Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Tingkat pengetahuan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RW 11 DESA CIJUJUNG KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pertolongan pertama adalah penanganan yang diberikan saat kejadian atau bencana terjadi di tempat kejadian, sedangkan tujuan dari pertolongan pertama adalah menyelamatkan kehidupan, mencegah kesakitan makin parah, dan meningkatkan pemulihan. Luka bakar adalah kerusakan pada kulit atau jaringan dalam yang dapat disebabkan oleh sinar matahari, cairan panas, api, listrik, atau bahan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar. Metode penelitian ini berupa survei dengan menyebarkan kuesioner yang dari setiap data akan diolah dan diuraikan dalam bentuk jumlah dan presentasenya dimana penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 3% yang masih memiliki pengetahuan kurang, 56% berpengetahuan cukup, dan 41% berpengetahuan baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG WANGUN TENGAH KECAMATAN BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi gejala penyakit yang bersifat ringan tanpa nasehat dokter. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi serta tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare di Kampung Wangun Tengah RW 03. Jenis Penelitian ini adalah desktriptif observasional. Sampel pada penelitian merupakan masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 94 responden. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuisioner, data diolah menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil Penelitian menunjukan responden terbanyak berdasarkan usia pada usia di 36-45 tahun sebanyak 32 responden (34,04%), responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (60,64%), responden terbanyak pada tingkat SMA/SMK berjumlah 56 responden (59,57%), responden penelitian ibu rumah tangga yaitu senbanyak 28 responden (29,79%). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 94 responden masyarakat di Kampung Wangun Tengah RW 03 memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 61 responden (64,9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 30 responden (31,9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (3,2%). Berdasarkan data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas Kampung Wangun Tengah RW03 kota Bogor mempunyai tingkat pengetahuan yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33 responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden (48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK ANTIPIRETIK DI MASYARAKAT KELURAHAN GUNUNG BATU KECAMATAN BOGOR BARAT

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah praktik dimana individu mengobati diri sendiri tanpa perlu bantuan atau resep dokter. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat. Analgesik antipiretik adalah jenis obat yang memiliki dua fungsi utama yaitu analgesik untuk meredakan rasa sakit dan antipiretik untuk menurunkan demam. Pengetahuan menjadi dominan paling penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, maka dari itu perilaku yang didasari dengan pengetahuan akan bertahan lama dibandingkan perilaku yang tidak didasari ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkat pengetahuan, perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat pada bulan Oktober tahun 2022. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif observasional menggunakan data prospektif berdasarkan kuisioner. Sosiodemografi di dominasi 58,76% oleh perempuan, 38,94% usia 26-35 tahun, 49,15% pendidikan SMA, dan 37,29% pekerjaan IRT. Tingkat pengetahuan swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 59,66%, kategori cukup dengan persentase sebesar 32,95%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 7,39%. Perilaku swamedikasi termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 48,30%, kategori cukup dengan persentase sebesar 28,98%, dan kategori kurang dengan persentase sebesar 23,30%. Hasil analisis Spearman Rho menunjukan bahwa nilai sig 0,00 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi dengan korelasi sebesar 0,570 dimana hasil ini memiliki hubungan dengan kategori sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG DISMENOREA PADA SISWI DI SMK FARMASI BHAKTI KENCANA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Dismenorea adalah salah satu kondisi nyeri haid yang terjadi pada masa menstruasi sebagian besar wanita. Penyuluhan adalah salah satu dari sekian banyak Langkah yang dilakukan guna meningkatkan pengetahuan manusia. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan informasi tentang dismenorea. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk melihat apakah antara sebelum dan sesudah penyuluhan tentang dismenorea pada siswi di SMK Farmasi Bhakti Kencana Bogor menyebabkan peningkatan level pengetahuan pada partisipan. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif Observasional yang bersifat prospektif. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 170 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia kategori remaja awal(12-16 tahun) sebesar 97%, kelas dengan responden terbanyak kelas XI (sebelas) 52%. Tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan diperoleh yaitu 27 responden (16%) memiliki pengetahuan baik, sebanyak 112 responden (66%) memiliki pengetahuan cukup, dan sebanyak 31 responden (18%) memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan sesudah penyuluhan diperoleh 118 responden (69%) memiliki pengetahuan baik, dan sebanyak 52 responden (31%) memiliki pengetahuan cukup Analisis data menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikan 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan memberikan informasi mengenai dismenorea, dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan siswi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN SWAMEDIKASI GASTRITIS DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK SITI AKSAR DEPOK

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang. Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak 17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26 responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%). Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%). Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor

2023Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan pengobatan diri sendiri yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan. Sedangkan batuk merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat, dan dianggap ringan sehingga masyarakat lebih memilih untuk melakukan swamedikasi dalam menanganinya. Namun pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunannya. Sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif dengan model penelitian menggunakan metode cross sectional. Alat ukur berupa data primer yang menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel sebanyak 76 responden yang di dapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian di dapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (42%), jenis kelamin laki-laki (55%), pendidikan perguruan tinggi (51%), pekerjaan karyawan swasta (45%), pendapatan <3 juta (46%). tingkat pengetahuan pasien swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor menunjukan presentasi 84% baik. Hasil chi square diperoleh nilai signifikan >0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor sosiodemografi tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BOJONG BARU KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19, suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus. Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p- value=0,044<0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MENDAPATKAN, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN DAN MEMBUANG OBAT SEDIAAN SIRUP DI KELURAHAN JAYARAKSA KOTA SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Pengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh, karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat sediaan sirup di Kelurahan Jayaraksa Kota Sukabumi. meliputi Pengetahuan obat tentang: mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang (DAGUSIBU) obat sirup. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional, dengan teknik Purposive Sampling dan metode yang dipilih Cross Sectional. Dari penelitian yang dilakukan dari 130 responden didapatkan hasil: Gambaran sosiodemografinya adalah jenis kelamin 52,31% (perempuan), umur 40,77% (17- 25 tahun), tingkat pendidikan 42,31% (perguruan tinggi) dan pekerjaan 21,54% (PNS). Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang cara mendapatkan adalah baik 37,69% (49 responden), cara menggunakan adalah kategori baik 40,77% (53 responden), cara menyimpan adalah kategori kurang 36,92% (48 responden) dan cara membuang obat sediaan sirup adalah kategori cukup 36,92% (48 responden).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGETAHUAN TENTANG SWAMEDIKASI DEMAM PADA MASYARAKAT DI DESA SANJA KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan salah satu dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Dasar hukum swamedikasi yaitu peraturan Menteri Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993 tentang standar obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter. Sebagian besar masyarakat dapat mengatasi demam dengan cara melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan pasien tentang swamedikasi mengenai demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi pada masyarakat RT.02 di Desa Sanja Kecamatan Citeureup. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan tipe penelitian deskriptif dan pendekatan prospektif. Besar sampel minimal dihitung menggunakan teknik Slovin. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas karakteristik sosiodemografi responden yaitu perempuan (122 responden, 64,2%), usia lansia awal (46-55 tahun) (55 responden, 28,9%), pendidikan terakhir SMA (149 responden, 78,4%), serta pekerjaan karyawan (88 responden, 46,3%). Gambaran pengetahuan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik (skor 76-100%) sebanyak 96 responden (50,5%), cukup (skor 60-75%) sebanyak 67 responden (35,3%), dan kurang (skor <60%) sebanyak 27 responden (14,2%). Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi yang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu laki-laki (68 responden, 52,94%), usia lansia awal (46-55 tahun) (69,90%), perguruan tinggi (84,38%), serta PNS (87,50%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI MADRASAH ALIYAH DALAM SWAMEDIKASI BATUK DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA BOGOR PERIODE APRIL – MEI TAHUN 2021

2022Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah upaya yang paling sering dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari bantuan dari tenaga kesehatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan- keluhan dan penyakit ringan seperti batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi santri Madrasah Aliyah terhadap penyakit batuk di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 86 responden dengan kriteria pernah melakukan swamedikasi batuk. Kuesioner terdiri dari 20 item pernyataan pilihan benar salah yang terbagi menjadi 8 indikator. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan persentase dan pembahasan. Hasil penelitian ini adalah 39,5% berjenis kelamin laki-laki, 60,5% berjenis kelamin perempuan, usia paling banyak 16-19 tahun 70,9%, tingkat kelas paling banyak 11 Aliyah 57%, pengetahuan swamedikasi batuk responden berdasar indikator yang menjawab dengan benar tentang definisi batuk (70,9%), jenis - jenis batuk (97,65%), penyebab dan cara mencegah batuk (93,9%), aturan minum obat batuk (91,06%), terapi farmakologis dan non farmakologis (93,96%), stabilitas obat (84,85%), penyakit lain yang berhubungan dengan batuk (95,35%) dan efek samping obat batuk (88,4%). Dari hasil 8 indikator yang diperoleh menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang swamedikasi batuk sebesar 96,5%, dan responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebesar 3,5 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI ANTIBOTIK PADA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI WILAYAH KECAMATAN BEJI DEPOK

2021Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien, pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan kurang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail