BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab
meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu
pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk
mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit
zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam
zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran
karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di
BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian
ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan
rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85
orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan
dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar
responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun.
lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak
82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa
pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori
tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian
pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi
obat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data
Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia
disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan
pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel
sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum
obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan
minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling
banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin
sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi
di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya
membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna
mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum
obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah
penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara
mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel
menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45
(dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-
laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%),
dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek
samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden
(54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan
sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya
hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti
tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan
peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan
minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah
data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan
menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi
sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive
sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian
sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan
sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33
responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan
pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan
tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan
hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden
(48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p
value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan
kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Talasemia adalah kelainan darah genetik atau diturunkan, dimana kemampuan
tubuh untuk menghasilkan hemoglobin terganggu. Kurangnya pengetahuan orang
tua talasemia mengenai pentingnya kelasi besi dapat mengakibatkan pasien kurang
patuh dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan
Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi
Pada Pasien Talasemia Di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini
menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data diambil
secara prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
jumlah 48 responden dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin responden laki-laki dan perempuan
memiliki jumlah yang sama yaitu 24 responden (50%), usia 5-6 tahun 26 responden
(54,2%), pendidikan SD 24 responden (50%), lama menderita talasemia 25
responden (52,08%) dengan tingkat pengetahuan baik 43 responden (89,6%),
kepatuhan tinggi sebanyak 27 responden (56,3%). Nilai signifikasi yang didapat
sebesar 0,021 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien
talasemia di RSUD Sekarwangi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronik akibat tubuh tidak dapat
memproduksi cukup insulin dan didiagnosa melalui pengamatan kadar glukosa di
dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan
penggunaan obat antidiabetik oral dengan menggunakan metode Pill-Count dan
MMAS-8 pada pasien diabetes melitus di instalasi Rawat Jalan RSUD
Jampangkulon. Penelitian ini bersifat non experimental yang bersifat observasional
dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada
Desember 2023 sampai Januari 2024 dengan sampel sebanyak 58 responden. Hasil
penelitian menunjukan gambaran data sosiodemografi pasien diabetes melitus di
RSUD Jampangkulon mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 orang
(69,97%), kategori usia lansia awal sebanyak 28 responden (48,28%), sebanyak 41
responden (70,69%) berpendidikan SD dan sebanyak 38 responden (65,52%)
memiliki pekerjaan ibu rumah tangga. kelompok terbesar jenis pengobatan tunggal
dengan metformin sejumlah 49 responden (84,48%). Tingkat kepatuhan pasien
diabetes melitus menurut MMAS-8 memiliki tingkat kepatuhan tinggi yaitu
sebanyak 25 responden (43,10%). Tingkat kepatuhan menurut Pill-Count sebanyak
47 responden (81,03%) patuh. Tingkat kepatuhan pasien antara metode MMAS-8
dan metode Pill-Count menunjukan hasil pada metode MMAS-8 sebanyak 46
responden (79,31%) patuh, sedangkan pada metode Pill-Count sebanyak 47
responden (81,03%) patuh.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik ≥ 140/90 mmHg. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan konsumsi obat merupakan penyebab paling sering kegagalan terapi antihipertensi. Kepatuhan dapat dijadikan parameter tingkat pengetahuan pasien dalam menjalankan instruksi dari tenaga medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional yaitu suatu rencana penelitian suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan antara variabel bebas (pengetahuan) dengan variabel terikat (tingkat kepatuhan). Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan total sampel diluar uji validitas dan uji reliabilitas sebanyak 76 responden pada periode Mei- Juni 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari penelitian ini, hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di RSUD Sekarwangi Tidak Memiliki Hubungan, hal ini didapatkan dari uji Chi Square dengan nilai signifikasi p value 0,770 > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai
oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme
karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon
insulin secara relative maupun absolut dan bila dibiarkan tidak terkendali
dapat terjadi komplikasi. Ketidakpatuhan terhadap penggunaan obat menjadi
masalah serius karena dapat meningkatkan risiko komplikasi dan
bertambahnya penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien minum obat dengan kadar
gula darah di Klinik Bhadra Husada. Metode yang digunakan metode analisis
(chi-square) dengan pendekatan cross-setional. Sampel yang digunakan
sebanyak 58 pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total
sampling sampel yang diambil berdasarkan karakteristik yang masuk dalam
kriteria inklusi dan eksklusi sebagain sampel data yang di peroleh disajikan
dalam bnetuk diagram dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukan Pasien DM
yang paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 pasien (67,2%),
usia yang paling banyak yaitu 46-65 tahun dan pekerjaan yang paling banyak
adalah Ibu Rumah Tangga sebesar 33 pasien (56,9%). Tingkat kepatuhan
minum obat pada pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan di
Klinik Bhadra Husada dengan kategori patuh sebanyak tingkat kepatuhan
tinggi 25 pasien (43,1%). Sehingga dengan kadar gula pasien dengan kategori
normal sebanyak 20 pasien (34,5%). Hasil uji chi-square mnunjukan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat
dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dengan nilai p-value
0.000 (p˂α 0.05).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium
tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat
kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis
kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat
kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan
rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer
berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di
RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak
70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam
rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi
berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak
24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan
tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak
sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien
tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak
32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan
darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali
pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang.
Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil
pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik
total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan
diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin
perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak
17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26
responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%).
Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik
sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat
antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%).
Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat
dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti
H0 ditolak, H1 diterima.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien
terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Cirimekar. Desain
Penelitian ini adalah Observasional dengan mengambil data pasien secara
prospektifselama periode November 2021 – Desember 2021. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin
perempuan 85%, rentang usia terbanyak 46-55 tahun 73%, tingkat pendidikan
terbanyak SMA 37% dan pekerjaan terbanyak IRT 67%. Gambaran kepatuhan
pasien hipertensi dengan tingkat kepatuhan rendah 37%, tingkat kepatuhan sedang
30% dan tingkat kepatuhantinggi 33%. Gambaran tekanan darah pasien normal 10%,
tekanan darah prehipertensi 28%, tekanan darah hipertensi derajat I 32% dan
tekanan darah hipertensi derajat II 30%. Hasil hubungan tingkat kepatuhan terhadap
tekanan darah pasien didapatkan nilai Uji Chi Square p value (0,00)<(0,05), maka
dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan
tekanan darah pasien di PuskesmasCirimekar.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl
disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml
meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul
faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat
antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang
ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl
sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl
serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien
tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang
digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl
dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl
purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl
tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel
Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di
usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah
Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%).
Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl
sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam
mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antipsikotik adalah golongan obat untuk mengendalikan dan mengurangi gejala
psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Efek samping
ektrapiramidal sering dilaporkan dari penggunaan obat ini, dan pemakaian obat
antipsikotik membutuhkan kepatuhan untuk mendapatkan outcome yang
diharapkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian efek
samping obat antipsikotik dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat antipsikotik.
Data dikumpulkan dari kuisioner meliputi data sosiodemografi pasien (umusr,
jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan), obat yang digunakan, efek samping
yang terjadi serta pengukuran kepatuhan berdasarkan MMAS (Morisky
Medication Adherence Scale). Hasil penelitian diperoleh pasien paling banyak;
usia 36-45 tahun (masa dewasa akhir) 34%, jenis kelamin laki-laki 54%, tingkat
pendidikan SMA 47,2% dan pekerjaan ibu rumah tangga 27%. Obat yang
digunakan adalah kombinasi sebesar 70,8% obat yang paling banyak digunakan
adalah Klozapin sebesar 52,8%. Efek samping terjadi pada 60,7% pasien dengan
efek samping paling banyak yaitu berat badan naik sebesar 33,7%. Tingkat
kepatuhan paling besar 57% dengan kategori kepatuhan rendah. Pasien yang
mengalami efek samping tetapi dikategorikan kepatuhan tinggi sebesar 71,4%,
dari total 7 pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping paling banyak
dengan kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 54,8% dari total 31 pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang
optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan
penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan
mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien
rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional
(non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil
secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan
kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam
Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total
sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil
penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata-
rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%,
pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling
banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi
diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan
0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada
hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan
pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus sering juga disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit
yang menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Diabetes
melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum ditemukan pada pasien
prevalensi penyakit ini yang terus meningkat terutama pada negara berkembang
dan negara yang memasuki budaya industrialisasi. Tingkat kepatuhan pasien
dalam mengkonsumsi obat antidiabetes dapat memperkecil terjadinya komplikasi
karena kadar glukosa dalam tubuh dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi pasien diabetes melitus tipe 2 yang
mendapatkan antidiabetes oral dan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe
2 dalam mengkonsumsi obat oral yang digunakan dalam terapi. Penelitian ini
dilakukan dengan metode observasional secara cross sectional menggunakan data
primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8 yang sudah
tervalidasi. Hasil penelitian terhadap 76 responden berdasarkan data
Sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 43 responden (56,58%),
usia 56-65 tahun sebanyak 36 responden (47,37%), pendidikan terakhir SMA
sebanyak 36 responden (47,37%), dan pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 31
responden (40,79%). Hasil kuesioner MMAS-8 76 responden sebanyak 41
responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (53,95%) 33 responden memiliki
tingkat kepatuhan sedang (43,42%) 2 responden memiliki tingkat kepatuhan
rendah (2,63%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap
kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode
Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian
ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian
menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk
kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan
data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil
penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja
akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak
adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat
pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%.
Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil
penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤
0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien
TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Banyaknya angka kejadian
dari penyakit TB paru di dunia khususnya Indonesia, menimbulkan permasalahan
seperti gangguan psikologis sehingga munculnya depresi yang akan berdampak
pada tingkat kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di
RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang diambil yaitu
pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 71 sampel dan
pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan
sebanyak (38%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, (49%) memiliki tingkat
kepatuhan sedang, (13%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. (34%) memiliki
tingkat depresi normal, (41%) memiliki tingkat depresi ringan, (10%) memiliki
tingkat depresi sedang, dan (11%) memiliki tingkat depresi berat. Nilai signifikansi
yang didapat sebesar 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menujukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum
obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat
bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan
minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah
tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi
yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat
kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien
hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian
ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran
sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan
sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta
diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi
kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak
79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan
tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti
penyakit jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular lain yang menjadi penyebab
banyak kematian di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan
merupakan faktor penting untuk tercapainya efek terapi pengobatan hipertensi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan
minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pasien. Desain penelitian ini
bersifat prospektif non eksperimental pengambilan data selama periode April – Mei
2022 sebanyak 62 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin
responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 71%, rentang usia
terbanyak usia 56 – 65 tahun sebanyak 56,5%, tingkat pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 66,1% dan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak
61,3%. Gambaran tekanan darah normal (<120/80 mmHg) sebanyak 3,2%,
prahipertensi (120-139/80-89 mmHg) sebanyak 14,5%, hipertensi tahap 1 (140-
159/90-99 mmHg) sebanyak 40,3% dan hipertensi tahap 2 (>160/100 mmHg)
sebanyak 41,9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan kepatuhan
rendah sebanyak 37,1%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 46,8% dan tingkat
kepatuhan tinggi sebanyak 16,1%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi,
p-value (0,267) > (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara
tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Pertiwi 1
Depok.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan
selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan
memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian
edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah
dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain
penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One
Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan
leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar
47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24
responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden
dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun
menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan
0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang
bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan
dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian
ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan
leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai
signifikansi 0,205.