Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kualitas Pelayanan Kefarmasian
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

2025Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IPA DI PUSKESMAS KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas), kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat, petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat sesuai yang diminta dalam resep.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD CIBINONG

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %, Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3 variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness 0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik), kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati 72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PARADISE SUKAHATI CIBINONG

2022Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016 merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98 responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian 90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai sudah sangat baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail