BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
PBF merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan
farmasi di Apotek Sukahati sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat, evaluasi pengadaan obat
berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah
pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor
penyebabnya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data
sekunder secara retrospektif, dengan mengumpulkan data dari surat pesanan serta
faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF
resmi setiap selasa dan jumat , evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level
Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan
berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5
PBF) dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik
(67% - 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF
belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai
dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa
resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak
terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh
masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap
pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan
karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26
responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden
berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak
50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan
diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran
perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh
yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju
0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki
pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek
sukahati Cibinong Bogor.