BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan merupakan tenggang
waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat dengan
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu ≤ 30 menit untuk Obat Non Racikan
dan ≤ 60 menit untuk Obat Racikan. Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah
satu indikator yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini
bertujuan mengkaji durasi layanan resep bagi pemegang kartu BPJS di Unit Farmasi
Rawat Jalan RS Karya Bhakti Pratiwi, untuk menilai kesesuaiannya dengan standar
yang berlaku. Studi ini mengadopsi pendekatan Deskriptif Observasional,
menggunakan metode pengumpulan data Retrospektif. Sampel yang dianalisis
terdiri dari 100 lembar resep racikan dan 100 lembar resep non-racikan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa 46 resep racikan dan 28 resep non-racikan memenuhi
kriteria waktu tunggu yang ditetapkan. Rata-rata durasi pelayanan untuk resep
racikan tercatat 63 menit 43 detik, sementara untuk resep non-racikan adalah 47
menit 43 detik. Hal ini menunujukan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep
di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Tidak
memenuhi Persyaratan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 serta Pedoman Standar
Pelayanan Minimal untuk Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dimana untuk resep
racikan ≤ 60 menit dan non racikan ≤ 30 menit.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab
meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu
pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk
mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit
zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam
zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran
karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di
BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian
ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan
rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85
orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan
dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun.
lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak
82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa
pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori
tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian
pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi
obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan
kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat
kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan
pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus
resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian
sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara
deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan,
ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai
kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya
data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak
berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA
(78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%).
Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat
kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi
ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi
empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil
penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada
8 jenis berdasarkan kuadran 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal (renal atau kidney failure) merupakan kasus penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut (kambuhan) maupun kronik (menahun). Gagal kronik gejala awalnya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut tidak sering dirasakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien rawat jalan penderita gagal
ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Data yang digunakan adalah data
rekam medik, dengan data yang diambil meliputi , usia, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien rawat jalan penderita gagal ginjal kronik periode Januari – Maret 2022. Data dianalisis dengan menggunakan data deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 103 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan
data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 55,3%, usia terbanyak 56-65 tahun 31,1%, berat badan terbanyak 51,60 kg 35%. Distribusi pasien berdasarkan diagnosis penyakit penyerta terbanyak yaitu penyakit hipertensi dengan persentase 72,82%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat pasien diperoleh hasil sebanyak 99%, pada tepat obat sebanyak 98%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 83%, dan tepat frekuensi sebanyak 99%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diare adalah suatu keadaan buang air besar (BAB) cair atau encer dengan
frekuensi lebih dari tiga kali sehari (atau lebih sering buang air besar daripada
yang normal). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi pada terapi pengobatan penyakit diare anak meliputi: usia dan
jenis kelamin di Praktek Dokter Mahyudi dan untuk mengetahui gambaran terapi
pengobatan penyakit diare anak. Desain penelitian yang digunakan adalah
Deskriptif Observasional dengan menganalisis data dengan pendekatan
Retrospektif dari data rekam medis dengan pendekatan secara Cross Sectional.
Hasil penelitian ini kelompok usia terbanyak menderita diare ialah usia 0-5 tahun
43 anak (63%). Jenis kelamin anak penderita diare adalah laki-laki sebanyak 41
anak (60%) dari total sampel 68 sampel dan terapi obat yang sering digunakan di
Praktek Dokter Mahyudi menggunakan Zinc Sulfate Monohydrate sebanyak 49
kasus (72%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya
tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan
kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh
petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat.
Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan
tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan
ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran
sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan
responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan
terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto.
Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat
jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi.
Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto
dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan
sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak
45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan
sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang
(72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang
(69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi
bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%,
dimensi ketanggapan 77,5%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus
diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas
pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang
harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain
aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan
aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan
untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif
non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel
yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi
kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya
tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas
sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi
bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori
puas sebanyak 79%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian
penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan
resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan
rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang
sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain
itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl
ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl
dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep
dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar
resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum
depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober-
Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar
pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan
Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan
Formularium Nasional sebesar 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi
harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma
Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh
terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan
model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden
melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30
Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat
kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap
pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan),
Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau
dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil
tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap
pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan
antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka
terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang
melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani.
Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang
diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam
menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma
Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional,
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan
sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada
pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA
(Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat
bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance
Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap
kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat
kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas
dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertiroid adalah penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam
tubuh. Pasien dengan peningkatan kadar hormon tiroid yang tidak diobati akan
beresiko menurunnya kualitas hidup, oleh karena itu diperlukan terapi untuk
mengontrol kadar hormon tiroid pada batas normal dan meminimalkan gejala dari
hipertiroid, salah satunya dengan obat antitiroid. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran penggunaan obat anti tiroid pada pasien hipertiroid di
Klinik Permata Sukabumi terhadap jenis kelamin, pekerjaan, usia serta obat
tambahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan
data secara retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien periode
oktober-desember 2021 di rawat jalan Klinik Permata Sukabumi. Dari sebanyak
370 pasien Pasien Hipertiroid didominasi oleh Perempuan 68,1% (252 orang)
dari pada Laki-Laki 31,9% (118). Usia paling banyak untuk pasien hipertiroid
adalah pada usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 99 orang (26,76%). Untuk
Pekerjaan, Ibu Rumah Tangga memiliki persentase paling besar pengidap
hipertiroid yaitu sebanyak 132 pasien (35,7%) dan untuk obat tambahan yang
sering digunakan untuk pasien hiperteiroid adalah bisoprolol yaitu sebanyak
59,5% (220 Orang).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi
kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri
dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian
didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %,
Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan
uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai
sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3
variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness
0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f
didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada
pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan
pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh
Coronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Pada kasus Covid-19 ini
pasien dengan komorbid lebih banyak berkaitan dengan outcome klinis yang lebih
buruk dibandingkan pasien non komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana perbandingan outcome pasien Covid-19 komorbid dan non
komorbid di RSUD Kota Bogor. Penelitian dilakukan secara retrospektif melalui
data rekam medik pada 356 pasien terkonfirmasi Covid-19 dirawat inap periode
Maret 2020 – Desember 2021. Data outcome pasien Covid-19 akan dianalisis
perbedaannya pada pasien komorbid dan non komorbid. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney dengan tingkat
signifikansi 0,05. Pasien Covid-19 pada penelitian ini ditemukan terbanyak pada
usia 45–55 tahun (25,56%), pada jenis kelamin perempuan (55,90%), dengan
komorbid terbanyak yaitu diabetes melitus tipe 2 (41%) dan hipertensi (34,3%),
derajat gejala klinis terbanyak yaitu gejala ringan (60,39%), lama hari rawat
terbanyak terdapat pada 8–14 hari (52,25%). Pada pasien komorbid diperoleh
outcome pulang 71,35% dan meninggal 28,65%, sedangkan pada pasien non
komorbid diperoleh outcome pulang 90,45% dan meninggal 9,55%. Terdapat
perbedaan yang signifikan antara outcome pasien pulang dan meninggal baik
dengan komorbid maupun non komorbid dilihat pada hasil nilai P-value 0,000 ≤
0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai
peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu dengan apoteker sebagai
bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam
mewujudkna pelayanan kefarmasian yang berkualitas.
Kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan. Jika kinerja
dibawah harapan maka konsumen tidak puas, sebaliknya bila kinerja memenuhi
harapan maka konsumen akan puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanya
melebihi harapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan kefarmasian terhadap lima dimensi, jenis penelitian ini yang
dilakukan yaitu penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel yaitu dengan cara
purposive sampling dengan kriteria berumur 26-65 tahun. Dapat berkomunikasi
dengan baik, bersedia diwawancarai dengan mengisi kuesioner, keluarga pasien
atau pasien yang berkunjung di Apotek Sambuja Pabuaran Bojonggede.
Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan pasien terhadap indikator
kehandalan (reliability) sebesar 3,90 memberikan nilai puas, ketanggapan
(responsiveness) 4,16 memberikan nilai puas, keyakinan (assurance) sebesar 4,01
memberikan nilai puas, empati (emphaty) sebesar 4,01 memberikan nilai puas,
fasilitas berwujud (tangible) sebesar 4 dengan memberikan nilai puas.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang
melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian
bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan
menyerang apabila ketahanan tubuh (immunitas) menurun. Dalam
penatalaksanaan ISPA balita yang menjalani pengobatan akan berdampak
munculnya masalah dalam pemberian obat obat Drug Related Problems (DRPs)
di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Azra Bogor pada periode 1 Januari 2019
sampai 31 Maret 2020. Dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan
dianalisi secara deskriktif, metode yang dipakai menggunakan rumus Slovin dan
didapat sampel sebanyak 109 sampel pasien dengan rentan 0-5 tahun. Hasil
pengumpulan dan pengolahan data menunjukan bahwa pasien di Rumah Sakit
Azra Bogor Jenis kelamin laki-laki 60 pasien dan perempuan 49 pasien. Terapi
obat yang banyak diterima oleh penderita ISPA adalah obat tremenza,
triamcinolon, ketotifen, paracetamol, salbutamol. Sedangkan obat lain yang
digunakan bersamaan dengan obat ISPA untuk terapi ISPA adalah antibiotik.
Hasil evaluasi menunjukan DRPs, yaitu interaksi obat 94 pasien, terapi tanpa
indikasi 18 pasien, indikasi tanpa terapi 4 pasein, overdosis 6 pasien, dosis
subterapeutik 8 pasien, pemilihan obat yang kurang tepat 0 pasien, reaksi obat
yang dikehendaki 0 Pasien, kegagalan menerima obat 2 pasien.