Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL PENGOBATAN KOMBIPAK DAN KOMBINASI DOSISTETAP PASIEN TUBERKOLOSIS PARU PARU RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN TERAPI PASIEN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENDERITA ASMA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Asma merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi fungsi penderitanya baik dari gejala, keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan fungsi emosi, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup pasien penderita asma dan hubungan antara karakteristik pasien dan terapi asma yang digunakan dengan kualitas hidup pasien penderita asma di Rumah Sakit Islam Bogor. Metode penelitian menggunakan cross sectional yang bersifat observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ), dan penelusuran rekam medis sebanyak 53 pasien asma yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik terbanyak pasien berusia 46-55 tahun 30%, jenis kelamin perempuan 77%, pekerjaan IRT 47%, durasi asma >10 tahun 47%, tidak ada riwayat keluarga 57%. Terapi obat asma terbanyak digunakan Agonis β-2 adrenergik, Kortikosteroid dan Metilxantin 41%. Gambaran kualitas hidup pasien asma sebesar 62,26% kurang baik dan 37,74% baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien penderita asma nilai p-value < 0,05, sedangkan untuk karakterstik pasien (usia, pekerjaan, durasi asma, riwayat keluarga, riwayat alergi) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05. Untuk hubungan terapi asma dengan kualitas hidup tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05.
HUBUNGAN KEJADIAN EFEK SAMPING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45 (dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki- laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%), dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden (54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN RAWAT INAP DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT X
Demam tifoid disebabkan adanya resistensi terhadap Salmonella typhi, umumnya pengobatan demam tifoid menggunakan golongan sefalosforin generasi ketiga. Jenis pengobatan antibiotik pada penelitian ini menggunakan seftriakson dan sefotaksim. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik Seftriakson dan sefotaksim di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel yang digunakan adalah data rekam medik pasien demam tifoid selama periode Januari – Desember 2022 dengan jumlah 91 pasien. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase pada Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukan pasien dengan rentang usia paling banyak adalah 17-25 tahun sebanyak 44 pasien (48%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 53 pasien (58%). Dari hasil penelitian pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit X periode Januari – Desember 2022 dapat disimpulkan persentase pada pemberian antibiotik seftriakson yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 84%. Sedangkan pada pemberian antibiotik sefotaksim yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 100%.
ANALISIS PENGELOMPOKAN OBAT DENGAN METODE ABC DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Metode analisis ABC adalah suatu metode analisis yang membagi obat ke dalam tiga tingkatan kelompo. Analisis ABC dibagi menjadi 2 yaitu analisis nilai pemakaian dan analisis nilai investasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat dan perbandingan pengelompokan obat berdasarkan metode ABC nilai pemakaian dan nilai investasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif dan tempat pelaksanaan di Gudang Farmasi Rumah Sakit Islam Bogor dengan periode Juli-Desember 2022 dan periode Januari-Juni 2023. Hasil perbandingan kelompok A nilai pemakaian periode Januari-juni 2023 lebih besar 0,19% dibandingkan periode Juli-Desember 2022 dan nilai investasi periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,06% dibandingkan periode Januari-Juni 2023. Kelompok B nilai pemakaian periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,09% dibandingkan periode Januari-Juni 2023 dan nilai investasi periode Januari-Juni 2023 lebih besar 0,06% dibandingkan periode Juli-Desember 2022. Kelompok C nilai pemakaian periode Januari-Juni 2023 lebih besar 0,09% dibandingkan periode Juli-Desember 2022 dan nilai investasi periode Juli-Desember 2022 lebih besar 0,01% dibandingkan periode Januari-Juni 2023.
HUBUNGAN FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN, DAN KOMORBID TERHADAP TINGKAT KEMATIAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Wabah penyakit Covid-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di dunia, penyebab penyakit ini adalah SARS-Cov-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut beberapa penelitian sebelumnya terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat kematian pasien Covid- 19 diantaranya adalah faktor usia, jenis kelamin, dan komorbid. Dan banyak penelitian yang telah menemukan bahwa faktor komorbid adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan komorbid terhadap tingkat kematian pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari data rekam medis sebanyak 154 pasien dengan metode total sampling, kemudian data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia dan faktor komorbid hipertensi memiliki hubungan terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value yang diperoleh melalui uji Chi-Square <0,05. Nilai p-value pada faktor usia adalah 0,032 <0,05. Dan nilai p-value pada faktor komorbid hipertensi adalah 0,049 <0,05. Sedangkan faktor jenis kelamin dan komorbid lainnya tidak memiliki hubungan dengan tingginya kasus kematian pasien Covid- 19, hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value >0,05.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN LBP (LOW BACK PAIN) DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6 dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56- 65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%). Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTITUBERKULOSIS PASIEN TB PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata- rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%, pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan 0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) TERHADAP TEKANAN DARAH DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X DI KOTA BOGOR
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT AMLODIPIN TUNGGAL DENGAN OBAT KOMBINASI AMLODIPIN DAN RAMIPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOMBINASI OBAT AMLODIPIN DAN CANDESARTAN DENGAN AMLODIPIN DAN RAMIPRIL PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR DENGAN METODE GYSSENS
Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh, pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki (69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg (59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat (kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar 1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK RAWAT INAP DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai 10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien (58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0 sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%), Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien (2,41%).
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIDIABETIK KOMBINASI GLIMEPIRIDE-ACARBOSE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT DIARE ZINK DENGANZINK PROBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR
Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB), jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat kombinasizinkprobiotik.