BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan perasaan tidak menyenangkan terkait adanya kerusakan
jaringan. Nyeri dapat diobati dengan swamedikasi. Pada pelaksanaannya,
swamedikasi perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya kesalahan
pengobatan akibat terbatasnya pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku swamedikasi
obat analgetika di apotek Wynetta Kabupaten Bogor mencakup gambaran
sosiodemografi, profil swamedikasi konsumen yang membeli obat analgetika,
gambaran perilaku pada aspek pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian ini
bersifat deskriptif dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan
kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 89
responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis secara
Univariat pada aplikasi Statistic Product and Servicer Solution (SPSS) versi 26.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil mayoritas responden yang melakukan
swamedikasi obat analgetika di apotek Wynetta Kabupaten Bogor adalah berusia
36-45 tahun (38%) berjenis kelamin perempuan (60%), berpendidikan SMA (48%),
bekerja sebagai karyawan swasta (45%), memiliki keluhan sakit kepala (30%)
memilih obat parasetamol (37%) ,memilih tempat swamedikasi di apotek (82%),
mendapat sumber Informasi dari pengalaman (44%). Konsumen di apotek Wynetta
memiliki pengetahuan baik (65%), cukup 19 % , kurang 16 % , memiliki sikap baik
57%, cukup 37% , kurang 6% , dan memiliki tindakan baik 63%, cukup 28%,
kurang 9%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu
bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi
keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik
antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk
meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan
menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari
itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan
perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan
hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung
Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam
penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data
prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh
perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29%
pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik
dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar
32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku
swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%,
kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan
persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai
sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel
tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570
dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala yang dialami dengan menggunakan obat tanpa resep. Dalam pelaksanaannya, swamedikasi dapat menimbulkan masalah terkait obat jika tidak dilakukan dengan benar. Masalah terjadi karena keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan obat untuk swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku mengenai
swamedikasi nyeri gigi di Apotek Bunda 2 Karadenan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 sampel/responden didapatkan melalui teknik Total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien memiliki tingkat pengetahuan baik (76%). Perilaku masyarakat termasuk ke dalam kategori baik (66%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai swamedikasi nyeri gigi dengan
nilai signifikansi p value 0,002.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang
dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau
toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat
pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika
Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive
Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami
nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian
menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16
tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar
(52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan
gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%).
Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square
diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p –
Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya
menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren.
Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat
pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok
Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan
metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap
kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933
santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin.
Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari
kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan
pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi
frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu
sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna
antara perilaku terhadap kejadian skabies.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang
dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau
toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat
pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika
Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive
Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami
nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian
menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16
tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar
(52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan
gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%).
Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square
diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p –
Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya
menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren.
Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat
pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok
Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan
metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap
kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933
santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin.
Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari
kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan
pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi
frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu
sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna
antara perilaku terhadap kejadian skabies.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum
digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi
Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari
konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri
dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online,
termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat
perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif,
dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling
banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling
banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja,
terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase
36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai
dengan persentase 81,6%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Amoxicillin termasuk antibiotik spektrum luas dan memiliki bioavabilitas
oral yang tinggi. Di apotek Gema Pharma Sukabumi sering terjadi pembelian
amoxicillin tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko resistensi
bagi masyarakat yang kurang pengetahuan dan edukasi tentang penggunaan
antibiotik khususnya amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku,serta meneliti hubungan antara
pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam penggunaan amoxicillin di
Apotek Gema Pharma Sukabumi. Penelitian ini merupakan peneletian dalam
bentuk deskriptif observasional dengan pendakatan secara Cross Sectional.
Pengambilan sampel menggugunakan teknik purposive sampling sehingga
jumlah sampel 75 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner yang berisi
tentang tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan amoxicillin.
Analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil yang didapat yakni
mayoritas berjenis kelamin perempuan (60%), usia terbanyak dewasa awal 26-
35 tahun (27%). pendidikan terakhir terbanyak mayoritas SMA/SMK (44%).
Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (27%). Tingkat pengetahuan masyarakat
kurang baik (41,3%), cukup baik (32%), dan baik (26,7%). Tingkat perilaku
penggunaan amoxicillin kurang baik (41,3 %), cukup baik (33,3%) dan baik
(25,3%), Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,019 < dari 0,05 menunjukan
adanya hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan
amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai
dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa
resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak
terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh
masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap
pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan
karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26
responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden
berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak
50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan
diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran
perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh
yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju
0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki
pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek
sukahati Cibinong Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyarakat
untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini
swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Masyarakat membutuhkan pengetahuan
yang sesuai untuk mendapatkan perilaku yang tepat dalam swamedikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran pengetahuan dan perilaku
swamedikasi siswi SMK Farmasi Cipto kota Cirebon dalam menghilangkan nyeri
haid (dismenore). Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan
pengambilan data secara prospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 66
responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2020.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97% siswi SMK farmasi cipto kota
cirebon mengalami dismenore,
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal
ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi
antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan
dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu
pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait
obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan
antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik
di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional.
Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan
kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku
penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari
jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian
dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori
cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian
besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value
0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan
signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan
antibiotik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kejadian kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi,
berbagai usaha untuk mencegah penyebaran lebih lanjut telah dilakukan oleh
pemerintah salah satunya dengan memberikan edukasi sebagai langkah awal untuk
membentuk perilaku yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat
pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 pada
masyarakat di Kecamatan Cibinong. Desain penelitian ini adalah prosfektif non
eksperimental. Bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur
berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk
mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku
pencegahan Covid-19. Dilakukan pada 100 orang sampel yang didapat dari
populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan tingkat pengetahuan Covid-19 sebagian besar berkategori cukup yaitu
sebanyak 69% dan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 sebagian besar
berkategori baik sebanyak 65%. Dari hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,007
(<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19.