BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung
jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil
yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep
dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor.
Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data
prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi
menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan
reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan
jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil
penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan
kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas
(52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi
ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas
(44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus
diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas
pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang
harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain
aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan
aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan
untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif
non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel
yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi
kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya
tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas
sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi
bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori
puas sebanyak 79%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat
pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas
pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk
memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian
pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif
observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan
rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan
menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi
Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak
26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan
terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta
(34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil
penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9%
(baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik),
dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan
pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017
< (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor.
Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d
sebesar 0,249.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan
kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan.
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien
terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator
kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan
dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan
kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling
dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di
Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan
(reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance)
60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan
dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas
pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia
Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak
asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan
kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang
diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual
dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien
sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan
kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas),
kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan
rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata
gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas
dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia
ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat,
petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat
sesuai yang diminta dalam resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian
penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan
resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan
rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang
sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain
itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl
ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl
dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep
dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar
resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum
depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober-
Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar
pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan
Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan
Formularium Nasional sebesar 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk
mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat
menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting
dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas
pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif,
teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data
diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang
menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan
Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak
98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden
merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang
diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor.
Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian
pada kepuasan pelanggan 80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan
metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84,
69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata
keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo
Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan
minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang
wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan
menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di
poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini
deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data
primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk
mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM.
Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan
metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden
menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat
jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata-
rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional
78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat
jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah
sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium
belum sesuai dengan SPM.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik
kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang
dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan
konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu,
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan
mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat
observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari
wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010.
Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh
perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori
pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah
Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%,
jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil
total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index
Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori
sangat puas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi
kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri
dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian
didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %,
Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan
uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai
sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3
variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness
0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f
didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada
pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan
pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai
peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu dengan apoteker sebagai
bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam
mewujudkna pelayanan kefarmasian yang berkualitas.
Kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan. Jika kinerja
dibawah harapan maka konsumen tidak puas, sebaliknya bila kinerja memenuhi
harapan maka konsumen akan puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanya
melebihi harapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan kefarmasian terhadap lima dimensi, jenis penelitian ini yang
dilakukan yaitu penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel yaitu dengan cara
purposive sampling dengan kriteria berumur 26-65 tahun. Dapat berkomunikasi
dengan baik, bersedia diwawancarai dengan mengisi kuesioner, keluarga pasien
atau pasien yang berkunjung di Apotek Sambuja Pabuaran Bojonggede.
Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan pasien terhadap indikator
kehandalan (reliability) sebesar 3,90 memberikan nilai puas, ketanggapan
(responsiveness) 4,16 memberikan nilai puas, keyakinan (assurance) sebesar 4,01
memberikan nilai puas, empati (emphaty) sebesar 4,01 memberikan nilai puas,
fasilitas berwujud (tangible) sebesar 4 dengan memberikan nilai puas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu
dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah
yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang
timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut
dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal
yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu
memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di
Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS
rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei-
Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian
sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia
mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta
(33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas
Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi
kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%),
dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%).
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan
kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas
dengan persentase sebanyak (77,9%).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah
kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul
sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan
kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada
pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5
dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance).
Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive
sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil
penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas,
pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat
puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa
sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa
sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien
merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa
sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak
pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016
merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga
kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode
purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98
responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi
pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian
90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata
persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas
pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai
sudah sangat baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk
mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian. Pasien yang puas terhadap
pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa
pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau
bahkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data
sosidemografi dan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Medika Dramaga Bogor.
Penelitian ini bersifat prospektif observasional, dimana data yang digunakan
adalah data primer berupa kuesioner, kemudian diolah dengan menggunakan
aplikasi spss versi 17. Berdasarkan hasil penelitian dari 100 reseponden
menunjukkan jenis kelamin perempuan sebanyak 65%, usia 36 – 45 tahun
sebanyak 45%, tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK 47% dan responden
pedagang sebanyak 23%. Data menggunakan analisis univariat menunjukkan
kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian bahwa dimensi keandalan
sebesar (89%), ketanggapan (79%), empati (78%), jaminan (80%), dan bukti
langsung (75%). Rata–rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Medika Dramaga Bogor 2020
pasien merasa puas sebesar (80%).