Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Pelayanan Kefarmasian
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

2025Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI POLI DOKTER IN HOUSE APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas (52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas (44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI POLI RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MELANIA

2024Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori puas sebanyak 79%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak 26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9% (baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik), dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017 < (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d sebesar 0,249.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA SUKAHATI CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan (reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance) 60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IPA DI PUSKESMAS KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas), kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat, petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat sesuai yang diminta dalam resep.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP RAWAT JALAN PADA PASIEN UMUM DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober- Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan Formularium Nasional sebesar 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASANPASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI POLIKLINIK AFIAT RUMAH SAKIT PALANG MERAH INDONESIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif, teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak 98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian pada kepuasan pelanggan  80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84, 69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PASIEN BPJS DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT RIDOGALIH SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM. Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata- rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional 78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium belum sesuai dengan SPM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KHANZA FARMA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010. Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%, jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori sangat puas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %, Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3 variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness 0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik), kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati 72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK SAMBUJA PABUARAN-BOJONGGEDE

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu dengan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkna pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan. Jika kinerja dibawah harapan maka konsumen tidak puas, sebaliknya bila kinerja memenuhi harapan maka konsumen akan puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanya melebihi harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian terhadap lima dimensi, jenis penelitian ini yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel yaitu dengan cara purposive sampling dengan kriteria berumur 26-65 tahun. Dapat berkomunikasi dengan baik, bersedia diwawancarai dengan mengisi kuesioner, keluarga pasien atau pasien yang berkunjung di Apotek Sambuja Pabuaran Bojonggede. Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan pasien terhadap indikator kehandalan (reliability) sebesar 3,90 memberikan nilai puas, ketanggapan (responsiveness) 4,16 memberikan nilai puas, keyakinan (assurance) sebesar 4,01 memberikan nilai puas, empati (emphaty) sebesar 4,01 memberikan nilai puas, fasilitas berwujud (tangible) sebesar 4 dengan memberikan nilai puas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MULYAHARJA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei- Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta (33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%), dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas dengan persentase sebanyak (77,9%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK LARAS KABUPATEN SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance). Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas, pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PARADISE SUKAHATI CIBINONG

2022Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016 merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98 responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian 90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai sudah sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MEDIKA DRAMAGA BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian. Pasien yang puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau bahkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosidemografi dan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini bersifat prospektif observasional, dimana data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner, kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 17. Berdasarkan hasil penelitian dari 100 reseponden menunjukkan jenis kelamin perempuan sebanyak 65%, usia 36 – 45 tahun sebanyak 45%, tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK 47% dan responden pedagang sebanyak 23%. Data menggunakan analisis univariat menunjukkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian bahwa dimensi keandalan sebesar (89%), ketanggapan (79%), empati (78%), jaminan (80%), dan bukti langsung (75%). Rata–rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Medika Dramaga Bogor 2020 pasien merasa puas sebesar (80%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail