BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang menjadi acuan dalam
pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional untuk memudahkan dokter dalam
menuliskan resep. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase gambaran jenis
obat, kesesuaian peresepan dan restriksi obat BPJS Program Rujuk Balik terhadap
Formularium Nasional di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini
merupakan penelitian yang bersifat deskriptif observasional. Pengumpulan data
secara retrospektif berdasarkan resep masuk di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor
periode Desember 2023. Hasil penelitian menunjukan obat yang paling banyak
digunakan amlodipin untuk hipertensi (33,56%), bisoprolol untuk jantung
(50,96%), tiotropium bromide untuk PPOK (45,87%), metformin untuk diabetes
(34,81%), budesonide-formoterol untuk asma (32,26%), asam valproate untuk
epilepsi (81,82%), risperidone untuk skizofrenia (75,47%) dan asam asetilsalisilat
untuk stroke (75,47%). Peresepan obat seperti asma, diabetes, epilepsi, hipertensi,
jantung, PPOK, skizofrenia, dan stroke sebagian besar belum sesuai. Persentase
kesesuaian peresepan tertinggi ada pada skizofrenia (100%). Kesesuaian restriksi
(89,73%) dan ketidaksesuaian restriksi (10,27%). Dari hasil gambaran, dapat
disimpulkan bahwa peresepan obat dalam BPJS Program Rujuk Balik di Apotek
Kimia Farma Juanda Bogor belum sesuai dengan Formularium Nasional Program
Rujuk Balik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab
meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu
pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk
mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit
zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam
zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran
karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di
BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian
ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan
rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85
orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan
dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun.
lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak
82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa
pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori
tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian
pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi
obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah suatu tempat tertentu untuk tempat dilakukannya pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya
kepada masyarakat. BPJS merupakan fasilitas kesehatan yang diberikan
pemerintah dengan sistem pembayaran angsuran setiap bulannya yang
dibebankan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal yang terpenting yang
harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini sendiri
untuk mengetahui seperti apa gambaran dari sosiodemografi para pasien BPJS
serta mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian
di apotek Kimia Farma Juanda Bogor terhadap lima dimensi yaitu bukti fisik,
kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Analilis data dilakukan dengan
menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap pasien yang datang pada
jangka waktu Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Sampel pada
penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan teknik pusposive sampling
sehingga total responden sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan
dengan survei, pembagian kuesioner dan hasilnya diolah dengan menggunakan
program SPSS. Hasil dari penelitian ini tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5
dimensi yaitu Bukti Fisik 77,2%, kehandalan 75,26%, ketanggapan 74,1%,
jaminan 68,8%, dan empati 78,7%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan
dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan peran petugas Apotek
Kimia Farma Juanda Bogor dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi
pasien BPJS.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penyimpanan obat tidak daat dipisahkan dari seluruh operasional kefarmasian bak
apotek rumah sakit atau apotek komunitas. Penyimpanana adalah suatu kegiatan
menyimpan dan memelihara obat yang diterima pada tempat yang dianggap aman
dan dapat menjaga mutu obat. Apotek Kimia Farma Juanda merupakan salah satu
apotek besar dan cukup ramai di kota Bogor dengan beragam obat yang
disediakan yang tentunya penyimpan obatnya perlu diperhatikan. Penelitian ini
memiliki tujuan untuk mengetahui cara penyimpanan obat dan kesesuaian cara
penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda berdasarkan Permenkes No. 73
Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi kemudian hasilnya
dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Apotek Kimia
Farma Juanda Bogor telah memenuhi cara penyimpanan obat berdasarkan data
ceklist Permenkes No. 73 Tahun 2016. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah 100 %
sesuai dan memenuhi atuaran yang tercantum dalan Peraturan Menteri Kesehatan
No. 73 Tahun 2016.