Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Resep
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN PASIEN JANTUNG RAWAT JALAN RS. SENTRA MEDIKA CIBINONG PERIODE DESEMBER 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Penyakit jantung merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak berfungsi secara maksimal sehingga menghambat sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh kelemahan otot jantung atau adanya celah antara serambi kiri dan kanan jantung sehingga mengakibatkan terganggunya peredaran darah bersih dan darah kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien jantung rawat jalan di fasilitas farmasi rumah sakit. Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong menentukan pola peresepan obat jantung bagi pasien rawat jalan yang terdiagnosis penyakit jantung di fasilitas ini selama Desember 2023 berdasarkan usia dan jenis kelamin. Usia pasien jantung tertinggi pada usia 56-65 tahun sebanyak 38,10 %. Proporsi pasien laki-laki sangat tinggi yaitu 60,95%. Golongan obat yang paling banyak digunakan oleh pasien BPJS yaitu antiplatelet sebesar 19,75%, dan golongan obat pasien non-BPJS yaitu beta-blocker sebesar 30,77%. Jenis obat yang paling banyak digunakan pasien BPJS yaitu bisoprolol sebanyak 17,75 % dan jenis obat yang paling banyak digunakan pasien non BPJS adalah bisoprolol sebanyak 23,08 %. Jumlah item obat dalam resep yang digunakan pasien BPJS yaitu 4-6 item dengan persentase 67,34% sedangkan jumlah item obat dalam resep yang digunakan pasien non-BPJS yaitu 1-3 item dengan persentase 100 %. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola peresepan obat jantung di fasilitas farmasi rawat jalan RS. Sentra Medika Cibinong disesuaikan dengan kebutuhan individu berdasarkan kondisi spesifik pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

"EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PASIEN BPJS FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI"

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan merupakan tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu ≤ 30 menit untuk Obat Non Racikan dan ≤ 60 menit untuk Obat Racikan. Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah satu indikator yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengkaji durasi layanan resep bagi pemegang kartu BPJS di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Karya Bhakti Pratiwi, untuk menilai kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Studi ini mengadopsi pendekatan Deskriptif Observasional, menggunakan metode pengumpulan data Retrospektif. Sampel yang dianalisis terdiri dari 100 lembar resep racikan dan 100 lembar resep non-racikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 46 resep racikan dan 28 resep non-racikan memenuhi kriteria waktu tunggu yang ditetapkan. Rata-rata durasi pelayanan untuk resep racikan tercatat 63 menit 43 detik, sementara untuk resep non-racikan adalah 47 menit 43 detik. Hal ini menunujukan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Tidak memenuhi Persyaratan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 serta Pedoman Standar Pelayanan Minimal untuk Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dimana untuk resep racikan ≤ 60 menit dan non racikan ≤ 30 menit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KESESUAIAN PERESEPAN OBAT BPJS PROGRAM RUJUK BALIK TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang menjadi acuan dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional untuk memudahkan dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase gambaran jenis obat, kesesuaian peresepan dan restriksi obat BPJS Program Rujuk Balik terhadap Formularium Nasional di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif observasional. Pengumpulan data secara retrospektif berdasarkan resep masuk di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor periode Desember 2023. Hasil penelitian menunjukan obat yang paling banyak digunakan amlodipin untuk hipertensi (33,56%), bisoprolol untuk jantung (50,96%), tiotropium bromide untuk PPOK (45,87%), metformin untuk diabetes (34,81%), budesonide-formoterol untuk asma (32,26%), asam valproate untuk epilepsi (81,82%), risperidone untuk skizofrenia (75,47%) dan asam asetilsalisilat untuk stroke (75,47%). Peresepan obat seperti asma, diabetes, epilepsi, hipertensi, jantung, PPOK, skizofrenia, dan stroke sebagian besar belum sesuai. Persentase kesesuaian peresepan tertinggi ada pada skizofrenia (100%). Kesesuaian restriksi (89,73%) dan ketidaksesuaian restriksi (10,27%). Dari hasil gambaran, dapat disimpulkan bahwa peresepan obat dalam BPJS Program Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor belum sesuai dengan Formularium Nasional Program Rujuk Balik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP DOKTERlSECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI FARMASI RAWAT JALAN RUMAHuSAKIToKARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

#Pengkajian resepvmerupakanokegiatan yangupentingydalam pelayanan resepfkarena dapat membantu mengurangi terjadinyaomedicatior error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiogambaran kelengkapan resep dokter sacara administratif dan farmasetik dijFarmasibRawatiJalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian kelengkapan reseplsecara administratif yang telah mencapai 100% yaitu data pasien (nama, umur, jenis kelamin, tinggiobadanodan beratmbadankpasien), data dokter (nama, nomorlSIP, alamat praktek), tanggal penulisan resep dan ruangan/ unit asal resep. Sedangkan paraf dokter hanya 42%. Kelengkapanmresep secarakfarmasetik yang telah mencapai 100% yaituynamawobat, dosis dan aturanupakai. Sedangkanyjumlah obat sebesar 99% dan bentukysediaan hanya 66%. Berdasarkan hasil kelengkapanbresep secaraoadministratif danbfarmasetikldi Farmasi RawatiJalan Rumah Sakit KaryapBhaktimPratiwi Kabupaten Bogor belum sesuaimdengan Peraturan MenterioKesehatan Republik IndonesiajNomor 72 Tahun 2016nkarena masih terdapat ketidaklengkapan pada resep.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP FARMASI RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN JAMINAN PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP ASPEK ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMA PARUNG BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu yang menjadi suatu tolak ukur dalam standar pelayanan minimal farmasi di rumah sakit yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit sakit dan untuk menjamin kepuasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi dengan metode cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yaitu 100 responden yang merupakan pasien atau keluarga pasien dihitung menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Hasil data sosiodemografi berdasarakan jenis kelamin laki-laki (52%), pada usia 17-25 tahun (38%), pekerja lain-lain (30%), dan BPJS lebih dominan (82%). Gambaran waktu tunggu resep non racik 14,7 menit dan racikan 31,1 menit, dengan kesesuaian yaitu (89%), untuk kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (puas 45%), Ketanggapan (puas 43%), Jaminan (puas 62%), Empati (sangat puas 37%), dan Wujud / nyata (sangat puas 40%). Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan 4 dimensi kepuasan pasien diataranya variabel kenyataan (p-value=0.003), empati (p- value=0,007), ketanggapan (p-value=0.019) serta jaminan (p-value=0.008).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA DI APOTEK KIMIA FARMA 317 BYPASS CIANJUR

2024Koleksi Perpustakaan

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara deskriptif gambaran kelengkapan resep psikotropika dan narkotika secara aspek administratif dan farmasetik di Apotek Kimia Farma 317 Bypass Cianjur. Pengambilan data dilakukan dengan cara retrospektif dengan menggunakan data resep pada bulan Juli - September 2022 dengan total resep psikotropika 129 lembar resep dan total resep narkotika 23 lembar resep. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kelengkapan resep psikotropika secara administratif yaitu Nama pasien 100%, Alamat pasien 43,41%, Umur pasien 53,48%, Jenis kelamin pasien 10,85%, Berat badan 0,77%, Nama dokter 98,44%, SIP dokter 72,86%, alamat praktek 82,17%, Nomor Telepon dokter 79,06%, Paraf dokter 27,13%, dan Tanggal penulisan resep 74,41%. Persentase kelengkapan resep psikotropika secara farmasetik yaitu Kekuatan obat 88,37%, Jumlah Obat 100%, Aturan pakai 100%, Dosis Obat 99,22%, dan Bentuk Sediaan Obat 100%. Persentase kelengkapan resep narkotika secara administratif yaitu nama pasien 100%, alamat pasien 52,17%, umur pasien 78,26%, jenis kelamin 47,82%, berat badan 21,72%, nama dokter 95,65%, nomor SIP dokter 91,3%, alamat praktek 86,95%, nomor telepon 86,95%, paraf dokter 82,6%,tanggal penulisan resep 78,26%. Persentase kelengkapan resep narkotika secara farmasetik yaitu kekuatan obat 78,26%, jumlah obat 100%, aturan pakai 100%, dosis obat 100%, dan bentuk sediaan obat 91,3%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT RESEP RACIKAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK PANDAWA RAYA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Di Indonesia, masih banyak dokter yang memberikan obat dalam bentuk racikan. Peracikan obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji evaluasi potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja dan tingkat keparahan menggunakan aplikasi Medscape.com pada resep obat racikan anak di Klinik Pandawa Raya Bogor. Data yang digunakan adalah lembar resep, yang dilakukan secara retrospektif pada pasien anak yang mendapatkan resep racikan periode September – Oktober 2021. Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental) retrospektif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan data yang sudah ada dari penelusuran lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien anak yang mendapatkan resep racikan paling banyak berjenis kelamin laki- laki sebanyak 53,19% dengan rentang usia terbanyak 1-5 tahun sebanyak 62,77%. Obat yang pailng banyak diresepkan kedalam obat racikan yaitu ciproheptadin sebanyak 26,59%. Jumlah obat yang di gunakan dalam racikan terbanyak adalah 3-4 obat 57,44%. Interaksi obat yang terjadi dari 53 resep sebanyak 56,39% mengalami interaksi obat dan tidak berinteraksi sebanyak 43,61%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakokinetik sebanyak 56,73% dan farmakodinamik 43,27%. Keparahan interaksi kategori moderate 48,08%, major sebanyak 47,12%, dan minor 4,80%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP UMUM NON RACIKAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA LOKET UTAMA PERIODE JULI 2021

2023Koleksi Perpustakaan

Apotek Kimia Farma Juanda memiliki standar waktu pelayanan untuk obat non racikan < 15 menit, tetapi waktunya masih melebihi dari waktu yang ditetapkan sehingga menimbulkan keluhan dari pasien dan keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP Kimia Farma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan observasi. Pengambilan data dilakukan secara Cluster Sampling. Metode untuk menentukan jumlah sampel yaitu Cluster Sampling dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang didapatkan adalah 365 resep. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor adalah 22.26 menit untuk 1 lembar resep umum non racikan. Waktu tersebut belum sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 lembar resep non racikan mulai resep diterima kasir sampai obat diserahkan kepada pasien yang meliputi proses Skrining, penyiapan dan penyerahan selama < 15 menit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan waktu tunggu pelayanan resep yang lebih baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi adalah waktu tunggu pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep ada dua yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan dengan tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tunggu dan persentase kesesuaian pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor pada Bulan April-Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dimana data sampel diambil dari waktu tunggu resep pasien rawat jalan periode April-Juni 2022 diperoleh sebanyak 952 resep untuk obat racikan dan 3.559 resep untuk obat jadi. Hasil penelitian ini diperoleh waktu tunggu obat racikan rata-rata 32 menit dan obat jadi rata-rata 19.9 menit. Persentase kesesuaian waktu tunggu dengan standar pelayanan rumah sakit pada bulan April 82%, Mei 79% dan Juni 83% untuk resep obat racikan, dan untuk resep obat jadi pada bulan April 90%, Mei 88% dan Juni 92%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sesuai dengan Profil Indikator Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP RAWAT JALAN PADA PASIEN UMUM DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober- Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan Formularium Nasional sebesar 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT JADI DAN OBAT RACIKAN DI DEPO FARMASI AFIAT RUMAH SAKIT PMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU PEMBELIAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26 responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju 0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek sukahati Cibinong Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT AZRA

2023Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan resep adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi ketepatan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari bulan Januari – Maret tahun 2022 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanayak 346 lembar resep pasien rawat jalan yang berobat ke dokter spesialis di Rs Azra. Analisis data dilakukan dengan cara melihat waktu tunggu pelayanan resep , baik resep racikan maupun resep non racikan. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu pelayanan resep menggunakan microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator jenis resep terbanyak adalah resep non racikan sebanyak 194 resep dengan persentase 56,07 %. Resep racikan sebanyak 152 resep dengan persentase 43,93%. Untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh rata- rata waktu tunggu 54 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤60 menit) dan untuk obat non racikan memperoleh hasil rata- rata waktu tunggu pelayanan sebesar 29 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤30 menit), Sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu terhadap obat racikan sebanyak 61,18% dan untuk non racikan 61,86%. Hasil ini menunjukan bahwa waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Azra sudah memenuhi standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI INDIKATOR PERESEPAN PADA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI PUSKESMAS BUNAR KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu rasionalitas obat sangat penting digunakan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran peresepan, gambaran indikator peresepan obat rasional, dan kesesuaian indikator peresepan dengan Panduan Penggunaan Obat Rasional 2011, yang meliputi: Penggunaan Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik, Injeksi pada Myalgia, Rerata Jumlah Item Obat Per Lembar Resep, serta Penggunaan Obat Generik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional, mengunakan data Retrospektif berupa resep pada Agustus–Oktober 2021 serta metode total sampling dengan jumlah sebanyak 3.965 resep. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan pada penyakit ISPA Non Pneumonia adalah 95 resep (36%) yang menggunakan Antibiotik. Diare Non Spesifik terdapat 78 resep (66%) yang tidak menggunakan Antibiotik. Injeksi pada Myalgia berjumlah 0 resep (0%). Indikator POR pada peresepan Agustus-Oktober 2021 untuk Persentase Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia adalah 57,12%, Diare Non Spesifik 52,33%, Injeksi Pada Myalgia 0%, Rerata jumlah item obat pada tiap lembar resep 2,45. Untuk pemberian penggunaan Obat Generik 98,47%. Kesesuaian indikator POR untuk pengunaan antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik penggunaan obat generik, tidak sesuai, sedangkan pada Injeksi Myalgia, Rerata jumlah item pada resep sudah sesuai dari pedoman.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI MUTU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUD R SYAMSUDIN SH KOTA SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Mutu pelayanan resep adalah kesesuaian pelayanan resep dengan standar yang berlaku untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu pelayanan resep rawat jalan pasien BPJS di Instalasi Farmasi RSUD R Syamsudin S.H berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari Oktober- Desember 2021 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan BPJS di RSUD R Syamsudin S.H kota Sukabumi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanyak 386 lembar resep pasien rawat jalan BPJS yang masuk ke Depo Farmasi Rawat Jalan. Analisis terhadap data sampel dilakukan dengan melihat waktu tunggu pelayanan resep, baik resep non racikan maupun racikan serta kesesuaian penulisan resep dengan formularium. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu pelayanan resep dan persentase kesesuaian penulisan resep terhadap Formularium Nasional dengan menggunakan Microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator waktu tunggu pelayanan resep non racikan memperoleh rata-rata waktu tunggu 21,57 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤ 30 menit) dan untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh hasil rata-rata waktu tunggu pelayanan sebesar 47,06 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤ 60 menit), sedangkan untuk indikator kesesuaian penulisan resep terhadap Formularium Nasional memperoleh persentase kesesuaian sebesar 73% artinya hasil ini belum memenuhi standar SPM, dimana standar SPM yang ditetapkan adalah 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BERDASARKAN KEPMENKES RI NOMOR 129/MENKES/SK/II/2008 PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS SENTOSA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu merupakan salah satu standar pelayanan minimal yang harus di evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan atau obat racikan adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan obat diberikan dengan standar waktu menurut Kepmenkes dengan rata-rata waktu tunggu obat racikan ≤ 60 menit, dan waktu tunggu obat non racikan ≤ 30 menit.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik resep, profil waktu tunggu dan evaluasi waktu tunggu berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan survey pendekatan prospektif. Pada penelitian ini digunakan sampel sebanyak 98 lembar resep yang terdiri dari 68 lembar resep obat non racikan dan 30 lembar resep obat racikan dari total 8 poliklinik, dengan persentase non racikan 69,4 % dan resep racikan 30.6 %. Gambaran karaketistik resep pada masing-masing poli menunjukan resep non racikan terbanyak berada pada poli kandungan dengan jumlah resep sebanyak 22,10 % dan resep racikan terbanyak berada pada poli anak sebanyak 46,70 %. Profil waktu tunggu resep berdasarkan poli pada resep non racikan tercepat poli bedah dengan rata-rata 8 menit dan terlama pada resep poli syaraf 26 menit. Sedangkan pada resep racikan waktu tunggu tercepat pada poli bedah dengan rata-rata 19 menit dan waktu tunggu terlama pada poli THT dengan waktu tunggu 35 menit. Evaluasi kesesuaian rata-rata waktu tunggu resep obat non racikan 18 menit dan untuk obat racikan 27,3 menit dinyatakan sesuai dengan standar Kepmenkes RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Persentase kesuaian pada resep non racikan yaitu 95.58 % dan pada resep racikan yaitu 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN SEBELUM DAN PADA WAKTU COVID-19 DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RAWAT JALAN RSUD PALABUHANRATU

2023Koleksi Perpustakaan

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia Semenjak awal tahun 2020. Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian RSUD Palabuhanratu. Salah satu cara untuk menekan jumlah kasus Covid-19, yaitu dengan kebijakan work from home (WFH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jenis resep, kesesuaian waktu tunggu, dan perbandingan waktu tunggu resep antara sebelum dan pada waktu Covid-19 di RSUD Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder resep racikan dan non racikan sebelum Covid-19 secara retrospektif pada periode Oktober-Desember 2018 dan pengambilan data resep racikan dan non racikan pada saat Covid-19 secara prospektif. Data yang diambil seluruh data resep BPJS racikan dan non racikan. Hasil penelitian didapatkan jenis resep sebelum Covid-19, 40% resep racikan dan 60% resep non racikan, pada waktu Covid-19 sebanyak 36,8% resep racikan dan 63,2% resep non racikan. Kesesuaian waktu tunggu sebelum Covid- 19, sebanyak 22,5% resep racikan dan 81,7% resep non racikan, lalu pada waktu Covid-19 sebanyak 97,1% resep racikan dan 100% resep non racikan sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal. Terdapat perbedaan signifikan kesesuaian waktu tunggu resep racikan dan non racikan antara sebelum dan pada waktu Covid-19 dengan nilai signifikansi Uji Mann Whitney sebesar 0,000 < 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RAWAT JALAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JIWA MARZOEKI MAHDI BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep, sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata- rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail