Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Obat.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU BELANJA PRODUK FARMASI DI APOTEK ASKIA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online, termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja, terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase 36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai dengan persentase 81,6%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensigambaran penggunaan obat antihipertensigambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectionalpengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (4022%)dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (7283%)dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (5217%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (5109%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 255 mmHg dan diastolik 174 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 117 mmHg dan diastolik 86 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0000 < 005 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGETIKl PADA PASIEN PASCA OPERASI SESAR DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD CIAWI

2023Koleksi Perpustakaan

Bedahl sesarl (sectionl caesarea)l adalahl sayatanl melaluil dindingl abdomenl danl uterusl untukl melahirkanl janinl daril dalaml rahim.l Penelitianl inil bertujuanl untukl mengetahuil gambaranl karakteristikl padal pasienl pascal operasil sesarl yangl menggunakanl obatl analgetikl dilihatl daril usial danl beratl badan,l mengetahuil polal penggunaanl obatl analgetikl padal pasienl pascal operasil sesarl danl mengetahuil ketepatanl penggunaanl obatl analgetikl yangl digunakanl padal pasienl pascal operasil sesarl berdasarkanl parameter,l yaitul tepatl dosis,l tepatl obat,l tepatl lamal pemberian,l tepatl indikasil danl tepatl frekuensil dil instalasil rawatl inapl RSUDl Ciawil padal periodel Januari-Maretl 2022.l Daril 100l populasil pasien,l diambill 90l pasienl sebagail sampell karenal memenuhil kriterial inklusi.l Usial pasienl terbanyakl padal usial dewasal awall denganl rentangl usial 26-35l tahunl (51%),l beratl badanl pasienl terbanyakl padal rentangl 40-60l kgl (52%),l sedangkanl padal paritasl pasienl terbanyakl padal anakl ke-2l (25%).l Obatl analgetikl yangl diberikanl padal pasienl yaitul ketorolacl (17%),l ketoprofenl (10%),l danl asaml mefenamatl (73%).l Daril kel tigal obatl tersebut,l yangl palingl banyakl diberikanl adalahl asaml mefenamat,l danl obatl tersebutl memenuhil semual kriterial ketepatanl obatl yaitul tepatl dosisl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl obatl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl lamal pemberianl (100%l padal obatl as.l mefenamat),l tepatl indikasil (100%l padal semual kategoril obat)l danl tepatl frekuensil (100%l padal semual kategoril obat)l padal 64l pasienl pascal operasil sesar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) RAWAT INAP DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli – Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%), usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%), Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat (100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PASIEN ANAK DI APOTEK KIMIA FARMA 202 KEJAYAAN DEPOK

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88 pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS 2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki 57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37 resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%, parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%, ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail