BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap
rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau
radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan
memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan
senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas
inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari
kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan
konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial)
dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan
penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan
konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery
Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria
Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa
tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari
penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu
Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4
kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan
pembanding.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap
rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau
radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan
memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan
senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas
inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari
kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan
konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial)
dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan
penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan
konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery
Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria
Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa
tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari
penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu
Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4
kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki
afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan
pembanding.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah,
antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6
dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan,
usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non
steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor.
Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara
retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien
dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit
Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan
penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis,
ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini
dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada
bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara
perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian
menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak
adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56-
65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu
rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non
steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%).
Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil
yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat
dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya
efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai
dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman
yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun
kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini
menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan
tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak
24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na
(kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n-
heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis
0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg
BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk
memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat
plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik
(ANOVA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis
1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB
(inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas
50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil
asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.