan mengumpulkan data dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat , evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF) dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67% - 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Apotek adalah suatu tempat tertentu untuk tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. BPJS merupakan fasilitas kesehatan yang diberikan pemerintah dengan sistem pembayaran angsuran setiap bulannya yang dibebankan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini sendiri untuk mengetahui seperti apa gambaran dari sosiodemografi para pasien BPJS serta mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Juanda Bogor terhadap lima dimensi yaitu bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Analilis data dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap pasien yang datang pada jangka waktu Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan teknik pusposive sampling sehingga total responden sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, pembagian kuesioner dan hasilnya diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu Bukti Fisik 77,2%, kehandalan 75,26%, ketanggapan 74,1%, jaminan 68,8%, dan empati 78,7%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan peran petugas Apotek Kimia Farma Juanda Bogor dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien BPJS.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

"EVALUASI PENYIMPANAN OBAT ETHICAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO.73 TAHUN 2016"

2025Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan obat tidak daat dipisahkan dari seluruh operasional kefarmasian bak apotek rumah sakit atau apotek komunitas. Penyimpanana adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara obat yang diterima pada tempat yang dianggap aman dan dapat menjaga mutu obat. Apotek Kimia Farma Juanda merupakan salah satu apotek besar dan cukup ramai di kota Bogor dengan beragam obat yang disediakan yang tentunya penyimpan obatnya perlu diperhatikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui cara penyimpanan obat dan kesesuaian cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi kemudian hasilnya dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah memenuhi cara penyimpanan obat berdasarkan data ceklist Permenkes No. 73 Tahun 2016. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah 100 % sesuai dan memenuhi atuaran yang tercantum dalan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN DI APOTEK AMIRA DAERAH CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor, dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%), jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%), ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi (100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

2025Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ABC PENJUALAN DI APOTEK ASKIA KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255 item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP ASPEK ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMA PARUNG BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI GIGI PADA PASIEN DI APOTEK BUNDA 2 KARADENAN TAHUN 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala yang dialami dengan menggunakan obat tanpa resep. Dalam pelaksanaannya, swamedikasi dapat menimbulkan masalah terkait obat jika tidak dilakukan dengan benar. Masalah terjadi karena keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan obat untuk swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku mengenai swamedikasi nyeri gigi di Apotek Bunda 2 Karadenan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 sampel/responden didapatkan melalui teknik Total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien memiliki tingkat pengetahuan baik (76%). Perilaku masyarakat termasuk ke dalam kategori baik (66%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai swamedikasi nyeri gigi dengan nilai signifikansi p value 0,002.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP OBAT GENERIK DAN OBAT BERMEREK DI APOTEK GOLDEN

2024Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Obat generik adalah obat yang apabila nama patennya habis masa berlakunya, maka perusahaan lain dapat memproduksi obat tersebut. Obat bermerek adalah obat yang di pasarkan dengan nama dagang tertentu yang didaftarkan oleh produsennya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang membeli obat di Apotek Golden 66% berjenis kelamin perempuan, persentase berdasarkan usia yaitu konsumen 26-35 tahun sebesar 43%, sedangkan berdasarkan pendidikan konsumen berlatar belakang SMA/SMK yaitu sebesar 59%, berdasarkan pekerjaan konsumen yaitu pekerjaan pegawai swasta 33%, berdasarkan sumber informasi yaitu sumber informasi tenaga kesehatan sebanyak 79% dan lingkungan keluarga sebanyak 42%. Tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden menunjukan bahwa dari 100 responden tingkat pengetahuan di nilai ̎ Cukup ̎ sebanyak 48(48%) responden.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI POLI DOKTER IN HOUSE APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas (52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas (44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN APOTEK DI DESA CIDERUM KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan merupakan faktor dan akar penting yang mampu memberikan kepuasan bagi pelanggannya yang terkait dengan hasil prilaku dari mulut ke mulut seperti keluhan, rekomendasi dan pertukaran atau perpindahan. Harapan adalah apa yang dipikirkan oleh konsumen yang harus disediakan oleh penyedia jasa. Harapan atau ekspektasi bukan merupakan prediksi dari apa yang akan disediakan oleh penyedia jasa. Harapan akan timbul saat konsumen memerlukan suatu barang atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan gambaran harapan masyarakat di Kelurahan Ciderum Kabupaten Bogor terhadap kualitas pelayanan kefarmasian apotek. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data secara prospektif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian gambaran sosiodemografi yang menunjukan persentase terbanyak adalah usia 26- 35 tahun (39%), jenis kelamin laki-laki (54%), pendidikan SMA (40%), pekerjaan wiraswasta (37%), pendapatan Rp. 1.500.000- Rp. 3.000.000 (37%). Hasil penelitian gambaran harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kefarmasian adalah bukti langsung skor rata-rata (334,2), keandalan (337,6), ketanggapan (353), jaminan (367,5), empati (348,8).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU BELANJA PRODUK FARMASI DI APOTEK ASKIA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online, termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja, terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase 36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai dengan persentase 81,6%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak 26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9% (baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik), dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017 < (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d sebesar 0,249.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA SUKAHATI CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan (reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance) 60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang di pergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi di Apotek Kimia Farma Kusmayadi Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan alat kuisioner. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Kualitas pelayanan ini diukur dengan persentase (analisa univariat) dengan hasil pelayanan cukup puas 44%, waktu pelayanan cukup puas 45%, ketersediaan obat tidak puas 41%, dan sarana dan prasarana sangat puas 35%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI EFISIENSI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 110 KEBON PEDES KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU PEMBELIAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26 responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju 0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek sukahati Cibinong Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA METLAND CILEUNGSI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30 Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan), Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIENDI APOTEK KIMIA FARMA CIPAYUNG BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani. Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA (Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail