BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan
kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat
kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan
pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus
resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian
sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara
deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan,
ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai
kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya
data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak
berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA
(78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%).
Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat
kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi
ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi
empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil
penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada
8 jenis berdasarkan kuadran 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan
dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan
keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi,
harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi
kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan
bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan
jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden
dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data
sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal
(26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak
karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000
sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan
kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan
(96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati
pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan,
Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan
menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian
pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam
perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95
pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual
(Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%).
Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan
menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode
IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan merupakan faktor dan akar penting yang mampu memberikan
kepuasan bagi pelanggannya yang terkait dengan hasil prilaku dari mulut ke mulut
seperti keluhan, rekomendasi dan pertukaran atau perpindahan. Harapan adalah apa
yang dipikirkan oleh konsumen yang harus disediakan oleh penyedia jasa. Harapan
atau ekspektasi bukan merupakan prediksi dari apa yang akan disediakan oleh
penyedia jasa. Harapan akan timbul saat konsumen memerlukan suatu barang atau
jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan
gambaran harapan masyarakat di Kelurahan Ciderum Kabupaten Bogor terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian apotek. Pada penelitian ini metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara
purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data
secara prospektif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian gambaran
sosiodemografi yang menunjukan persentase terbanyak adalah usia 26- 35 tahun
(39%), jenis kelamin laki-laki (54%), pendidikan SMA (40%), pekerjaan
wiraswasta (37%), pendapatan Rp. 1.500.000- Rp. 3.000.000 (37%). Hasil
penelitian gambaran harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kefarmasian
adalah bukti langsung skor rata-rata (334,2), keandalan (337,6), ketanggapan (353),
jaminan (367,5), empati (348,8).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak
asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan
kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang
diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual
dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien
sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan
kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas),
kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan
rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata
gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas
dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia
ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat,
petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat
sesuai yang diminta dalam resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan
antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka
terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang
melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani.
Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang
diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam
menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma
Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional,
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan
sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada
pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA
(Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat
bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance
Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap
kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat
kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas
dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi
kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri
dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian
didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %,
Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan
uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai
sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3
variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness
0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f
didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada
pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan
pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas
pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam
pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang
diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan
memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara
prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan
menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap
pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu -
0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan
pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil
responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada
keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius
yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada
kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual
dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan
mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan
yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan
tersenyum.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut
adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan
pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan,
dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar
kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini
menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil
tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi
yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir
diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan
pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data
penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti
Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas),
Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84%
(sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota
Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak
pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016
merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga
kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode
purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98
responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi
pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian
90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata
persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas
pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai
sudah sangat baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya
pekerjaan kefarmasian.Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan
pelayanan kefarmasian di apotek adalah dengan studi kepuasan pelanggan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen , tingkat
kepuasan konsumen dan mengetahui nilai kesenjangan (selisih antara harapan dan
kenyataan) pasien resep tunai terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma No. 7
Bogor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
Single Cross Sectional Study (pendekatan dengan observasi atau pengumpulan
data sekaligus dalam kondisi waktu tertentu).Responden yang dipilih adalah
pengunjung Apotek Kimia Farma 07 yang datang untuk menebus resep dengan
metode non propability sampling dengan jumlah tertentu. Tingkat kepuasan
konsumen diukur menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5
dimensi kualitas layanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan
emphaty..Hasil penelitian menunjukan presentase tingkat kepuasan konsumen
rata-rata sebesar 95,02%. Dimensi tangibel merupakan dimensi yang paling
memerlukan perbaikan karena nilai rata-rata kesenjangan paling tinggi yaitu
minus 0,283 dan tingkat kepuasan terendah diantara yang lain yaitu 94,27 %. Dan
dimensi yang paling tinggi adalah dimensi responsive dengan tingkat kesenjangan
adalah minus 0,202 dan tingkat kepuasan 95,74%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang
menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.
Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan,
mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan
professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk
mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi
farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan
metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan
pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah
sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk
pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode
univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan
kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ),
ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%,
sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang
puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas
56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas
36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4
variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas
pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035),
pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value
0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara
manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi
adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685
hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.