BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling
banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan
pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang
terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Obat generik adalah obat yang
apabila nama patennya habis masa berlakunya, maka perusahaan lain dapat
memproduksi obat tersebut. Obat bermerek adalah obat yang di pasarkan dengan
nama dagang tertentu yang didaftarkan oleh produsennya. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat
bermerek di Apotek Golden Bogor. Penelitian ini menggunakan deskriptif
kuantitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran
atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian deskriptif dengan
menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen terhadap
obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor sampel dalam penelitian
ini sebanyak 100 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian
menunjukan bahwa responden yang membeli obat di Apotek Golden 66% berjenis
kelamin perempuan, persentase berdasarkan usia yaitu konsumen 26-35 tahun
sebesar 43%, sedangkan berdasarkan pendidikan konsumen berlatar belakang
SMA/SMK yaitu sebesar 59%, berdasarkan pekerjaan konsumen yaitu pekerjaan
pegawai swasta 33%, berdasarkan sumber informasi yaitu sumber informasi
tenaga kesehatan sebanyak 79% dan lingkungan keluarga sebanyak 42%. Tingkat
pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek
Golden menunjukan bahwa dari 100 responden tingkat pengetahuan di nilai ̎
Cukup ̎ sebanyak 48(48%) responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Minat konsumen adalah sebuah perilaku konsumen dimana konsumen
mempunyai keinginan dalam membeli atau memilih suatu produk, berdasarkan
pengalaman dalam memilih, menggunakan dan mengkonsumsi atau bahkan
menginginkan suatu produk. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat
minat konsumen terhadap obat generik dan merek dagang di Apotek Kimia Farma
Tajur 113 Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat minat konsumen terhadap
pembelian obat generik dan merek dagang. Sampel yang digunakan sebanyak 96
responden utuk mendapatkan data. Seluruh data yang telah didapat dianalisis secara
deskriptif dalam bentuk pemaparan dan analisis perhitungan dalam bentuk
persentase. Gambaran tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan obat
merek dagang. Minat terhadap obat merek dagang memiliki persentase lebih tinggi
(67.92%) daripada minat terhadap obat generik (32.08%).