Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Penyimpanan Obat
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG

2025Koleksi Perpustakaan

Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT LASA DI APOTEK UMMI BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan obat adalah bagian dari pengelolaan obat yang sangat penting dalam memelihara mutu obat-obatan, menjaga kelangsungan persediaan, dan memudahkan pencarian dan pengawasan. Obat (Look alike sound alike) LASA merupakan obat yang berpotensi untuk membingungkan staf pelaksana, sehingga menjadi salah satu penyebab medication error yang sering terjadi. Penandaan obat yang tergolong LASA dilakukan untuk lebih menegaskan bahwa dalam rak obat terdapat obat LASA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi Bogor dengan Berdasarkan Peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor 24 Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan propekstif terhadap penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi dengan populasi pada penelitian ini yaitu seluruh obat LASA di Apotek Ummi Bogor sejumlah 92 obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan golongan Obat Bebas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 53,33%. Penyimpanan golongan Obat Bebas Terbatas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 42,8%. Penyimpanan golongan Obat Keras LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria baik dengan hasil persentase 70,68%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN BENTUK SEDIAAN DI RUANG OBAT KLINIK PRATAMA RAWAT INAP NABIYA MEDIKA

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan metode observasi. Penelitian metode observasi ini dengan mengamati langsung dan kegiatan yang berjalan dalam penyimpanan obat untuk memperoleh gambaran objek adanya fakta di ruang obat. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan Formulir checklist. Tata letak penyimpanan obat diruang obat hal yang penting, karena rak penyimpanan obat di ruang obat klinik pratama rawat inap nabiya medika tidak memadai. Penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan obat di Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika. Di peroleh hasil ketidaksesuaian penyimpanan bentuk sediaan solid, sediaan semi solid, dan sediaan liquid 21,73%. Hal ini menandakan bahwa penyimpanan obat berdasarkan jenis sediaan di Ruang Obat Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmasian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI EFISIENSI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 110 KEBON PEDES KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI KLINIK GMC CICURUG

2023Koleksi Perpustakaan

Bagian yang penting untuk terlaksananya kegiatan di bidang kefarmasian adalah pengelolaan obat. Penyimpanan obat adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk melindungi obat yang disimpan dari risiko kehilangan, kerusakan, pencurian, dan cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas obat. Penyimpanan adalah salah satu hal yang penting dalam pengelolaan obat di klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan di ruang pelayanan klinik dengan Peraturan CMenteri Kesehatan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasi dengan cara mengamati objek dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif, dan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi dan dikonfirmasi pada pengelola dan penanggung jawab klinik GMC Cicurug. Hasil penelitian menunjukan penyimpanan obat dan alat kesehatan di Klinik GMC Cicurug di pelayanan dipisahkan berdasarkan bentuk sediaan serta khasiatnya. Penyimpanan obat di ruang pelayanan mencapai persentase 50% dan alat kesehatan di ruang pelayanan mencapai persentase 38,46% yang sesuai dengan Permenkes No. 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmaisan di Klinik dan Permenkes No. 4 Tahun 2014 tentang cara distribusi alat kesehatan yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail