Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kuesioner pretest dan posttest
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT SEBELUM DAN SESUDAH DIEDUKASI TENTANG DAGUSIBU DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat sehingga kualitas hidup masyarakat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum diedukasi dan setelah diedukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran tingkat pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut sebanyak 28,24%, 60%, dan 11,76%. Setelah diedukasi tingkat pengetahuan responden kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut menjadi 4,71%, 20% dan 75,29%. Variabel tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diedukasi tentang DAGUSIBU.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN INFORMASI OBAT SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN TENTANG INFORMASI OBAT KEPADA PASIEN PUSKESMAS TENJOLAYA

2025Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian tahun 2017 menjelaskan bahwa puskesmas yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar adalah puskesmas yang telah menerapkan pemberian informasi obat (PIO) dan terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan responden tentang informasi obat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang informasi obat meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan desain one group pretest posttest. Hasil penelitian menunjukan bahwa Frekuensi responden paling banyak berjenis kelamin laki-laki 66,34%, kategori usia dewasa menjadi responden terbanyak sebanyak 66,67%. Pendidikan paling banyak SMA 73,33% dan Pekerjaan paling banyak Petani/Peternak sebesar 30%. Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan adalah kurang sebanyak 100%, namun setelah dilaksanakan penyuluhan tentang PIO tingkat pengetahuan pasien meningkat dengan baik 26,67%, cukup 66,67% dan kurang 6,67%. Hasil analisis statistik dengan uji Wilcoxon menunjukan bahwa adanya perbedaan bermakna tangkat pengetahuan pasien tentang informasi obat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dilihat dari nilai p value < 0,05 (p-value = 0,000).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail