Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Streptococcus
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KERSEN (Muntingia calabura L. ) DAN DAUN MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri penyebab karies gigi. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun mahkota dewa (Phaleria macrocarapa Boerl.) diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi terbaik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada ekstrak daun kersen, ekstrak daun mahkota dewa, dan ekstrak kombinasi perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 dengan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Ekstrak kombinasi daun kersen dan daun mahkota dewa perbandingan 3:1 pada konsentrasi 40% menunjukkanrespon hambat terbaik terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan rerata diameter zona hambat 19,28 mm dikategorikan dalam respon hambat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP BAKTERI Strepcoccus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Karies gigi adalah penyakit pada daerah mulut gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans . Salah satu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah tanaman jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) karena mengandung alkaloid dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formulasi obat kumur herbal jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans . Pengujian stabilitas obat kumur pada F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%), dilakukan pada suhu rendah (4oC), suhu ruang (27oC), dan suhu tinggi (40oC) selama 28 hari. Pengujian ini meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram, uji mutu fisik sediaan, pH dan viskositas. Aktivitas antibakteri pada awal uji stabilitas F1, F2, dan F3 berturut-turut menunjukkan zona hambat sebesar 8,56; 10,56; dan 15,20mm, dan pada minggu ke-4 stabilitas pada suhu 4oC (8,30; 9,50; dan 10,87 mm) suhu 27oC (7,80; 9,33; dan 9,73 mm) dan suhu 40oC (7,53; 9,13; dan 8,30 mm). Hasil uji stabilitas pH untuk ketiga formulasi tidak memenuhi syarat mutu pada kisaran 8,5,-9,1 (persyaratan pH 5-7). Hasil uji kestabilan viskositas menunjukkan nilai viskositas pada kisaran 0,81-2,38 cps. Pada suhu 4oC viskositas tidak memenuhi syarat dikarenakan lebih besar dari viskositas air.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C), DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu bakteri penyebab penyakit gigi tersebut adalah bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakakah kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix D.C) dan ekstrak etanol 96% daun saga (Abrus precatorius L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Metode penelitian yang dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi. Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui zat aktif yang terkandung dari masing-masing ekstrak. Uji aktivitas antibakteri pada penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga memiliki kandungan, flavonoid, saponon, tanin, streoid dan triterpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Straptococcus muntans. Kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga dalam perbandingan konsentrasi 1:1 menghasilkan rata-rata diameter 7,48 mm, perbandingan 1:3 diperoleh zona hambatan sebesar 8,31 mm dan pada konsentrasi 3:1 diperoleh diameter sebesar 7,85 mm. Hasil kombinasi ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1 menghasilkan zona hambat tertinggi pada perbandingan 1:3. Perlu dilakukan uji konsentrasi hambat minimum dan pengembangan dalam bentuk sediaan sehingga didapatkan informasi lebih lanjut terkait aktivitas antibakteri yang dihasilkan pada ekstrak etanol 96% kulit buah jeruk purut dan ekstrak etanol 96% daun saga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SERTA KOMBINASINYA

2025Koleksi Perpustakaan

Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) telah diteliti aktivitas antibakterinya. Bunga rosella mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Daun stevia mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga rosella dan daun stevia serta kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan cara sumuran dan inkubasi dalam suhu 37oC selama 24 jam terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian antibakteri pada kombinasi 2 yaitu 2,5mL ekstrak bunga rosella konsentrasi 5% dan 7,5mL ekstrak daun stevia konsentrasi 60% menghasilkan nilai rata-rata zona hambat terbaik dengan diameter sebesar 14,77±0,124mm yang termasuk kategori kuat. Hasil analisis statistika menunjukan kombinasi 2 memberikan hasil yang lebih besar berbeda nyata dengan kontrol positif Obat Kumur Minosep (klorheksidin 0,2%) yang menghasilkan diameter zona hambat sebesar 11,25±0,043mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN OBAT KUMUR KOMBINASI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2025Koleksi Perpustakaan

Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia, kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1, sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% HERBA MENIRAN HIJAU TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus

2023Koleksi Perpustakaan

Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang), ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum (L.)), DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan 20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi 10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat. Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D C), MINYAK BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini. Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c), minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2% dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi 1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387 mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona hambat kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) W.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut- turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm, 12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata- rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3 (sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK PURUT DAN DAUN JAMBU BIJI SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2023Koleksi Perpustakaan

Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji (Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STABILITAS DAN AKTIVITAS SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022Koleksi Perpustakaan

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN AKTIVITAS OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KITOLOD (Hippobroma longiflora (L) G.Don) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2022Koleksi Perpustakaan

Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa. Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies. Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33 mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156 dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH Chito Oligosaccharides DALAM MINUMAN SINBIOTIK MENGANDUNG BEKATUL BERAS PUTIH SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans

2022Koleksi Perpustakaan

Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik. Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021Koleksi Perpustakaan

Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20 mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm, 8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) DAN DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

2021Koleksi Perpustakaan

Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23 mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1) dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat. Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25% yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus mutans.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail