Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

45 hasil
Subjek: pengetahuan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RW 11 DESA CIJUJUNG KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pertolongan pertama adalah penanganan yang diberikan saat kejadian atau bencana terjadi di tempat kejadian, sedangkan tujuan dari pertolongan pertama adalah menyelamatkan kehidupan, mencegah kesakitan makin parah, dan meningkatkan pemulihan. Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan dalam yang dapat disebabkan oleh sinar matahari, cairan panas, api, listrik, atau bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar. Metode penelitian ini berupa survei dengan menyebarkan kuesioner yang dari setiap data akan diolah dan diuraikan dalam bentuk jumlah dan presentasenya dimana penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 3% yang masih memiliki pengetahuan kurang, 56% berpengetahuan cukup, dan 41% berpengetahuan baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG WANGUN TENGAH KECAMATAN BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat ringan tanpa nasehat dokter. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare di Kampung Wangun Tengah RW 03. Jenis Penelitian ini adalah desktriptif observasional. Sampel pada penelitian merupakan masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 94 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuisioner, data diolah menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian menunjukan responden terbanyak berdasarkan usia pada usia di 36-45 tahun sebanyak 32 responden (34,04%), responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (60,64%), responden terbanyak pada tingkat SMA/SMK berjumlah 56 responden (59,57%), responden penelitian ibu rumah tangga yaitu senbanyak 28 responden (29,79%). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 94 responden masyarakat di Kampung Wangun Tengah RW 03 memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (64,9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (31,9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (3,2%). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas Kampung Wangun Tengah RW03 kota Bogor mempunyai tingkat pengetahuan yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG MELAKUKAN SWAMEDIKASI PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DIPLOMA TIGA STTIF BOGOR MENGENAI SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

2025Koleksi Perpustakaan

Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mengenai suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 107 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi pada mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebesar 75,70%, usia terbanyak remaja akhir sebesar 82,24%, pekerjaan disamping sebagai mahasiswa terbanyak sebagai asisten tenaga kesehatan sebesar 98,13%, tahun masuk STTIF Bogor terbanyak pada tahun 2019 sebesar 38,32%, riwayat penyakit Covid-19 sebagai penyintas Covid-19 sebesar 57,01%. Mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mempunyai pengetahuan baik sebesar 77,57%, cukup sebesar 8,41% dan kurang sebesar 14,02%. Sikap positif sebesar 74,77% dan sikap negatif sebesar 25,23%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DI LINGKUNGAN RW 05 KELURAHAN KARADENAN CIBINONG BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4. Virus ini lebih dominan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Rw 05 Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor berdasarkan karakteristik responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode sample random sampling dengan jumlah sample 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisis univariate. Hasil dari 100 orang karakteristik diantaranya mayoritas responden berumur 36-45 tahun sebesar 37%, berjenis kelamin perempuan berjumlah 57%, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) 49%, pekerjaan karyawan swasta 43%. Hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik (76,48%) sebesar 54%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN CILANGKAP KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT SEBELUM DAN SESUDAH DIEDUKASI TENTANG DAGUSIBU DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat sehingga kualitas hidup masyarakat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum diedukasi dan setelah diedukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran tingkat pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut sebanyak 28,24%, 60%, dan 11,76%. Setelah diedukasi tingkat pengetahuan responden kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut menjadi 4,71%, 20% dan 75,29%. Variabel tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diedukasi tentang DAGUSIBU.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33 responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden (48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Talasemia adalah kelainan darah genetik atau diturunkan, dimana kemampuan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin terganggu. Kurangnya pengetahuan orang tua talasemia mengenai pentingnya kelasi besi dapat mengakibatkan pasien kurang patuh dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi Pada Pasien Talasemia Di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data diambil secara prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 48 responden dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin responden laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 24 responden (50%), usia 5-6 tahun 26 responden (54,2%), pendidikan SD 24 responden (50%), lama menderita talasemia 25 responden (52,08%) dengan tingkat pengetahuan baik 43 responden (89,6%), kepatuhan tinggi sebanyak 27 responden (56,3%). Nilai signifikasi yang didapat sebesar 0,021 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien talasemia di RSUD Sekarwangi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK ANTIPIRETIK DI MASYARAKAT KELURAHAN GUNUNG BATU KECAMATAN BOGOR BARAT

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29% pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar 32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%, kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570 dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik ≥ 140/90 mmHg. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan konsumsi obat merupakan penyebab paling sering kegagalan terapi antihipertensi. Kepatuhan dapat dijadikan parameter tingkat pengetahuan pasien dalam menjalankan instruksi dari tenaga medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional yaitu suatu rencana penelitian suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan antara variabel bebas (pengetahuan) dengan variabel terikat (tingkat kepatuhan). Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan total sampel diluar uji validitas dan uji reliabilitas sebanyak 76 responden pada periode Mei- Juni 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari penelitian ini, hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di RSUD Sekarwangi Tidak Memiliki Hubungan, hal ini didapatkan dari uji Chi Square dengan nilai signifikasi p value 0,770 > 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BEYOND USE DATE SIRUP DAN SUSPENSI ORAL DI APOTEK KIMIA FARMA YARAHMAH BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi pengetahuan pasien, diantaranya pemberian informasi mengenai batas waktu konsumsi obat setelah kemasannya dibuka. Batas waktu penggunaan obat setelah kemasannya dibuka disebut Beyond Use Date (BUD). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh PIO terhadap tingkat pengetahuan responden mengenai BUD pada sediaan sirup dan suspensi oral di Apotek Kimia Farma Yarahmah Bogor. Metode penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang yang diambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah PIO. Hasil data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan 74,07%, berdasarkan usia yaitu 26-35 tahun 29,63%, berdasarkan pendidikan yaitu SMA 58,02%, dan berdasarkan pekerjaan yaitu karyawan/buruh 37,04%. Rata-rata tingkat pengetahuan BUD responden sebelum PIO sebesar 46,88%, sedangkan sesudah PIO 80,24%. Hasil normalitas data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,07 > 0,05. Hasil uji t berpasangan (Paired Samples t-Test) terdapat pengaruh PIO yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan Beyond Use Date (BUD) sirup dan suspensi oral responden dengan nilai p-value 0,001 < 0,05 dan memiliki pengaruh yang sangat besar dengan nilai effect size 2,485.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DIARE BALITA DI APOTEK SEHAT SUSUKAN CIREBON

2025Koleksi Perpustakaan

Diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya, Diare salah satu gejala penyakit yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi dan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data primer berupa kuesioner pada responden diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon yang dilakukan pada April-Juni 2023 dengan jumlah sampel 100 responden, dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik sosiodemografi responden bedasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 58%, usia 17-25 tahun sebesar 58%, pegawai swasta sebanyak 44% dengan tingkat Pendidikan 52% lulusan SMA dan memiliki hasil tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita pada balita sebesar 96% dengan kategori baik. Hasil hubungan antara usia dan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di uji dengan uji Chi-Square dengan nilai p-value (0,014)<0,05 artinya ada hubungan bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita, hasil hubungan antara jenis kelamin dengan nilai p-value (0,481)> 0,05, Pendidikan dengan nilai p-value (0,878)> 0,05, pekerjaan dengan nilai p-value (0,852)> 0,05 artinya tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGETAHUAN TENAGA KEFARMASIAN TERHADAP PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT HERMINA SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Pada saat ini, pelayanan kefarmasian sudah mengalami perubahan, dari fokus pada produk menjadi lebih berorientasi pada pelayanan pasien. Sebagai akibat dari perubahan ini, tenaga kefarmasian harus meningkatkan pengetahuan mereka dan sadar yang mungkin akan ada kesalahan dalam proses pelayanan. Pemahaman yang beragam atau kurang tepat terkait dengan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit dapat menyebabkan masalah yang berpotensi mengancam keselamatan pasien. Oleh karena itu, sebagai seorang tenaga kefarmasian, memiliki pengetahuan mengenai standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit adalah penting untuk mencapai tujuan sesuai dengan pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data primer secara prospektif menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 responden melalui total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan tenaga kefarmasian memiliki pengetahuan yang baik dengan persentase 93,3% serta pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian sudah terlaksana sesuai standar dengan persentase 76,7%. Hasil uji statistik analisis regresi linier sederhana didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,009<(0,05). Hasil tersebut menunjukan adanya pengaruh pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Hermina Sukabumi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PELANGGAN OBAT GENERIK DI APOTEK MADINA SENTUL KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI NYERI GIGI DI APOTEK GAMMA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Nyeri gigi adalah nyeri yang disebabkan oleh berbagai masalah pada gigi dan rahang yang biasanya merujuk kepada rasa sakit di sekitar gigi atau rahang terutama sebagai akibat dari kondisi gigi. Pengobatan sendiri kerap pula disebut sebagai swamedikasi, yang merupakan alternatif yang ditempuh oleh masyarakat dalam meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor periode April-September 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi 1.054 pasien swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor dengan jumlah sampel 92 pasien, hasil dianalisa menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor yaitu sebagian besar berusia 17-25 tahun sebanyak 37 pasien (40,2%), jenis kelamin perempuan sebanyak 61 pasien (66,3%), tamatan SMA sebanyak 44 pasien (47,8%) bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 41 pasien (44,6%). Gambaran tingkat pengetahuan pasien mengenai swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor memiliki pengetahuan baik sebanyak 61 pasien (66,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan dengan pengetahuan pasien swamedikasi nyeri gigi di Apotek Gamma Bogor dengan p value 0,000 pada variabel usia dengan pengetahuan dan p value 0,000 pada variabel pendidikan dengan pengetahuan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI RESPONDEN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANTIBIOTIK DI KLINIK MEDISTIRA 2

2025Koleksi Perpustakaan

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri. Antibiotik diresepkan pada pasien, tetapi pemakaiannya sering disalahgunakan. Penggunaan antibiotik akan menguntungkan dan memberikan efek bila diresepkan dan dikonsumsi sesuai aturan. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai pada mengakibatkan resiko terjadinya resistensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik di Klinik Medistira 2 Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Jenis penelitian merupakan deskriptif dengan metode cross sectional. Alat ukur menggunakan data primer yaitu menggunakan kuesioner, dengan jumlah sampel 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi responden paling banyak berusia 46-55 tahun sebesar 40 responden (40%), jenis kelamin yang paling banyak responden perempuan sebesar 55 responden (55%), mayoritas pekerjaan responden adalah karyawan swasta sebesar 41 responden (41%), dan tingkat pendidikan responden mayoritas adalah lulusan SMA sebesar 35 responden (35%). Tingkat pengetahuan responden tentang penggunaan antibiotik dikategorikan cukup sebesar 41%. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik dilihat dari nilai p value usia 0,030, pekerjaan 0,049, dan tingkat pendidikan 0,033. Sedangkan pada jenis kelamin tidak terdapat hubungan yang bermakna dilihat dari nilai p value 0,385.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG DISMENOREA PADA SISWI DI SMK FARMASI BHAKTI KENCANA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Dismenorea adalah salah satu kondisi nyeri haid yang terjadi pada masa menstruasi sebagian besar wanita. Penyuluhan adalah salah satu dari sekian banyak Langkah yang dilakukan guna meningkatkan pengetahuan manusia. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan informasi tentang dismenorea. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk melihat apakah antara sebelum dan sesudah penyuluhan tentang dismenorea pada siswi di SMK Farmasi Bhakti Kencana Bogor menyebabkan peningkatan level pengetahuan pada partisipan. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif Observasional yang bersifat prospektif. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 170 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia kategori remaja awal(12-16 tahun) sebesar 97%, kelas dengan responden terbanyak kelas XI (sebelas) 52%. Tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 27 responden (16%) memiliki pengetahuan baik, sebanyak 112 responden (66%) memiliki pengetahuan cukup, dan sebanyak 31 responden (18%) memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan sesudah penyuluhan diperoleh 118 responden (69%) memiliki pengetahuan baik, dan sebanyak 52 responden (31%) memiliki pengetahuan cukup Analisis data menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikan 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan memberikan informasi mengenai dismenorea, dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan siswi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN SWAMEDIKASI GASTRITIS DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail